Kepada Yth
Nur Aslam Bustaman, SH
HAKIM KETUA KASUS HASBULLAH
Di
Tempat
Assalamu ‘alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Sehubungan dengan surat saya tertanggal: Medan, 4 Maret 2005; yang intinya supaya membebaskan Asbullah, murid saya, karena dia sudah berbuat sesuai prosedur, tidak digubris. Malahan pada hari Selasa, 29 Maret 2005 Hakim menjatuhkan vonis 7 Bulan penjara, artinya Aku telah dikalahkan. Pada hal menurut pasal 49 ayat 1 KUHP berbunyi :
1. Barang siapa melakukan perbuatan, yang terpaksa dilakukannya untuk mempertahankan dirinya atau diri orang lain, mempertahankan kehormatan atau harta benda sendiri atau kepunyaan orang lain, dari pada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan segera pada saat itu juga, tidak boleh dihukum.
Maka kembali aku memberi peringatan kepada kamu dengan Kalam-Kalam Tuhan sebagaimana aku telah memberi peringatan pada suratku yang lalu sebagai ancaman bagi orang-orang yang tidak perduli dengan ayat-ayat Tuhan dan menyombongkan diri.
Fada’aa rabbahuu annii maghluubun fantashir. Fafatahnaa abwaabas samaa-i bimaa-in munhamir. Wa fajjarnaal ardha ‘uyuunan faltaqal maa-u’alaa amrin qad qudir. Wa hamalnaahu ‘alaa dzaati alwaahin wa dusur
Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku yaa Tuhanku). Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan kami angkut dia ke atas yang terbuat dari papan dan paku.
Kadzdzabat ‘aadun fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim riihan sharsharan fii yaumi nahsin mustamirr. Tanzi’un naasa ka-annahum a’jaazu nakhlin munqa’ir. Fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Wa laqad yassarnaal qur`aana lidzdzikri fahal min muddakir.
Telah mendustakan kaum ‘ad; maka alangkah dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus. Yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang. Maka betapa dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alqur`an untuk pelajaran; maka adakah orang yang mengambil pelajaran?
Kadzdzabat Tsamuudu bin nudzur. Faqaaluu abasyaran minnaa waahidan nattabi’uhu; innaa idzal lafii dhalaalin wa su’ur. A ulqiyadz dzikru ‘alaihi min baininaa bal huwa kadzdzaabun asyir. Saya’lamuuna ghadan manil kadzdzaabul asyir.
Telah mendustakan pula kaum Tsamud dengan ancaman-ancaman itu. Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) diantara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu (mengikutinya), benar-benar kita berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah zikir (wahyu) itu diturunkan ke atasnya diantara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.
Kadzdzabat qaumu luuthin bin nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim haashiban illaa aala luuthin najjainaahum bisahar. Ni’matan min ‘indinaa; kadzaalika najzii man syakar. Wa laqad andzarahum bathsyatanaa fatamaarau bin nudzur.
Kaum Luthpun telah mendustakan ancaman-ancaman. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang membawa batu-batu, kecuali keluarga Luth; mereka Kami selamatkan diwaktu sebelum fajar menyingsing. Sebagai mi’mat dari Kami; demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.
Walaqad jaa-a aala fir’aunan nudzur. Kadzdzabu bi aayaatinaa kullihaa fa-akhadznaahum akhdza ‘aziizin muqtadir.
Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mu’jizat-mu’jizat Kami kesemuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
Ini sebagian ayat yang aku ancamkan kepada kamu sekalian, supaya dapat kamu mengambil pelajaran dan mudah-mudahan kamu tidak termasuk orang yang dzalim.
Wabillaahi taufiq wal hidaayah,
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Saya, seorang pemberi peringatan yang nyata
(M. Zubir Amir anak Amir ‘abdullah Labuhan Deli)
N.B:
• Wa maa arsalnaa fii qaryatin min nabiyyin illaa akhadznaa ahlahaa bil ba`saa-i wadh dharraa-i la’allahum yadhdharra’uun.
Dan tidak pernah Kami mengutus pada suatu negri seorang pembawa beritapun melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan, supaya mereka mau tunduk merendahkan diri.
• Walau anna ahlal quraa aamanuu wat taqau lafatahnaa ‘alaihim barakaatin minas samaa-i wal ardhi wa laakin kadzdzabuu fa akhadznaahum bimaa kaanuu yaksibuun.
Jikalau sekiranya penduduk negri percaya dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan, maka Kami timpakan azab kepada mereka disebabkan perbuatan mereka.
Insya Allah peringatan ini juga saya sampaikan kepada yang terhormat :
1. Presiden Republik Indonesia
2. Kepala Polisi Republik Indonesia
3. Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia
4. Gubernur Sumatera Utara
5. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara
6. Walikota Medan
7. Hakim Ketua Kasus Asbullah