Al Qur`an yang Menerangkan
dengan Terang
10. YUNUS
15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: “Datangkanlah Al Quran yang lain dari ini atau gantilah dia.” Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat).”
61. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
37. Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
85. ALBURUUJ
21. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia,
17. AL-ISRAA`
9. Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
46. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,
40. ALMU`MIN
12. Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Qur`an yang Memberi Peringatan dan
Penerangan
69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
Perkataan “Qur`an” sebagian besar orang-orang menuduh atau menyangka adalah sebuah kitab (bacaan yang apabila dibaca akan dapat pahala) yang terdiri dari beberapa lembar kertas yang bertuliskan aksara Arab. Sehingga mereka berlomba-lomba untuk mempelajari Qur`an yang di atas kertas tersebut. Mulai dari cara bacanya sehingga harus terlebih dahulu tahu huruf Arab, melagukannya sehingga enak didengar telinga fasihnya, sampai mengartikannya atau menafsirkannya sehingga orang terlebih dahulu harus tahu Bahasa Arab, Tata Bahasa Arab Nahwu, Sharaf, Bayan, Manthiq, Asbabun Nuzul sebab-sebab turunnya ayat, nasikh mansukh, buku-buku hadits dan segala macam ‘ilmu yang oleh ‘ulama` dahulu (sebahagian) dan `ulama’ sekarang yang mengikuti defenisi-defenisi ‘ulama` dahulu (kebanyakan) membuat peraturan, sehingga menurut mereka betul maksud Qur`an seperti ‘ilmu yang ada di akal fikir mereka.
Tuduhan atau sangkaan yang sesuai atau cocok dengan ‘ilmu yang ada diakal fikir orang-orang ini menjadikan Qur`an yang di atas kertas sesuatu yang sangat sakral. Tak hanya dilafazhkan Qur`an yang di atas kertas ini, bahkan tulisan yang aksara Arabnya pun sanggup mengusir (menakut-nakuti) setan yang tak nyata (setan yang juga ciptaan Tuhan, tugasnya menggoda anak manusia, selesai tugasnya, masuklah ia ke Neraka serta anak manusia yang tergoda).
Supaya tak tergoda, orang-orang lalu berusaha mengamalkan isi kandungan Qur`an yang di atas kertas ini, yang diketegorikan ‘ibadah. Sehingga dengan ‘ilmu yang ada pada akal fikir mereka dan ‘amal yang mereka usahakan, mereka mencari ridha Tuhan. Mengusahakan supaya Tuhan dekat dengannya atau dia dekat dengan Tuhan.