JAWABAN ATAS ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN
Alhamdulillaah, setelah beredarnya Buletin FORMASS Edisi I, ada beberapa tanggapan dari para pembaca yang memang ini sangat diharapkan. Walaupun tanggapan yang banyak datang adalah tanggapan miring yang sifatnya mengolok-olok. Namun ada pula tanggapan yang sifatnya mencari kebenaran. Dan yang mencari kebenaran ini tanda dari orang yang kitabnya Alqur`an.
Salah satunya yang mencari kebenaran itu sudah melayangkan suratnya dengan kepala surat: BADAN KENAZIRAN MESJID SYUHADA TANJUNG MORAWA, no: 03/BKM/P/05, yang isinya menanyakan beberapa hal:
1. Setiap ada terjemahan ayat Alqur`an yang terdapat pada buletin yang ada kata “orang” dalam penjelasan dibawahnya kata “orang” tersebut selalu digaris bawahi. Apakah dimaksudkan sebagai pembenaran akan datangnya orang yang membawa berita besar. Seperti yang tertera dalam Buletin FORMASS yang berjudul ANNABA` (Berita Besar), dan siapakah orang yang dimaksud?
2. Dalam Buletin tersebut juga terdapat kalimat “Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku”. Apakah kalimat di atas merupakan ayat Alqur`an atau Hadits Nabi?
3. Didalam Buletin tersebut terdapat sub judul “Bagaimanakah berjanji kepada Allah?” Sangat mudah sekali kamu datangi saja Utusannya (Rasul) atau penerusnya (pemimpin) nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji pada Allah. Apa maksud keterangan di atas, dan bagaimana cara berjanjinya?
Maka untuk ini kembali dikumandangkan Kalam-kalam Tuhan melalui tulisan ini.
Hai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu utusan-utusan dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini. Mereka berkata: “kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”,
Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku
kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (Al an’am : 130).
Wahai saudara-saudaraku yang mencari kebenaran, telah aku kumandangkan Kalam-kalam Tuhan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali ragu atas apa yang aku bawakan dari Tuhanku. Namun jika kamu masih ragu, dalam artian bukan untuk melemahkan apalagi untuk membantah atau mendebat, maka dengan segala kelemahanku dan kebodohanku aku berupaya untuk menjelaskan kepadamu atas izin Tuhanku yang Maha Kuasa atas diriku dan Maha mengetahui akan diriku.
Ketahuilah, bahwa Kalam Tuhan bukan untuk diartikan, dimaknakan, difahamkan, namun Kalam Tuhan dikumandangkan. Yang mengumandangkan Kalam Tuhan, tentunya Tuhan itu sendiri. Oleh karena kamu penduduk bumi ini adalah manusia maka diutuslah manusia seperti kamu juga yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu. Kalau sudah datang orang yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu, maka kamu disuruh untuk mengikuti orang tersebut, yang dia makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas dan sebagainya seperti manusia yang selama ini kamu lihat manusia. Bukan orang yang tak pernah makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas alias orang yang sudah mati.
Orang itulah yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu sekarang ini. Dia menanyakan kepadamu: “Bukankah telah datang kepadamu seorang utusan dari bangsamu sendiri?”. Wahai saudara-saudaraku Kalam Tuhan ini bukan untuk kamu jawab sudah atau belum, karena memang dia sudah datang dengan Kalam TuhanNya sekarang ini.
Yang disuruh kepada kamu untuk menerima orang tersebut dan beriman (percaya) kepadanya.
Hai kaum kami terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Al ahqaf 31-32).
Artinya: Suatu hari Kami akan bangkitkan ditengah setiap umat seorang saksi terhadap mereka dari kalangan mereka sendiri; dan Kami datangkan kamu sebagai saksi terhadap mereka ini semua. Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab yang menjelaskan segala sesuatu, suatu petunjuk dan rahmat serta khabar gembira bagi orang-orang islam (yang berserah diri). (Q.S. 16: 89)
Ikutilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini, yang tidak minta balasan apapun darimu sebagai Pemimpin (ikutan) yang ditunjuk Allah bagi orang-orang yang beriman untuk menuju kemenangan yang besar yakni dalam kehidupan dunia ini maupun kehidupan akhirat.
