HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID

MUHAMMAD RASUL ALLAH.. DIA-LAH AL-MAHDI YANG DI NANTI… PEMIMPIN AKHIR ZAMAN – SAAT INI TELAH DATANG DI INDONESIA

Arsip untuk ‘Pengajian Tasawuf Babur Ridho’ Kategori

Pengajian Tasawuf Babur Ridho

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

Disajikan Dalam Memeriahkan

Hari Ulang Tahun Ke-49 kepada Pengajian Tasawuf Babur Ridho

Dan HAUL ke-8 Pimpinan Syeikh Muhammad Hirfi Nuzlan

Ahli Tariqat Naqsyabandi Jabal Hindi

 

ﻣﻴﺤﺮﻠﺍﻦﻤﺤﺮﻠﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ

 

 

 

 

Katakanlah, “hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Maka jika mereka berpaling, maka katakanlah pada mereka, “saksikanlah! Bahwa kamilah orang-orang Islam (orang-orang yang berserah diri)”. (Ali ‘imran 3 : 64)

 

Tuan-tuan sekalian, kepujian tertentu hanya bagi Allah yang telah menurunkan utusanNya dengan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia memenangkannya di atas agama agama yang diagamakan selama ini, walaupun sangat benci orang-orang yang sentiasa menduakan, menigakan, mengempatkan, dst. Sementara aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Maka dari itu, “Yaa Allah …………….. shalawat dan salam serta keberkatan atas Muhammad dan sekalian keluarganya yang sampai saat ini tetap mengumandangkan Kalam-kalamMu sebagaimana Ibrahim dan yang mengikutinya juga mengumandangkan Kalam-kalamMu”

Demikianlah wahai yang berhadir, taqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati sebelum kamu Islam (berserah diri).

Ketahuilah olehmu, “Sesungguhnya agama di sisi Allah, Islam”. Islam bukan berdasarkan garis keturunan. Islam berdasarkan atas persaksian yang nyata dengan didatangkan oleh Allah yang dari sisinya yang mengumandangkan Kalam-kalamNya. Jangan kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan sampai anak cucu sekarang ini, hal keadaan mereka Yahudi atau Nashara. Mereka adalah orang-orang yang lurus yang tidak menduakan (mensyarikatkan) Tuhan. Maka jika benar agama keturunanmu selama ini, datang Ibrahim mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan, kamu pasti mengikutinya; berjuang bersamanya menegakkan agama yang dari sisi Allah. Bukan malah ramai-ramai kamu menyerangnya sampai membakarnya.

Datang Musa kehadapanmu mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan, maka ikuti; jangan malah kamu katakan kehadapannya tidak dibangkitkan Allah seorang Utusanpun setelahnya. Ini lagu lama Iblis (imam para malaikat) supaya kamu tetap saja mengikuti langkahnya, yang sentiasa beribadah pagi dan petang sampai tidak ada sejengkal dari pada bumi ini yang tak bekas sujudnya; tapi tetap saja dia mengatakan “Aku tidak mau sujud kepada manusia yang diciptakan dari tanah yang diberi bentuk. Sampai sekarang, lagu lama ini dikumandangkan Iblis untuk menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu ketika datang kepadanya keterangan yang jelas.

Datang ‘Isa kehadapanmu, maka ikuti dia. Jangan kamu menghinanya, mengolok-ngoloknya, menyeretnya kepada pembesar negara (Raja, Presiden, ‘ulama yang kamu pilih atau yang kamu katakan ‘ulama sesuai akal dan ‘ilmumu selama ini). Tapi setelah matinya, kamu memujanya layaknya memuja Tuhan. Padahal tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang satu (esa). ‘Isa, Ruhul Quddus, Tuhan, bukan tiga; melainkan satu jua adanya. Ketika kamu percaya dan mengikuti ‘Isa, sesungguhnya kamu percaya (beriman) kepada Jibril (Ruhul Quddus); percaya kepada ‘Isa, benar kamu telah percaya pada Tuhan. Namun ‘Isa tetap ‘Isa, Ruhul Quddus tetap Ruhul Quddus, Tuhan tetap Tuhan.

Maka datang setelahnya kehadapanmu, Muhammad anak ‘Abdullah, ikutilah dia. Jangan kamu katakan,”Bukan ini orangnya, ini orang ‘ajam (bukan bangsa Arab)”. Dia mesti keturunan Ya’qub (Bani Israel). Padahal dia mengumandangkan Kalam Tuhan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang kehadapanmu sekalian, “Sembahlah olehmu akan Allah, taqwalah kepadaNya serta ikut aku”.

Setelah kamu mengikutinya (orang yang mengumandangkan Kalam Tuhan), percaya padanya, mengakuinya, bersaksi padanya, berjanji setia kepadanya, nyatalah kamu telah berserah diri kepada Allah (Islam yang di sisi Allah). Sebaliknya, kamu hanya percaya atas apa yang ada selama ini dan mengatakan bahwa Allah yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun lagi di Bumi ini, pasti kamu berbuat kerusakan di muka Bumi ini, tapi menyangka kamu orang shalih. Yang percaya kamu katakan orang bodoh, padahal kamulah yang bodoh tapi kamu tak tau.

