AN NABA’
Hai manusia!, Bagaimana kamu mengenal Tuhanmu yang namanya Allah, sedangkan sewaktu Dia memperkenalkan diri kepadamu dengan didatangkannya Rasul-Nya dan para pewaris sekalian nabi yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan, itulah si Pemimpin, kamu menyombongkan diri kepadanya dengan amal dan ilmumu, bahkan ada pula yang menyombongkan diri dengan kemaksiatannya.
Ketahuilah! Jika kamu berkendaraan amal dan ilmu untuk mengenal Tuhan dan seolah-olah kamu mengenal Tuhan, aku takut kamu melampui batas (thagha) sehingga yang kamu sembah sebenarnya adalah thaghut yaitu sembahan yang tidak kamu ketahui tapi sangat kamu yakini keberadaannya dan akhirnya kamu ragu-ragu atas apa yang disampaikan si Pemimpin yang telah didatangkan Tuhanmu kepadamu membawa kabar gembira sekarang ini.
Ingatlah :
Artiny
a: Dan (Ingatlah) Ketika kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka Sujudlah mereka, kecuali Iblis, ia enggan dan menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang kafir.(Q.S. 2: 34).
Tidakkah kamu mengambil pelajaran dari ayat tersebut ketika para malaikat yang sudah mempunyai ilmu dan lebih banyak amalnya bersujud kepada Adam sebagai Pemimpin dimuka bumi, dan yang tidak mau bersujud kepada Adam, si Pemimpin adalah Iblis (pembangkang). Inginkah kamu disebut demikian..?
Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku
Ataukah kamu seperti umat Nuh, Musa, Ibrahim dan juga Isa serta Muhammad SAW ibnu ‘abdullah ketika dizamannya mereka membacakan ayat-ayat Tuhan secara jelas dan terang, kebanyakan umat tersebut memperolok-olok, menghina, menyatakan mereka gila dan sesat. Maukah kamu berpikir..?
Mereka semua dahulu dan juga si Pemimpin sekarang ini, mengumandangkan kalimah yang satu, yaitu :
“Laa ilaaha illallaah !”
“Tiada Tuhan selain Allah !”
Tuan-tuan sekalian, siapakah yang akan kamu datangi?.. Tuhankah? Sedangkan Tuhan tiada.., ataukah Allah yang hanya nama dan sebutan yang terdiri dari huruf dan persangkaan yang ada dibenakmu sehingga kamu mengada-ada, sedangkan Dia tidak seumpama dengan segala sesuatu. Jika kamu hidup dizaman Ibrahim, maka kamu harus ikuti Ibrahim jangan lagi mengikuti si Nuh begitu juga kalau kamu hidup dizaman Musa, maka ikutilah si Musa dan kalau kamu hidup dizaman Muhammad SAW ibnu Abdullah setelah beliau wafat ikutilah Abu Bakar setelah itu ‘umar, ‘utsman dan Ali dan seterusnya. Karena disetiap zaman, pembawa risalah itu akan senantiasa ada.
Maka tuan-tuan sekalian, datangilah orang yang mengumandangkan kalimah yang satu ini. Dia tidak minta balasan apapun, bahkan pahala yang lebih berat dari langit dan bumi serta isinya ini darimu.
Jika kamu tak memenuhi seruannya untuk berserah diri, maka mulai saat ini jangan katakan kamu orang islam (orang yang berserah diri). Bahkan kamu adalah orang yang pertama kali ingkar dengannya.
Islam bukanlah berdasarkan atas garis keturunan nenek moyang. Islam berdiri pada tiap-tiap jiwa orang-orang yang beriman (percaya) yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah tanpa sedikitpun ada bantahan karena tiada yang membantah ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang kafir.
Firman Allah:
Wa yauma nab’atsu fii kulli ummatin syahiidan ‘alaihim min anfusihim waji`naa bika syahiidan ‘alaa haa-ulaa-i, wanazzalnaa ‘alaikal kitaaba tibyaanan likulli syai-in wa hudan wa rahmatan wa busyraa lilmuslimiin
Artinya: Suatu hari Kami akan bangkitkan ditengah setiap umat seorang saksi terhadap mereka dari kalangan mereka sendiri; dan Kami datangkan kamu sebagai saksi terhadap mereka ini semua. Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab yang menjelaskan segala sesuatu, suatu petunjuk dan rahmat serta khabar gembira bagi orang-orang islam (yang berserah diri). (Q.S. 16: 89)
Jadi, si saksi didatangkan Allah sebagai pengganti Rasul-Rasul terdahulu, pewaris nabi-nabi yang akan memimpin umat untuk bersatu dengan keterangan yang nyata dari Tuhan sebagai pembawa khabar gembira sekaligus peringatan.
Jika kamu memang beriman (percaya), apabila dibacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan atau selebaran (buletin) ini sampai kepadamu tentulah akan bertambah keimanan dengan bukti mendatangi orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan secara jelas dan terang, tanpa sedikitpun keragu-raguan dan khabar ini merupakan khabar gembira bagimu.
Namun, apabila dibacakan kepada orang-orang kafir ayat-ayat Tuhan ataupun selebaran (buletin) ini sampai kepadanya pastilah akan menambah kedurhakaan, keingkaran dan menambah penyakit (panas) didalam hatinya dan tentulah pada saat berceramah (kalau dia seorang khathib, ustadz, kiai, ‘ulama, syekh, maulai dsb) pada jama’ahnya akan membuat fitnah dan mengatakan “jangan dekati pengajian itu..!! Sesat..!!, padahal dia ketakutan kehilangan job, takut miskin, takut kehilangan anak istrinya yang lebih dia cintai dari pada berjuang bersama Allah dan rasulnya. Dan sesungguhnya mereka itu menyaksikan sendiri keingkarannya.
Menyatukan umat ini bukanlah dengan ‘ubudiah, yang ‘ubudiah tersebut akan membentuk golongan-golongan, yang satu golongan akan merasa golongannya paling benar, sedangkan si saksi adalah orang yang membenarkan yang ada pada setiap diri atau golongan apapun dan tidak akan meminta upah sedikitpun atas seruannya kepadamu dan kamu akan menyaksikan sendiri bahwa dialah pemimpin yang akan menyatukan umat kedalam kekuatan iman dibawah naungan islam.
Jika kamu memang beriman…! Marilah rapatkan shaf, luruskan barisan dan yakinlah…!!!
ISLAM PASTI MENANG
Penulis:Mhd.HelmiYunan Panggabean
Sekretaris Jenderal FORMASS
*Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.
Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.*
* redaksi*
Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku