HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID

MUHAMMAD RASUL ALLAH.. DIA-LAH AL-MAHDI YANG DI NANTI… PEMIMPIN AKHIR ZAMAN – SAAT INI TELAH DATANG DI INDONESIA

Arsip untuk Maret, 2008

BULETIB – JAWABAN ATAS ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

Alhamdulillaah, setelah beredarnya Buletin FORMASS edisi I, ada beberapa tanggapan dari para pembaca yang memang ini sangat diharapkan. Walaupun tanggapan yang banyak datang adalah tanggapan miring yang sifatnya mengolok-olok. Namun ada pula tanggapan yang sifatnya mencari kebenaran. Dan yang mencari kebenaran ini tanda dari orang yang kitabnya Alqur`an.

Salah satunya yang mencari kebenaran itu sudah melayangkan suratnya dengan kepala surat: BADAN KENAZIRAN MESJID SYUHADA TANJUNG MORAWA, no: 03/BKM/P/05, yang isinya menanyakan beberapa hal:
1. Setiap ada terjemahan ayat Alqur`an yang terdapat pada buletin yang ada kata “orang” dalam penjelasan dibawahnya kata “orang” tersebut selalu digaris bawahi. Apakah dimaksudkan sebagai pembenaran akan datangnya orang yang membawa berita besar seperti yang tertera dalam Buletin FORMASS yang berjudul ANNABA` (Berita Besar), dan siapakah orang yang dimaksud?
2. Dalam Buletin tersebut juga terdapat kalimat “Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku”. Apakah kalimat di atas merupakan ayat Alqur`an atau Hadits Nabi?
3. Didalam Buletin tersebut terdapat sub judul “Bagaimanakah berjanji kepada Allah?” Sangat mudah sekali kamu datangi saja Utusannya (Rasul) atau penerusnya (pemimpin) nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji pada Allah. Apa maksud keterangan di atas, dan bagaimana cara berjanjinya?

Maka untuk ini kembali dikumandangkan Kalam-kalam Tuhan melalui tulisan ini.
Yaa ma’syaral jinni wal insi alam ya’tikum rasuulun minkum yaqushshuuna ‘alaikum aayaati wa yundziruunakum liqaa-a yaumikum hadzaa. Qaaluu syahidnaa ‘alaa anfusinaa wa gharrathumul hayaatud dun-ya. Wa syahiduu ‘alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin.