Maka saudara-saudaraku sekalian, datangilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini sebagai saksi kebenaran bahwa kamu bertuhankan ke Allah SWT dan berasulkan ke Muhammad SAW dalam kehidupan dunia ini. Namun jika kamu bertahan dengan apa yang selama ini kamu yakini bahwa kamu bertuhankan ke Allah dan berasulkan ke Muhammad tapi tidak mau datang untuk menundukkan diri bersaksi kepada orang tersebut, maka tertipulah kamu dengan kehidupan dunia ini yang dijanjikan oleh Imam (Pemimpin) para malaikat. Tahukah kamu pemimpin para malaikat?, yang ianya sesat dikarenakan tidak mau tunduk merendahkan diri kepada pemimpin yang didatangkan Tuhan. Dan diapun akan menyesatkan kamu dengan mengatakan jangan ikuti orang itu karena orang itu orang sesat.
Padahal Allah menyuruh mengikuti (menerima) dan beriman kepada orang yang menyeru kamu dan memberi peringatan kepada kamu sekarang ini. Yang tidak menerima orang inilah orang yang dalam kesesatan yang nyata. Dan janganlah kamu wahai saudara-saudaraku mengikuti lagi langkah-langkah Imam para malaikat (Iblis) atau langkah-langkah setan, karena sesungguhnya mereka adalah musuhmu yang nyata. Mereka itu adalah orang-orang kafir yang enggan dan menyombongkan diri, tidak mau mengakui Pemimpin yang didatangkan TuhanNya walaupun mereka sangat beriman kepada Tuhan Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya. Namun tetap mengatakan tidak ada lagi orang seperti ini; tidak ada lagi wali-wali Allah dsb. Mudah-mudahan kamu mengerti dengan perumpamaanku ini.
Wahai saudara-saudaraku sekalian, yang aku bawakan ini yang dari Tuhanmu adalah Berita Besar, bukan hal main-main, bukan sok-sok an, bukan pula mengada-ada. Memang ini adalah kabar gembira bagi orang beriman dan orang Islam, namun sekaligus kabar peringatan bagi orang yang ingkar. Supaya benar imanmu kepada Allah, benar imanmu kepada Rasul.
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama)Nya, membesarkannya. Dan bertasbih kepadanya pagi dan petang. Bahwasanya orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Alfat-h 8 – 10).
Maka saudara-saudaraku sekalian, dengan Kalam Tuhan yang dikumandangkan ini kepadamu, berjanji setia (berbai’at)lah dengan orang yang didatangkan kepadamu itu. Dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu sekalian tidak lagi bertuhankan kepada Tuhan yang selain Allah; dan dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu berasulkan kepada Rasulullah yang bukan bapak seorang laki-laki diantara kamu. Dengan mengikrarkan:
“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhaduannamuhammadar rasuulullaah”
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”
Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku
Itulah ikrar (janji)mu dihadapan saksi yang telah didatangkan kepadamu yang menyampaikan ayat-ayat Allah kepadamu. Jangan lagi kamu bersaksi dengan dirimu sendiri setelah datang utusan Tuhan mengumandangkan ayat-ayatNya kepadamu. Jika demikian hal keadaanmu jangan tanya lagi siapa orang kafir itu, jangan tanya lagi siapa pembangkang (iblis) itu karena semuanya telah nyata senyata dirimu. Sedangkan aku disuruh mengatakan kepadamu bahwa aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata. Qul yaa aiyyuhannaas, innamaa analakum nadziirun mubiin. Katakanlah: “Hai manusia, hanya sanya aku ini bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata”.
Jangan pula kamu mempersaksikan kebenaran janjimu selama ini kepada Allah; yang Dia tidak pernah bisa kamu jangkau dengan ilmu dan amalmu yang sangat tinggi dan sangat shalih, karenanya ketika itu kamu menjadi penentang paling keras. Wa yusyhidullaaha ‘alaa maa fii qalbihii wa huwa aladdul khishaam. Dan dipersaksikannya kepada Allah atas (kebenaran) isi hatinya; padahal ia adalah penentang yang paling keras.
Namun berjanjilah (berbai’atlah) kamu dengan orang yang mengumandangkan ayat-ayat Tuhan ini kepadamu. Karena berjanji kepadanya, berarti kamu sedang berjanji kepada Rasulmu, sekaligus pula artinya kamu berjanji kepada Tuhanmu yang namanya Allah.
Orang itu serta Rasul dan Tuhan bukan tiga melainkan satu jua adanya.
Saksi serta Muhammad dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya.
Pemimpin serta Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya.
Penulis: Al. Jabir
MPH
*Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.
Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.*
* redaksi*