HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID

MUHAMMAD RASUL ALLAH.. DIA-LAH AL-MAHDI YANG DI NANTI… PEMIMPIN AKHIR ZAMAN – SAAT INI TELAH DATANG DI INDONESIA

Arsip untuk ‘8. HAKIKAT RASUL ALLAH’ Kategori

HAKIKAT RASUL ALLAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”,

QS. 7 Al A’raf 172

 

Jelaslah kita mengetahui, bahwasanya manusia telah bersaksi kepada tuhan, namun kesaksian itu masih menepati kalimat LA ILAHA ILLALLAH, karena kenyataannya Muhammad rasul Allah belumlah mereka saksikan. Muhammad itu belumlah diutus pada mereka secara batiniah ( jiwa ) maupun jahiriah ( jasad ), jadi terucapnya kalimat MUHAMMAD RASUL ALLAH ketika Muhammad itu sendiri datang kepada kita sebagia saksi seperti halnya jiwa kita bertemu dengan tuhan.

 

Semua manusia tidaklah mengingkari tuhan, namun kebaanyakan mereka mengingakari Utusannya yang membawa butkti – bukti yang nyata,

 

Buktinya dia seorang utusan pada saat ini sama halnya dengan utusan yang terdahulu dalam hal ketugasan, bukan dalam bentuk fisik atau jasad. Ketusaan mereka dimuka bumi adalah

  1. mewakili ( Kalifahtullah ) Allah untuk berbicara kepada manusia melalui lisan ( lidah ) rasul-Nya ( Kalifah-Nya )

  2. menjadi saksi atas umat manusia atas keimanan ,manusia kepada Allah

  3. yang membacakan kalam – kalam ( ayat – ayat tuhan )Allah ( Al Qur’an)

  4. orangnya bergati ganti namun berfungsi sama sebagai utusan Allah

  5. mengajak kepada Allah dengan cara mengikuti yang mengajak

  6. menjadi hakim bagi umat manusia perindividu maupun golongan dengan hukum Al Qur’an

  7. sebagai penyampai risalah Allah ( wahyu Allah – Al Qur<an )

  8. pemberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia

  9. Rasul tidak mengajak untuk mengukuti rasul – rasul pendahulunya, namun yang disuruh Allah adalah menerima wahyu Allah yang disampaikan rasul serta mengikuti rasul yang berada dinatara mereka.

 

Maka bila mereka percaya bahwasanya yang dibacakan atau disampaikan kepada mereka adalah wahyu ( Al Qur’an ) untuk mereka dan mereka mengerti. Maka berimanlah kepadanya dan ikutilah dia sehingga kamupun akan menerima ketugasan seperti yang kamu imani dengan buktinya dengan kamu ditugaskan Allah melalui wahyu yang dibacakan kepadamu untuk menjadi serorang penyampai, maka dari itu terbuktilah kamu menerima Rasul terdahulu dengan bukti kamu menerima rasul yang sekarang dengan bukti Allah yang mnyuruh kamu beriman kepadanya, bukan dari pernyataan dirinya maupun pengakuan dirinya sendiri sebagai seorang rasul atau penyampai.

 

Dengan demikian terucaplah dari bibirmu kalimat WA ASHADU ANNA MUHAMMAD RASUL ALLAH ( AKU BERSAKSI ( MELIHAT ) MUHAMMAD UTUSAN ALLAH DENGAN MEMBAWA MU’JIZAT YANG NYATA ( WAHYU ILLAHI AL QUR’AN SERTA SEBAGAI YANG MEMBACAKAN KEPADA KAMU RISALAH TUHAN , YAITU AL QUR’AN DENGAN KETERANGAN YANG JELAS )

 

Kini lengkaplah pengakuanmu, engkau tuhanku, aku melihatmu ( RASUL) dan aku mendengarkan sehingga akupun meneriam wahyu yang engkau sampaikan kepadaku. Dimana enggkau berfirman kepadaku “

 

Sesungguhnya Engaku ( yang mendengar ) benar – bernr dinatara rasul rasul yang berada di jlan yang lurus agar kamu memberi peringantan kepada mereka yang belum menerima peringatan

 

 

dilihat dari segi fungsi atau ketugasan seorang rasul dapat kita ketahui bahwasanya siapapun orangnya dan dimanapun orangnya dapat melakukan, asalkan mereka benar benar mengimani ( percaya ) dengan berita yang diierimanya dan mengetahui siapa dirinya setelah menerima petunjuk atau keterangan dari Allah yaitu wahyu yang ada sekarang ini yang kita terima secara warisan turun temurun secara jelas. Bukan dengan mengaku menerima warisan, namun nyatanya wahyu yang dia terima bukan dari para pewaris, tapi wahyu yang di beli dipasar – pasar.

 

Ditulis dalam 8. HAKIKAT RASUL ALLAH | Bertanda: | Leave a Comment »