Hai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu utusan-utusan dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini. Mereka berkata: “kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (Al an’am : 130).
Wahai saudara-saudaraku yang mencari kebenaran, telah aku kumandangkan Kalam-kalam Tuhan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali ragu atas apa yang aku bawakan dari Tuhanku. Namun jika kamu masih ragu, dalam artian bukan untuk melemahkan apalagi untuk membantah atau mendebat, maka dengan segala kelemahanku dan kebodohanku aku berupaya untuk menjelaskan kepadamu atas izin Tuhanku yang Maha Kuasa atas diriku dan Maha mengetahui akan diriku.
Ketahuilah, bahwa Kalam Tuhan bukan untuk diartikan, dimaknakan, difahamkan, namun Kalam Tuhan dikumandangkan. Yang mengumandangkan Kalam Tuhan, tentunya Tuhan itu sendiri. Oleh karena kamu penduduk bumi ini adalah manusia maka diutuslah manusia seperti kamu juga yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu. Kalau sudah datang orang yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu, maka kamu disuruh untuk mengikuti orang tersebut, yang dia makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas dan sebagainya seperti manusia yang selama ini kamu lihat manusia. Bukan orang yang tak pernah makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas alias orang yang sudah mati.
Orang itulah yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu sekarang ini. Dia menanyakan kepadamu: “Bukankah telah datang kepadamu seorang utusan dari bangsamu sendiri?”. Wahai saudara-saudaraku Kalam Tuhan ini bukan untuk kamu jawab sudah atau belum, karena memang dia sudah datang dengan Kalam TuhanNya sekarang ini. Yang disuruh kepada kamu untuk menerima orang tersebut dan beriman (percaya) kepadanya.
Yaa qaumanaa ajiibuu daa’iyallaahi wa aaminuu bihii yaghfirlakum min dzunuubikum wa yujirkum min ‘adzaabin aliim. Wa man laa yujib daa’iyallaahi falaisa bimu’jizin fil ardhi wa laisa lahuu min dunihii auliyaa`, ulaa-ika fii dhalaalin mubiin.
Hai kaum kami terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Al ahqaf 31-32).
Ikutilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini, yang tidak minta balasan apapun darimu sebagai Pemimpin (ikutan) yang ditunjuk Allah bagi orang-orang yang beriman untuk menuju kemenangan yang besar yakni dalam kehidupan dunia ini maupun kehidupan akhirat.
Maka saudara-saudaraku sekalian, datangilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini sebagai saksi kebenaran bahwa kamu bertuhankan ke Allah SWT dan berasulkan ke Muhammad SAW dalam kehidupan dunia ini. Namun jika kamu bertahan dengan apa yang selama ini kamu yakini bahwa kamu bertuhankan ke Allah dan berasulkan ke Muhammad tapi tidak mau datang untuk menundukkan diri bersaksi kepada orang tersebut, maka tertipulah kamu dengan kehidupan dunia ini yang dijanjikan oleh Imam (Pemimpin) para malaikat. Tahukah kamu pemimpin para malaikat?, yang ianya sesat dikarenakan tidak mau tunduk merendahkan diri kepada pemimpin yang didatangkan Tuhan. Dan diapun akan menyesatkan kamu dengan mengatakan jangan ikuti orang itu karena orang itu orang sesat.
Padahal Allah menyuruh mengikuti (menerima) dan beriman kepada orang yang menyeru kamu dan memberi peringatan kepada kamu sekarang ini. Yang tidak menerima orang inilah orang yang dalam kesesatan yang nyata. Dan janganlah kamu wahai saudara-saudaraku mengikuti lagi langkah-langkah Imam para malaikat (Iblis) atau langkah-langkah setan, karena sesungguhnya mereka adalah musuhmu yang nyata. Mereka itu adalah orang-orang kafir yang enggan dan menyombongkan diri, tidak mau mengakui Pemimpin yang didatangkan TuhanNya walaupun mereka sangat beriman kepada Tuhan Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya. Namun tetap mengatakan tidak ada lagi orang seperti ini; tidak ada lagi wali-wali Allah dsb. Mudah-mudahan kamu mengerti dengan perumpamaanku ini.
Wahai saudara-saudaraku sekalian, yang aku bawakan ini yang dari Tuhanmu adalah Berita Besar, bukan hal main-main, bukan sok-sok an, bukan pula mengada-ada. Memang ini adalah kabar gembira bagi orang beriman dan orang Islam, namun sekaligus kabar peringatan bagi orang yang ingkar. Supaya benar imanmu kepada Allah, benar imanmu kepada Rasul.
Innaa arsalnaaka syaahidan wa mubasysyiran wa nadziira(n). Litu`minuu billaahi wa rasuulihii wa tu’aaziruuhu wa tuwaqqiruuhu wa tusabbihuuhu bukratan wa ashiila(n). Innalladziina yubaayi’uunaka innamaa yubaayi’uunallaah. Yadullaahi fauqa aidiihim, faman nakatsa fa innamaa yankutsu ‘alaa nafsih, wa man aufaa bimaa ‘aahada ‘alaihullaaha fasayu`tiihi ajran ‘azhiima(n).
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama)Nya, membesarkannya. Dan bertasbih kepadanya pagi dan petang. Bahwasanya orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Alfat-h 8 – 10).
Maka saudara-saudaraku sekalian, dengan Kalam Tuhan yang dikumandangkan ini kepadamu, berjanji setia (berbai’at)lah dengan orang yang didatangkan kepadamu itu. Dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu sekalian tidak lagi bertuhankan kepada Tuhan yang selain Allah; dan dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu berasulkan kepada Rasulullah yang bukan bapak seorang laki-laki diantara kamu. Dengan mengikrarkan:
“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah”
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah
dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”
Itulah ikrar (janji)mu dihadapan saksi yang telah didatangkan kepadamu yang menyampaikan ayat-ayat Allah kepadamu. Jangan lagi kamu bersaksi dengan dirimu sendiri setelah datang utusan Tuhan mengumandangkan ayat-ayatNya kepadamu. Jika demikian hal keadaanmu jangan tanya lagi siapa orang kafir itu, jangan tanya lagi siapa pembangkang (iblis) itu karena semuanya telah nyata senyata dirimu. Sedangkan aku disuruh mengatakan kepadamu bahwa aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata. Qul yaa aiyyuhannaas, innamaa analakum nadziirun mubiin. Katakanlah: “Hai manusia, hanya sanya aku ini bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata”.
Jangan pula kamu mempersaksikan kebenaran janjimu selama ini kepada Allah; yang Dia tidak pernah bisa kamu jangkau dengan ilmu dan amalmu yang sangat tinggi dan sangat shalih, karenanya ketika itu kamu menjadi penentang paling keras. Wa yusyhidullaaha ‘alaa maa fii qalbihii wa huwa aladdul khishaam. Dan dipersaksikannya kepada Allah atas (kebenaran) isi hatinya; padahal ia adalah penentang yang paling keras.
Namun berjanjilah (berbai’atlah) kamu dengan orang yang mengumandangkan ayat-ayat Tuhan ini kepadamu. Karena berjanji kepadanya, berarti kamu sedang berjanji kepada Rasulmu, sekaligus pula artinya kamu berjanji kepada Tuhanmu yang namanya Allah.
Orang itu serta Rasul dan Tuhan bukan tiga melainkan satu jua adanya
Saksi serta Muhammad dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya
Pemimpin serta Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya

Ditulis dalam 5. BULETIB - JAWABAN ATAS ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN | Bertanda: | Leave a Comment »

SEJARAH PERJUANGAN AL MAHDI di 2004 …

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

SEJARAH 01.

Proses belajar yang menjadi rutinitas setiap hari dengan keterbatasan ekonomi saat itu, Zubir bin Amir Abdullah membarengi pendidikan umumnya dengan menimba ilmu Religi, banyak Perguruan atau Pengajian yang disinggahi dan diikuti beliau untuk mendapatkan pelajaran.

Karena kesungguhan dan ketekunan beliau sampai sekarang ini dalam mengikuti, mendalami serta mengamalkan semua pelajaran yang beliau dapati dan juga selalu tetap menjagan hubungan beliau dengan semua Perguruan-Perguruan yang pernah disinggahinya, sampai suatu ketika Perguruan SATTARYYAH yang letaknya di Medan Tembung, dipimpin oleh seorang Guru yang bernama Jamal Rifa’i Quddus, dengan kebijaksanaannya menyerahkan tanggung jawab kepemimpinannya kepada Zubir bin Amir Abdullah dengan menabalkan Gelar Al-Qhalidi.

Ketika Zubir bin Amir Abdullah menerima kekuasaan ini banyak dari saudara seperguruan beliau membuat sikap keraguan atas apa yang telah diserahkan Jamal Rifa’i Quddus kepada beliau, dengan banyak mempertimbangkan hal-hal yang lain. Ditengah-tengah konflik yang terjadi ini jatuh pula perintah dari Jamal Rifa’i Quddus kepada beliau untuk membai’at salah seorang Murid yang brnama M.Rahmad.
Setelah M.Rahmad dibai’at oleh Zubir bin Amir Abdullah lalu mereka berdua menyebarkan ajaran hingga kepesisir Timur Kota Medan didaerah Serdang, ajaran yang di bawa untuk disebarkan bersumber dari Kitab Siras salikin karya Abdush Shamad Al-palem bani.

