HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID

MUHAMMAD RASUL ALLAH.. DIA-LAH AL-MAHDI YANG DI NANTI… PEMIMPIN AKHIR ZAMAN – SAAT INI TELAH DATANG DI INDONESIA

Arsip untuk ‘SUMUT POS’ Kategori

SUMUT POS

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 20, 2008

Rabu, 23 Januari 2008
Allah Tuhan Kami, Muhammad Rasul Kami
Majelis Pengajian Sattariyah Tariqat menolak keras dan sangat marah atas tudingan masyarakat yang menyatakan, guru mereka Zubir bin Amir dicantumkan dalam syahadat menggantikan Rasul Muhammad SAW.

———————

”Syahadat kami Asyhadualla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Tuhan kami Allah SWT. Zubir Amir adalah ulil amri, pemimpin kami,” tegas Ilham Junaidi, Ketua Majelis Penasihat Himpunan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Sinar Syahdi (DPP Himpass) yang juga murid Zubir Amir kepada wartawan, tadi malam.

Ilham Junaidi memaparkan, kebencian masyarakat terhadap pengajian Sattariyah Syahid Tariqat yang dipimpin guru mereka Zubir Amir sangat kental dengan konspirasi antara sejumlah ustad dan Kepolsisin Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Belawan. Sebab, pendopo mereka di Bagan Deli terletak di lahan yang akan dijadikan pertapakan Polres KP3 Belawan.

Prediksi itu, karena ketika menyelesaikan masalah lahan ini, Ilham tidak diundang ke Poldasu. Yang diundang justeru Polmas setempat. ”Masyarakat terprovokasi dengan kebodohan, ketidaktahuan dan keterbukaan. Seharusnya untuk menyelesaikan masalah ini kita harus duduk bersama. Baik MUI, kepolisian dan masyarakat,” harapnya.

Himpass, lanjut dia, didirikan bertujuan untuk mengaktualisasikan anak-anak muda Sattariyah Syahid Tariqat agar dapat berbakti kepada bangsa, negara dan agama. Lembaga ini merupakan organisasi kepemudaan, bukan agama, berazaskan kepada Al-Qur’an Hadits, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

DPP lembaga ini bermasrkas di Jalan Marginda Kelurahan Pekan Labuhan. Sedangkan pendoponya terdapat di Jalan Yos Sudarso Lingkungan 4 Kelurahan Mertubung Medan Labuhan, Bagan Deli, Kampung Kurnia, Belawan Bahari dan Belawan-I Kecamatan Medan Belawan. Di Pendopo Pusat Pekan Labuhan Ketuanya Arifin, Sekretaris Zufrizal. Di Medan Utara, anggotanya berjumlah 1.500 orang. Pendopo yang berjumlah anggota lebih banyak terdapat di Bagan Dali, sekitar 100 orang. Setiap pendopo rata-rata berjumlah 60 anggota. Pendopo Pusat menggelar pengajian setiap Minggu malam.

Sebelum insiden terjadi Senin malam lalu, Ilham mengaku ditelpon Ketua PAC Himpass Medan Belawan, Dedi Andri sekira pukul 20.00. Dia diberitahu seputar adanya massa Bagan Deli yang akan menyerang pendopo mereka. Begitu Ilham tiba, dia melihat sekelompok massa.

Sedangkan anggota pengajian Ilham hanya tujuh orang. Dalam insiden itu, pendopo mereka dilempari bom molotov dan batu. Tangan Ilham terkena pukulan broti. Dia lalu membalas dengan menyiram pasir. ”Sekitar 500-an warga menyerbu kami. Insiden berlangsung sekitar dua jam. Polisi sempat membiarkannya baru kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara,” urainya.

Sekira pukul 01.00 WIB Ilham baru mengetahui korban berjatuhan. Sejumlah empat anggota mereka ikut menjadi korban. Yakni Abdul Rivai, Dudi Iskandar Lubis, Jumiono dan Supianto.

Untuk mengusut kasus ini, mereka mengadu kemarin ke Poltabes. Jika tidak disahuti, mereka akan meminta perlindungan kepada LBH Medan, dan meminta suaka ke Amerika Serikat.

Ilham menyatakan heran, kenapa tudingan kepada pengajian ini muncul kembali. Sebab sebelumnya antara FPI dengan Muspika telah diselesaikan. Hasilnya, pengajian ini dipersilakan beraktivitas. Tetapi kemudian, muncul selebaran gelap yang menayatakan Ilham memiliki guru yang mengaku Tuhan, pada 2003. ”Tudingan adanya ajaran sesat kepada kami itu awalnya muncul dari salah seorang yang bukan anggota pengajian kami,” sebut Ilham.

Dia mengaku, selama tujuh tahun berguru kepada Zubir Amir, gurunya itu tidak pernah memproklamirakn dirinya menjadi Rasul, apalagi sebagai Tuhan seperti yang dilontarkan sejumlah ustad. Inti pengajian yang diajarkan Zubir Amir, mengajak ikhwannya yang tidak salat agar salat. Yang berbusana tidak sopan agar berbusanaa sopan. Yang berbuat tidak baik menjadi bersikap lebih baik. ”Ajaran kami mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadits. Kami ditanamkan aqidah dan tauhid,” cetusnya.

Menghadapi tudingan sebelumnya, mereka sempat mengadu ke Poltabes Medan pada 2003. Pengajian mereka dipersilakan untuk beraktivitas kembali. Namun provokasi dan eksploitasi kebodohan serta fitnah selanjutnya muncul kembali, dilontarkan oleh sejumlah ustad.

Korban di pihak warga dan mantan pengajian ini terhitung sekitar 24 orang. Yakni, 20 warga luka ringan dan dua warga mengalami luka kritis. Kedua warga itu yakni Supriadi alias Barjo, 35, dan Guri Tomo alias Wirin, 30. (joni samiran)

Ditulis dalam SUMUT POS | Bertanda: | 1 Komentar »