Qul yaa aiyyuhannaas, innamaa ana lakum nadziirun mubiin. Falladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati lahum maghfiratun wa rizqun kariim. Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.
Katakanlah: hai manusia, sesungguhnya aku ini bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata. Maka orang yang percaya dan berbuat kebajikan bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. Dan orang yang berusaha melemahkan ayat-ayat Kami, mereka itulah penduduk jahim.
Tuan-tuan, atas apa yang aku sampaikan kepada kamu dengan Kalam-Kalam Tuhan ini, mudah-mudahan tidak ada keraguan bagi tuan-tuan untuk mempercayainya. Karena yang aku sampaikan ini adalah Alqur`an, bukan yang lain. Aku sampaikan ini kepada manusia yang mendengar dan bisa memahami bahasaku. Kalau manusia yang tak mendengar dan tak bisa memahami bahasaku, mungkin karena pekak atau tuli, atau tidak tahu bahasaku karena dia orang luar angkasa maka tidak dituntut bagi mereka itu untuk percaya kepadaku saat ini.
Aku memberi peringatan kepada tuan-tuan sekalian seperti dahulupun telah ada yang memberi peringatan, supaya jangan ada segolongan kamu yang mengatakan belum didatangkan seorang pemberi peringatanpun kepada kami. Bagi orang dahulu yang telah didatangkan kepada mereka seorang pemberi peringatan dan mereka percaya, maka orang tersebut dinamakan orang beriman. Demikian pula sebaliknya, yang tidak percaya dinamakan kafir. Dan itu sungguhlah telah berlalu masa yang lalu, bagi mereka sesuai dengan apa yang diusahakannya. Nah, sekarang bagi tuan-tuan sesuai pula dengan apa yang tuan-tuan usahakan. Tidak ditanya kepada tuan-tuan atas apa yang telah dikerjakan oleh mereka.
Maka bagi tuan-tuan yang beriman, dalam arti percaya, yaitu percaya kepada orang yang datang memberi peringatan sekarang ini kepada tuan-tuan dan selanjutnya berbuat baik, bagi tuan-tuan ampunan. Dan itu yang sebenarnya yang tuan-tuan tunggu yang merupakan rezki yang paling berharga yang datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak ada rezki yang lebih mulia dari pada pengampunan atas segala dosa yang telah diperbuat selama hidup di atas dunia ini, dan tidak ada seorang diantara tuan-tuan yang luput dari dosa. Maka kedatangan sipemberi peringatan merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang mau beriman (percaya), namun sekali gus merupakan kabar peringatan bagi orang-orang yang menyombongkan diri.
Sipemberi peringatan didatangkan kepada tuan-tuan sebagai saksi kebenaran keimanan tuan-tuan selama ini. Jadi jika tuan-tuan percaya dengan adanya Tuhan dan percaya dengan apa yang disampaikan Rasul-rasul yang telah terdahulu maka hendaklah tuan-tuan percaya kepada si Pemberi Peringatan yang datang sekarang ini ke hadapan tuan-tuan sebagai saksi kebenaran keimanan tuan-tuan tersebut. Kebalikannya, apabila tuan-tuan enggan dan menyombongkan diri dengan ‘ilmu, akal dan ‘ubudiyah yang ada pada tuan-tuan yang oleh karena dengan ‘ilmu, akal dan ‘ubudiyah yang ada pada tuan-tuan itulah nantinya tuan-tuan berusaha melemahkannya, maka ketahuilah bahwa tuan-tuan adalah penduduk jahim.