Menjelang tahun 2000 terjadi perubahan yang tidak diminta-diminta dan tanpa disengaja, bahwah ajaran yang bersumber dari Kitab Siras Salikin karya Abdush shamad Al- Palembani dengan Ridho-Nya, Allah menunjuki kepada Zubir bin Amir Abdullah bahwah Kitab Suci Al-Quran lebih mampu menjelaskan apa yang terkandung didalam Kitab Siras Salikin karya Abdush Shamad Al-Palembani, disinilah awal mula Zubir bin Amir Abdullah menjawab dan menjelaskan sesuatu dengan KItab Suci Al-Qur’an.
Setelah Istri Zubir bin Amir Abdullah, meyakini dan menyatakan dengan tegas kepada beliau bahwah Suaminya memang Pesuruh Allah, lalu ditahun 2000 Zubir bin Amir Abdullah bersama Muridnya M.Rahmad mulai mengumandangkan Al-Qur’an secara terang-terangan, karma sudah ketetapan Allah bahwah memang akan sangat sulit bagi sebahagian manusia untuk mau memahami dan menerima apa yang dikumandangkan Zubir bin Amir Abdullah pada saat itu.

Sebab itulah beliau mencoba mengumandangkan Al-Qur’an ditanah kelahirannya sendiri, salah satu Kota tua letak nya lebih kurang 7 km sebelum Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara bagian Utara yang dikenal dengan nama Pekan Labuhan daerah Medan Labuhan, yang dulu bernama Labuhan Deli.

Setalah beberapa kali mendapat kecaman yang bersifat penolakan dari warga Labuhan atas kehadiran dan apa yang dikumandangkan beliau, maka Zubir bin Amir Abdullah merubah bentuk penyebaran yang bersifat terang-terangan menjadi brsifat sembunyi-senbunyi dan itu dilakukan beliau kepada Keluarga beliau sendiri, ketika itu beliau jadi dipandang aneh oleh keluarga, karena apa yang dibawakan beliau, Kakak dan Abang-abang beliau pernah berkata bahwah Zubir bukanlah Zubir yang dulu.

Karena apa yang dibawakan beliau adalah Kebenaran yang dari Allah, yang tidak bisa diragukan jadi beliau tetap saja mengumandangkan Al-Qur’an ditengah-tengah keluarga beliau sendiri, sampai ketika beliau berjumpa dengan Abang tertuanya yaitu M.Risman bin Amir Abdullah, karena M.Risman bin Amir Abdullah adalah orang yang paham tentang ilmu Agama beliaupun menanggapi pembicaraan yang dibuatkan adiknya yang Paling kecil itu kepadanya.

Setelah beberapa kali melakukan pembicaraan kepada M.Risman bin Amir Abdullah maka semakin pahamlah beliau atas apa yang dibawakan adiknya Zubir bin Amir Abdullah, sebab itu pada tanggal 11 November 2001 tepatnya hari Ahad malam Isnin M.Risman bin Amir Abdullah menyatakan sikap percayanya dengan mengangkat Janji Setia (Bai’at) kepada Zubir bin Amir Abdullah serta ikut memperjuangkan apa yang dibawakan adiknya yang paling kecil itu.
Dengan demikian M.Risman bin Amir Abdullah adalah orang yang pertama dari pihak keluarga sekaligus orang yang pertama dari warga Labuhan yang percaya mengikuti Zubir bin Amir Abdullah, kemudian penyebaran dikalangan Keluarga diteruskan oleh M.Risman bin Amir Abdullah, sampai semua anggota keluarga percaya dan mengambil Janji Setia (Bai’at).

Dengan tunduknya semua angota keluarga pada kebenaran yang dibawakan Zubir bin Amir Abdullah maka ditetapkanlah Jadwal Pertemuan sekali dalam semiggu,hari yang diambil adalah hari yang sama dengan hari pembai’atan M.Risman bin Amir Abdullah yaitu Ahad malam Isnin, yang juga bertepatan dengan hari kelahiran M.Risman bin Amir Abdullah dan hari wafatnya Ayahanda yang ‘alim lagi ‘abid Al-Akhi Al-Mukarram Amir Abdullah Labuhan Deli.

Malam pertemuan yang ditetapkan tanpa sengaja jadi malam berjumu’ah sama seperti Perguan-perguruan lain yang mempunyai Jadwal tertentu untuk berjumu’ah. Malam pertemuan itu dibuatkan untuk menjelaskan apa sebenarnya yang di bawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah, yaitu Kebenaran yang harus ditegakkan dan semua itu sudah tertulis didalam KItab Suci Al-Qur’an, maka jelaslah bahwah mlam pertemuan yang dibuatkan hanya untuk menjelaskan Al-Qur’an yang selanjutnya untuk direalisasikan didalam bentuk kehidupan.

Jika ini adalah suatu perguruan yang dipimpin oleh Zubir bin Amir Abdullah yang mana setiap bentuk Perguruan bersifat mengajak, namun ajakan yang dibawakan Zubir bin Amir Abdullah ini bukanlah ajakan kepada satu golongan tertentu (STTARYYAH) saja, bukan mengajak untuk menjadi salah satu anggota Perguruan atau Pengajian yang hanya akan mengkotak-kotakan diri didalam satu nama Perguruan atau Pengajian yang akhirnya akan membangga-banggakan nama Perguruan atau Pengajiannya, tetapi ajakan yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ini adalah ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an, yang mana Al-Qur’an adalah Kitab yang “Qadim” berarti SEDIA, yang lebih jelas dikatakan bahwah al-Qur’an siap pakai setiap zaman.

Juga dengan hal yang demikian Zubir bin Amir Abdullah tidak pernah menyalahkan apapun yang didadapati dari SATTARYYAH maupun Perguruan-perguruan yang lain yang pernah disingahinya, artinya Zubir bin Amir Abdullah membenarkan semua bentuk ajaran disemua Perguruan apapun dan dimanapun yang keseluruhannya itu bersumber dari Al-Qur’an dan akan kembali dijelaskan Oleh Al-Qur’an itu sendiri.