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikuti_Nya dan Pembawa Berita Besar ini serta orang-orang beriman, dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman” (Ali Imran Qs. 3:68). Orang yang benar mengikuti agama keturunannya (agama Ibrahim yang lurus = agama tauhid), tentulah orang yang mengikutinya dan berjuang (jihad) sertanya; yakni serta orang yang datang kehadapanmu yang mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan; itulah pemimpin yang diantara kamu. Berjuang (jihad) dengan Pemimpin yang datang sekarang ini, artinya kamu berjuang (jihad) serta Rasul. Berjuang (jihad) dengan Pemimpin yang datang sekarang ini, benarlah kamu sedang berjuang dijalan Allah. Berjihad serta Rasul bukan menyalahkan orang lain, melainkankan mengajak semua manusia bersatu. Karena Tuhan yang kamu yakini selama ini, Dia memang Tunggal. Maka jika kamu ajak mereka bersatu mereka enggan dan menyombongkan diri, baik itu dengan ilmu dan amal mereka selama ini, mereka itulah orang yang mengingkari Tuhan yang tidak ada Tuhan melainkan Allah. Walaupun mereka sentiasa berdzikir kepada Allah yang disangkanya Allah; walaupun mereka beribadah pagi dan petang; bahkan walaupun mereka selama ini dianggap alim ulama, cendikiawan, dsb.

Sia-sialah usahamu dalam kehidupan dunia ini sedang kamu menyangka kamu telah berbuat yang sebaik-baiknya ketika datang yang sekarang kamu masih mengagungkan yang dulu. Padahal itu sungguh telah berlalu umat yang lalu; bagi mereka sesuai apa yang diusahakan mereka; nah bagimu sekarang sesuai pula dengan apa yang kamu usahakan.

Wahai tuan-tuan sekalian, sudah masanya untuk kita bersatu dalam agama Allah, dalam tauhid, dalam syariat, hakikat, tariqat, dan ma’rifat. Yang tentunya itu semua dengan satu pimpinan (khalifah) dalam koridornya untuk mencapai kemenangan dan kejayaan. “Sembahlah olehmu akan Allah, Taqwalah padaNya serta taatlah kepadaku” niscaya kamu akan melihat janji Allah pasti. Sesungguhnya Dia tak pernah ingkar janji.

 

 

 

 

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”. Maka yang percaya (beriman) dan berbuat baik, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. Dan yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan, mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka. (Al-Hajj 22 : 49 – 51)

 

Aku sampaikan amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (Al-A’raaf 7 : 62)

 

Panggilanku ini adalah seruan untuk kita bersatu baik itu dzahir maupun bathin. Persatuan yang dipupuk berdasarkan kepada Allah dan Rasulnya tentu lebih baik dengan hadirnya seorang khalifah (pemimpin) diantara_Mu. Penyatuan ini memang terasa berat oleh Dzohir yang karnanya banyak diantara pejuang-pejuang itu mengurungkan dirinya untuk berjuang di jalan (agama) Allah. Bahkan berat bagi siapa saja yang dengan sengaja untuk memberatkannya. Pemindahan kiblat yang selama ini kamu kiblati memang amat berat melainkan bagi orang yang telah diberi petunjuk Dan Allah tidak menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah dengan segenap manusia sangat kasih sayang.

Indahnya persatuan itu akan terwujud dalam Daulah Kilafah Islam yang sesungguhnya. “Terasa berat oleh Ku maka sesungguhnya tugas_Ku hanyalah menyampaikan” dari barat sampai ke Timur, Tasyrik dan Magrib semua sudah mendapatkan seruan untuk bersatu, apakah kamu yang begitu dekat denganku bahkan bersenggolan bahu enggan untuk merangkulku?…sungguh, sungguh hal demikian mohon untuk dihindarkan kepada tiap-tiap jiwa yang suci. “Sesungguhnya Binatang seburuk-buruk disisi Allah adalah manusia yang tidak mau mendengar dan memahami”.

 

Dan berjihadlah kamu kepada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.(ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang –orang muslim dari dahulu. Dan dalam (Al Qur’an) ini, supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan berpeganglah kamu kepada Tali Allah, dia adalah pelindungmu, maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

(AlHajj Qs: 22;78)

 

Aku serta orang-orang yang mengikuti dengan ini telah siap memperjuangkan agama Allah serta mendirikan Agama dengan sebenar-banarnya. Maka kamupun, yang mau bersatu akan menyerukan hal yang sama “Sembahlah olehmu Allah, taqwa padaNya serta patuhlah kepadaku”.

Berjuang (Jihad) kita bersama serta teguhkanlah keimanan, mari kalahkan kemunafikan, kefasikan dan kemusyrikan. Dan jangan kamu khawatir terhadap kematian sesungguhnya kematian berjuang (jihad) di jalan Allah itu lebih baik dan mereka tidak mati melainkan mereka tetap hidup namun kamu tak menyadari. Berjuanglah dengan harta dan diri, dengan sendiri-sendiri atau secara bersama-sama untuk agama Allah.

Maka jika kamu berpaling dari seruan ini, maka saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri, maka saksikanlah…kamilah orang-orang Islam.

Maha benar Allah dengan segala Firman-firman_Nya.

 

 

Tertanda :

 

 

Al Jabir

 

 

Referensi :

 

1. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (Ash-Shaff 61 : 9)

 

 

2. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali ‘imran 3 : 102)

 

 

3. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali ‘Imran 3: 19)

 

 

4. ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. Al-Baqarah 2 : 140)

 

 

5. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (Al Mukmin 40 : 34)

 

 

6. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al Maa-idah 5 : 73)

 

 

7. Sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku. (Nuh 71 : 3)

 

 

8. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?” (Al Baqarah 2 : 91)

 

9. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?.” (Al Baqarah 2 : 170)

 

 

10. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.” (YaaSiin 36 : 15)

 

 

 

 

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bum..” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Al Baqarah 2:11 – 13)

 

 

12. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Al Kahfi 18 : 104)

 

 

13. Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (Al Baqarah 2 : 141)

 

 

14. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Al Baqarah 2 : 143)

 

 

15. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. (Al-Anfal 8 : 22)

 

 

 

16. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 2 : 154)

 

Ditulis dalam Pengajian Tasawuf Babur Ridho | Leave a Comment »