Untuk lebih jauh memahami atau mengetahui apa yang akan dijelaskan dalam hal ini, memang tidak bisa kalau tidak mendatangi dan mengikuti Zubir bin Amir Abdullah selaku orang yang pertama membawakan hal ini, atau lebih jelasnya dikatakan Zubir bin Amir Abdullah selaku orang yang pertama mengumandangkan isi Kitab Suci Al-Qur’an secara gamlang dan nyata.
Malam berjumu’ah dilakukan untuk pertama kali dirumah Almarhum Ayahanda Al-Akhi Al-Mukarram Amir Abdullah Labuhan Deli, Almarhum Ayahanda wafat pada tanggal 11 Nopember 1990, semasa hidupnya beliau adalah seorang Imam di Masid Raya Al-Oesmani, salah satu Masjid yang bersejarah di Labuhan Deli.

Penyebaran selanjutnya dilakukan Zubir bin Amir Abdullah kepada karib kerabat beliau, sama seperti yang terjadi sebelumnya, para karib kerabat yang
mendengar cerita beliau menjahui beliau,

karena cerita yang didengar mereka dari Zubir bin Amir Abdullah tidak mudah dicerna oleh akal fikir mereka, beliaupun mendapat hujatan dari mereka yang dihadapi beliau dengan sabar dan tetap mengumandangkan Al-Qur’an dalam perkataannya atau tetap berbicara dengan kalam-kalam Tuhan.
Hanya beberapa dari karib kerabat yang dapat memahami apa yang diceritakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ketika adanya sikap responsive dari mereka, karena semakin pahamnya mereka atas apa yang dibawakan dan diterangkan oleh Zubir bin Amir Abdullah akhirnya mereka percaya dan mau menerima kehadirannya dan ingin mengikuti beliau dengan mengambil Janji Setia (Bai’at).

Setelah ikutnya beberapa orang dari karib kerabat, maka penyebaran yang bersifat tersembunyi dirubah kembali menjadi penyebaran yang bersifat terang-terangan, dengan demikian penyebaran semakin luas berkembang dengan pengikut yang juga bertambah.

Seiring dengan itu dibangunlah Rumah yang rencananya akan digunakan sebagai tempat berjumu’ah sesuai dengan perkembangan yang ada, Rumah yang dibangun berukuran lebih kurang 5 x 8 meter, letaknya di Jalan Chaidir No.1 Labuhan Deli Medan, dipinggiran Parit yang terpanjang di Labuhan Deli, menurut warga setempat parit tersebut sebelumnya lebih besar dari yang ada sekarang, dan sebelumnya juga parit tersebut digunakan sebagai perlintasan perahu-perahu barang untuk mengangkut dan mengantar barang ketujuan.

Karena perkembangan waktu dan Zaman yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat yang bermukim disepanjang pinggiran lintasan tersebut lamakelamaan menjadikan litas tersebut sebagai pembuangan limbah warga setempat sampai sekarang ini.

Nama Jalan Chaidir sebelumnya diberi nama oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Medan adalah Jalan Pabrik Papan, karema didaerah tersebut didapati Pabrik yang memproduksi papan, kemudian karena Pabrik tersebut tidak ada lagi maka nama jalanpun diganti menjadi Jalan Chaidir, dilokasi yang dulunya berdiri Pabrik papan itulah kemudian didirikan Rumah yang berukuran 5 x 8 meter yang akan digunakan untuk tempat berjumu’ah.

Pembangunan Rumah tersebut sempat terhenti disebabkan banjir yang datang ketika itu menggenangi seluruh Kota Labuhan Deli, kemudian pembangunan dilanjutkan lagi setelah banjir usai.

Penyebaran yang pesat dan semakin bertambahnya pengikut Zubir bin Amir Abdullah hingah bangunan yang berukuran 5 x 8 meter itu tak memadai lagi , maka dibangunlah satu Pendopo yang terpisah persis dibelakang Rumah yang dibangun sebelumnya.

Pendopo yang dibangun berukuran lebih kurang 6 x 18 meter yang bahannya hanyalah papan dan paku, bahan papan yang dipakai didapati dari Pohon Birah salah satu pohon yang terbesar dan tertua diantara pohon-pohon yang lain, yang tumbuh dihalaman belakang Masjid Raya Al-Oesmani, kayu dari Pohon Birah itulah yang diolah menjadi bahan papan untuk pembutan Pendopo tersebut.

Ketika proses pembangunan pendopo ini terjadi lagi banjir untuk kedua kali, yang lebih besar dari banjir yang pertama terjadi sebelumnya yang menggenangi Kota Labuhan Deli, pembangunan Pendopopun sempat terhenti, kemudian dilanjutkan lagi setelah banjir berlalu, setelah selesai kegiatan ber jumu’ah selanjutnya dilakukan di Pendopo.
Rumah yang pertama dibangun diserahkan kepada Zubir bin Amir Abdullah menjadi tempat tinggal beliau bersama Anak dan Istri beliau, sebelumya beliau bertempat tinggal sewa di Medan Tembung, dan pada tahun 2001 bulan May barulah pindah ke Jalan Chaidir No.1 Labuhan Deli Medan.
Kedua bangunan tersebut berdiri mengarah ke Utara, jika Matahari ketika terbit condong kesebelah kanan dari bangunan ini dan jika Mata hari aka terbenam menjahu kearah sebelah kiri dari bangunan ini.

Yang unik dari kedua bangunan ini adalah Pendopo yang bentuknya mirip Perahu, bangunan yang berkolong dengan lantai papan sesuain dengan atab yang terbuat dari daun rumbiah. Disinilah Zuber bin Amir Abdullah brsama orang-orang yang beriman (percaya) kepadanya menggodok program penyebaran yang tetap ber pedoman kepada Kitab Suci Al-Qur’an sebagai petunjuk Perjuangaan.
SEJARAH 02.
Mengingat Kebenaran yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ini adalah untuk semua golongan (Umat) Manusia di muka Bumi, baik yang pintar atau yang bodoh, golongan Hindu atau Buddah, Nasrani atau Islam itu sendiri, dan tak memandang apakah dia orang ta’at atau orang ma’siat, dari Barat sampai ke Timur Kebenaran ini memang harus disampaikan.
Dengan mengingat hal yang demikian, maka diambilah stu langkah bijak dengan membentuk satu Forum yang melibatkan para Maha Siswa didalamnya, Forum tersebut dinamai FORMASS (Forum Mahasiswa Sinar Syahid), FORMASS lahir Pada tanggal 11 Januari 2003, Forum inilah yang menjadi Wadah pengaturan mekanisme atau strategi penyebaran khususnya kepada kaum Intelektual, FORMASS dipimpin oleh M.Rizali.ST.
Karena adanya pengaduan dari masyarakat lingkungan IV Kelurahan Pekan Labuhan dan laporan dari Lembaga Dakwah Bina Umat (LDBU) melalui surat yang tertanggal 02 Muharam 1424.H serta hasil pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dengan Camat Medan Labuhan juga kepala KUA Medan Labuhan serta melibatkan MUSPIKA kecamatan Medan Labuhan, pada tanggal 03 April 2003 yang dibuatkan mereka untuk membahas apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah.
Dengan hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengirimkan surat kepada Zubir bin Amir Abdullah melalui Camat Medan Labuhan yang tanggal Penulisannya 01 syafar 1424.H atau 2003.M dengan nomor surat 91/MUI/MIN/2003, dengan hal undangan klarifikasi pada hari Selasa 8 April 2003.M pukul 10.00 WIB, bertempat dikantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat II Kota Medan, Jalan Amaliun/Nusantara. no.3 medan, ditanda tangani Oleh Drs.H.M Nizar Syarif selaku Ketua umum dan Sekretarisnya Drs.H.Harmyn Tanjung, surat ini diterima pada tanggal 7 April 2003.
Untuk Menanggapi surat tersebut pada tanggal yang sudah ditetapkan didalamnya Zubir bin Amir Abdullah dengan beberapa orang Sahabat juga didampingi oleh FORMASS, segara menghadiri undangan, tapi mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB para pengundang yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak ada yang datang, karena tidak konsekwennya para pengundang saat itu maka Zubir bin Amir Abdullah dengan para Sahabat dan juga FORMASS harus meninggalkan ruanggan, karena waktu sudah lewat dari batas yang sudah ditetapkan……….
Beberapa hari berlalu setelah undangan bohong tersebut, beredar berita disurat kabar yang mengatakan Zubir bin Amir Abdullah membawa paham sesat, tulisan Wartawan yang belum diketahui identitasnya ini diberi judul, “RATUSAN WARGA LABUHAN DELI DEMO KE MUI SUMUT TUNTUT AJARAN SESAT DIBUBARKAN” Dengan segera FORRMASS harus mencari tahu sumber berita tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas penulisannya, namun bersamaan dengan itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengirim surat yang kedua kali, tertanggal 09 Syafar 1424.H atau 12 April 2003.M, dengn nomor surat 93/MUI-MDN/IV/2003, hal undangan klarifikasi pada hari Selasa tanggal 15 April 2003.M, di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat I Sumatra Utara, Jalan Sutomo Ujung/Majelis Ulama Indonesia. No.3 Medan, dengan pokok acara diskusi tentang ajaran yang dianggap meresahkan Masyarakat, surat ini ditandatangani juga oleh Drs.H.M.Nizar Syarif selaku Ketua dan Sekretarisnya Drs.H.Harmyn Tanjung.
Undangan yang Kedua kali ini juga di hadiri Oleh Zubir bin Amir Abdullah dengan beberapa orang Sahabat dan FORRMASS, di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat I Sumatra Utara Medan, disinilah para pengundang yang tak konsekwen pertama tadi menunjukan wajah-wajah mereka.
Sewaktu pembicaraan berlangsung yang dibuka oleh majelis Ulama Indonesia (MUI), disini FORMASS secara tegas menanyakan kepada mereka tentang penulisan berita disurat kabar yang beredar sebelum pertemuan diskusi ini dibuatkan, namun entah sedang menutupi sesuatu yang diketahui atau memang karena mereka adalah orang-orang yang tidak pernah tahu apa-apa sedikitpun, lalu pertanyaan yang dilemparkan oleh FORMASS kepada pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijawab oleh mereka dengan mimik yang tidak memuaskan.
Kemudian jika apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah adalah Paham sesat yang dituduh dampaknya dapat meresahkan Masyarakat, FORMASS minta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat menunjukan dimana sesatnya, dan juga meminta kepada mereka agar dapat meluruskan, namun dua hal yang diserahkan oleh FORMASS ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), merka (MUI) tidak dapat memberikan jawaban dan keputusan apa-apa, padahal semua bentuk serta keterangan dari apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah dengan Pengumandangan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an kepada para Pejabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika itu sudah di paparkan dengan jelas dan terang, akhirnya diskusi yang dibuatkan Majelis Ulama Indonesia (Mui) itu ditutup oleh mereka tanpa keputusan apapun.
Entah Sedang menyusun langkah atau scenario baru, pokok-pokok masalah yang dibuatkan Majelis Ulama Indonesia dengan Sekutunya untuk sementara waktu terlihat dingin dan tenang-tanang saja, dalam masa itu tanpa ada perncana sebelumnya, di Masjid Raya Al-Oesmani Labuhan Deli pada hari Jum’at terakhir Tahun 1424.H atau 2003.M, Pukul 13.30 WIB didepan Jama’ah Jum’at yang tak bisa pulang ketika itu sebab hujan turun sangat derasnya, dan sewaktu pengumandangan itu api Majusi (listrik) padam se Kota Madya Medan hingga Stabat, kembali menyala pada malam hari pukul 23.00 WIB, masa itu Umat Islam diseluruh Dunia sedang menjalanka ibadah puasa Ramadhan.
Kemudian pengumandangan juga dilakukan di masjid Baiturrahman Brayan bengkel, hanya dalam waktu 5 (lima) menit yang bukan termasuk dalam tertib acara diberikan kepada Zubir bin Amir Abdullah, tepatnya hari Ahad tanggal 27 Rajab 1425.H atau 2004,M, pukul 11.00 WIB didepan para maulai-malai (pemuka Agama) yang inagin menyatukan Umat Islam, sengaja diundang oleh perguruan Attauwwabiin selaku Panitia peringatan Isra’ wal Mi’raj.
Stelah pengumandangan didua Masjid tersebut, pada tanggal 27 oktober 2004 terjadi penyerangan yang berbentuk pelemparan Pendopo, dilakukan oleh ratusan Warga Labuhan Deli yang sudah terpropokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, karena restu Allah penyerangan dapat dihentikan dengan terlukanya salah seorang dari pihak Warga yang melakukan penyerangan sebab pembelaan diri yang dilakukan oleh M.Hasbullah, seorang Sahabat (pengikut) Zubir bin Amir Abdullah, ………..
( Red : Mudah – mudah Allah melindungi kekasihnya dalam menegakkan syariat islam terus berkummandang Al Qur’an hingga kepelosok dunia, hingga dajjal tak dapat menjalankan fitnahnya kembali……
     
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.
Qs. 36 Ya Sin 17.

       
21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. 36 Ya Sin 21
)

“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”

   •   •                   
80. Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu Hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

      
        
31. Hai kaum kami, terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
QS. 46 Al – Ahgaf 31

                   
32. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.
QS. 46 Al – Ahqaf 32

………

…..

Ditulis dalam SEJARAH PERJUANGAN AL MAHDI | Bertanda: | 2 Komentar »

PEMBEBASAN ASBULLAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

Medan, 1 April 2005

Kepada Yth
Nur Aslam Bustaman, SH
HAKIM KETUA KASUS HASBULLAH
Di
Tempat

Assalamu ‘alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Sehubungan dengan surat saya tertanggal: Medan, 4 Maret 2005; yang intinya supaya membebaskan Asbullah, murid saya, karena dia sudah berbuat sesuai prosedur, tidak digubris. Malahan pada hari Selasa, 29 Maret 2005 Hakim menjatuhkan vonis 7 Bulan penjara, artinya Aku telah dikalahkan. Pada hal menurut pasal 49 ayat 1 KUHP berbunyi :
1. Barang siapa melakukan perbuatan, yang terpaksa dilakukannya untuk mempertahankan dirinya atau diri orang lain, mempertahankan kehormatan atau harta benda sendiri atau kepunyaan orang lain, dari pada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan segera pada saat itu juga, tidak boleh dihukum.
Maka kembali aku memberi peringatan kepada kamu dengan Kalam-Kalam Tuhan sebagaimana aku telah memberi peringatan pada suratku yang lalu sebagai ancaman bagi orang-orang yang tidak perduli dengan ayat-ayat Tuhan dan menyombongkan diri.

Fada’aa rabbahuu annii maghluubun fantashir. Fafatahnaa abwaabas samaa-i bimaa-in munhamir. Wa fajjarnaal ardha ‘uyuunan faltaqal maa-u’alaa amrin qad qudir. Wa hamalnaahu ‘alaa dzaati alwaahin wa dusur

Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku yaa Tuhanku). Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan kami angkut dia ke atas yang terbuat dari papan dan paku.

Kadzdzabat ‘aadun fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim riihan sharsharan fii yaumi nahsin mustamirr. Tanzi’un naasa ka-annahum a’jaazu nakhlin munqa’ir. Fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Wa laqad yassarnaal qur`aana lidzdzikri fahal min muddakir.

Telah mendustakan kaum ‘ad; maka alangkah dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus. Yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang. Maka betapa dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alqur`an untuk pelajaran; maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Kadzdzabat Tsamuudu bin nudzur. Faqaaluu abasyaran minnaa waahidan nattabi’uhu; innaa idzal lafii dhalaalin wa su’ur. A ulqiyadz dzikru ‘alaihi min baininaa bal huwa kadzdzaabun asyir. Saya’lamuuna ghadan manil kadzdzaabul asyir.

Telah mendustakan pula kaum Tsamud dengan ancaman-ancaman itu. Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) diantara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu (mengikutinya), benar-benar kita berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah zikir (wahyu) itu diturunkan ke atasnya diantara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Kadzdzabat qaumu luuthin bin nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim haashiban illaa aala luuthin najjainaahum bisahar. Ni’matan min ‘indinaa; kadzaalika najzii man syakar. Wa laqad andzarahum bathsyatanaa fatamaarau bin nudzur.

Kaum Luthpun telah mendustakan ancaman-ancaman. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang membawa batu-batu, kecuali keluarga Luth; mereka Kami selamatkan diwaktu sebelum fajar menyingsing. Sebagai mi’mat dari Kami; demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Walaqad jaa-a aala fir’aunan nudzur. Kadzdzabu bi aayaatinaa kullihaa fa-akhadznaahum akhdza ‘aziizin muqtadir.

Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mu’jizat-mu’jizat Kami kesemuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Ini sebagian ayat yang aku ancamkan kepada kamu sekalian, supaya dapat kamu mengambil pelajaran dan mudah-mudahan kamu tidak termasuk orang yang dzalim.
Wabillaahi taufiq wal hidaayah,
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Saya, seorang pemberi peringatan yang nyata

(M. Zubir Amir anak Amir ‘abdullah Labuhan Deli)

N.B:

• Wa maa arsalnaa fii qaryatin min nabiyyin illaa akhadznaa ahlahaa bil ba`saa-i wadh dharraa-i la’allahum yadhdharra’uun.
Dan tidak pernah Kami mengutus pada suatu negri seorang pembawa beritapun melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan, supaya mereka mau tunduk merendahkan diri.

• Walau anna ahlal quraa aamanuu wat taqau lafatahnaa ‘alaihim barakaatin minas samaa-i wal ardhi wa laakin kadzdzabuu fa akhadznaahum bimaa kaanuu yaksibuun.
Jikalau sekiranya penduduk negri percaya dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan, maka Kami timpakan azab kepada mereka disebabkan perbuatan mereka.

Insya Allah peringatan ini juga saya sampaikan kepada yang terhormat :
1. Presiden Republik Indonesia
2. Kepala Polisi Republik Indonesia
3. Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia
4. Gubernur Sumatera Utara
5. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara
6. Walikota Medan
7. Hakim Ketua Kasus Asbullah

Ditulis dalam PEMBEBASAN ASBULLAH | Bertanda: | Leave a Comment »

FORUM MAHASISWA BERSAMA ANTI KORUPSI DAN PENINDASAN

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

PERNYATAAN SIKAP

 

Melihat kondisi masyarakat yang semakin memahami mengenai hukum dan Undang – Undang yang mempunyai dampak positif dan negative dimana dampak positifnya masyarakat lebih menahati hukum dan tidak bisa di main – mainkan oleh oknum – oknum pelaku penegakan hukum.dampak negative yang sering terjadi di mana terjadi pengaduan dan penjebakan – penjebakan yang di lakukan untuk menjerat seseorang melalui hukum itu sendiri,di mana perlunya aparatur Negara baik Kepolisian ,Jakasa dan Hakim yang pintar membaca permasalahan dan juga benar – benar melakukan penegakan hukum bukan oknum – oknum pejabat hukum yang hari ini juga banyak melakukan penyelewengan hukum dengan memakai baju hukum dan berlandaskan oleh Undang – Undang untuk memperkaya diri dan melakukan penindasan ke pada rakyat.Di mana yang selalu menjadi korban adalah rakyat di mana kalau tidak jelinya pihak ke Polisian dalam melihat masalah terjadi yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah.kalau yang benar menjadi salah dan menjalani hukuman tahanan coba kita bayangkan bersama apabilah dia kepala keluarga kemana istri dan anaknya untuk mencari nafkah.dan efek –efek lainnya yang harus kita lihat. Sehubungan dengan hal di atas adanya permasalahan yang terjadi.

 

 Adapun kronologis singkat kejadian bermula dari isu yang tersebar bahwa pengajian yang berada di Pendopo Sinar Syahid merupakan ajaran sesat.Yang di sebarkan oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab, sampai datang Organisasi Islam yang mengatas namakan FPI pada tanggal 20 Januari 2008 dan terjadi diskusi dengan pengurus HIMPASS dengan kesimpulan bahwa FPI menyatakan tidak ada permasalahan mengenai pengajian tersebut dalam arti kata bahwa FPI menyatakan isu tersebut bohong, tertuju perusakan dan penyerangan yang terjadi pada tanggal 21 january 2008 berkisar jam 20:30 pada oknum Azis di karenakan sebelum ke pulangan FPI beliau berada di dekat Pendopo dan menyatakan akan mengancurkan pendopo tersebut di nyatakanya karena sesat dan menghimbau siapa yang mempertahankan pendopo rumahnya akan kami bakar,dan malam kejadian penyerangan saudara Azis berada di tempat dan memimpin penyerangan dengan menggunakan kelewang panjang dan mamakai cadar warna hitam. dan sangat disayangkan waktu kerusuhan terjadi dan belum memakan korban adanya oknum kepolisian di lapangan tetapi tidak bisa berbuat banyak sehingga terjadi korban baik dari pihak pendopo yang berjumlah tujuh orang dengan kelompok azis yang berjumlah berkisar 200 orang, adapun siap menjadi saksi adalah Alan Sutopo, Sugeng Minardi, Suarianto, Rudi Iskandar, Supianto dan Ilham Junaidi. Secara logika Hukum tidak di benarkan melakukan perusakan dan main hakim sendiri ke pada seseorang atau kelompok.

 

 Di mana Negara kita adalah Negara hukum semua masalah ada bagian – bagian yang memutuskan benar atau salahnya suatu seseorang atau pun kelompok.Juga dari kondisi massa yang ada dan persiapan yang di lakukan sudah jelas kelompok azis memakai peralatan lengkap baik kelewang, bom melotop, batu dan tali untuk mengikat tiang pendopo untuk merubuhkan. Ini merupakan jelas – jelas penyerangan yang di rencanakan.Dan di lihat dari massa HIMPASS yang hanya tujuh orang apa mungkin dan melawan dan melakukan penganiayaan seperti yang terjadi pada kelompok azis Cs sementara korban dari pihak HIMPASS berjumlah empat orang.

 

Adapun khasus ini sangat di sayangkan apabila pihak kepolisiahan tidak memandang jeli masalah ini dan mengukum orang – orang yang tidak bersalah.di mana saat ini salah satu dari tujuh orang yang merupakan Majelis Penesehat Himpunan HIMPASS yang bernama Ilham Junaidi berada di tahanan kepolisian yang di nilai telah melakukan penganiyayaan waktu terjadinya penyerangan,dan sangat di sayangkan kelompok Azis dan kawan – kawan yang melakukan penyerangan sampai saat ini belum juga di tangkap sementara telah ada pengaduhan oleh saudara Dedy Andri ke Kapolsek Belawan dengan No.Pol,:STPL/32/I/2008/Belawan Tabes Tanggal 21 January 2008 ( Terlampir ) dan di jawab Kapolsek dengan Nomor : K/102/I/2008 Tanggal 25 january 2008 (Terlampir)di serahkan KEPOLTABES MS dan sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya Sehubungan dengan hal di atas kami dari FORUM BERSAMA ANTI KORUPSI DAN PENINDASAN ( FMBAKP ) Menyatakan sikap sebagai berikut :

 

1. Meminta kepada aparatur Hukum agar benar – benar menjalankan penegakan hukum yang sebenar – benarnya,sehingga tidak terjadi penyelewengan hukum dan mencari kekayaan dalam proses penegakan hukum terutama pihak Kepolisian yang merupakan barisan terdepan dalam menegakan hukum di Indonesia.

2. Meminta KAPOLTABES agar meninjau khasus perusakan dan penyerangan yang terjadi pada pendopo HIMPASS serta meninjau kembali mengenai penangkapan saudara Ilham Junaidi yang merupakan korban dalam permasalahan ini yang sekarang menjadi terdakwa atas tuduhan penganiayahan yang berada di tahanan MAPOLTABES MS.

3. Meminta para kepala penegakan hukum yang merasa tidak mampu dalam menangani permasalahan hukum di Sumatera Utara khsusnya Kota Medan agar segera mundur dari jabatannya.

4. Meminta Kepada DPRD SU Dan DPRD Medan agar memantauh permasalahan hukum di Sumatera Utara khususnya Kota Medan.di mana banyaknya permasalahan dan khasus – khasus yang hari ini kami nilai khasus – khasus tersebut banyak yang tidak terselesaikan juga banyaknya khasus yang awalnya tidak akan terjadi apabila pihak Kepolisian tanggab dan cepat mengantisipasi permasalahan tersebut seperti khasus perusakan dan penyerangan Pendopo HIMPASS.

5. Jangan jadikan baju hukum dan Undang – undang untuk mencari kekayaan dan membuat penindasan terhadap rakyat yang lemah.

 

Demikianlah pernyataan sikap ini kami sampaikan atas wujud kepedulian kami terhadap nusa dan bangsa FORUM MAHASISWA BERSAMA ANTI KORUPSI DAN PENINDASAN ( FMBAKP )

koordinator bersama ARIF TAMBUSE ARENZO MAPANCAS FORMAPEM

DESRIZAL M.SABANDI HIMPASS

LKSM-UP

Tembusan :

PRESIDEN RI

KAPOLRI

DPR RI

KAPOLDASU

DPRD SU

DPRD MEDAN

aksi pada hari selasah 18 maret 2008 di bundaran SIB,DPRD SU,DPRD MEDAN dan KAPOLTABES. DPRD SU akan mengagendakan memanggil KAPOLTABES MS di atas tanggal 16 April 2008 untuk menggelar musyawara bersama.

Ditulis dalam 7. FORUM MAHASISWA BERSAMA ANTI KORUPSI DAN PENINDASAN | Bertanda: | Leave a Comment »

KRONOLOGI UNDANGAN MUI SUMUT KEPADA FORMASS

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

  

Kami (FORMASS) tiba di Kantor MUI pukul 09.55 WIB.  Yang ada hanya piket.  Samsul Bahri (orang MUI) hadir pukul 10.30 WIB.  Pertanyaan Samsul Bahri tentang identitas kami  (Rahmat Syawal dan Taufiq Rahman) di jawab dengan tidak sedikitpun bersembunyi bahwa kami adalah Ketua dan Sekretaris FORMASS yang diundang MUI tk. I Sumut pukul 10.00 WIB.  Berselang waktu sangat berharga baru datang yang lain (seorang perempuan, kemudian 3 orang lagi perempuan, Sanusi).

Pukul 11.05 WIB, Samsul Bahri mempersilahkan masuk ke ruangan diskusi.  Diskusi dimulai pukul 11.15 WIB yang sebagai pemimpin diskusi adalah Samsul Bahri.  4 orang perempuan dan pimpinan sidang (Samsul Bahri) sebagai anggota MUI dan Sanusi sebagai Wakil Sekretaris Bid. Fatwa Sumut.

Pembicaraan pertama berkisar tentang hasil Rakernas MUI 2007 sebulan lalu lebih dan usulan kami terhadap organisasi MUI supaya lebih proporsional karena memakai nama Ulama.

Ketika pembicaraan sampai kepada masalah MUI tahun 2004 yang mengatakan bahwa ayat yang dikumandangkan Aljabir adalah untuk orang dulu, mereka (MUI) menanyakan siapa orangnya, sebutkan namanya.  Karena kapasitas yang berkata waktu itu adalah organisasi MUI, maka kami tak sebut namanya.

Ayat yang dibacakan Aljabir tahun 2004: hattaa idzaa halaka qultum lan yab’atsallaahu min ba’dihii rasuula.  Kadzaalika yudhillullaahu man huwa musrifun murtaab.  Si MUI yang duduk tepat disebelah kiri Aljabir menanyakan ayat berapa.  Setelah diberi tahu, lalu membacanya, kemudian berkata : “Ini dulu pak Jubeir” (mungkin karena dilihatnya awal ayat tersebut berbunyi, wa laqad jaa-akum yuusufu min qablu bil baiyyinat).  Aljabir tetap membacakan Alqur`an ketika si MUI berkata : “Ini dulu pak Jubeir” dengan ayat : idzaa tutlaa ‘alaihi aayaatunaa qaala asaathiirul auwwaliin (apabila kamu bacakan ayat-ayat Kami, ia berkata ini cerita orang-orang dulu).

      

Ditulis dalam KRONOLOGI UNDANGAN MUI SUMUT KEPADA FORMASS | Bertanda: | Leave a Comment »

TELAH DIPERANGI ISLAM PADA BULAN HARAM – imam mahdi

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

194.  Bulan Haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, Maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. 

 Bagi Islam yang beriman, Alqur`an adalah pedoman hidup dan sebaik-baik hakim.  Telah diperangi orang-orang yang percaya dengan Alqur`an yang disampaikan oleh Aljabir di Bagan Deli.  Tepatnya hari Senin, 21 Januari 2008 ± jam 21.00 WIB atau 13 Muharram 1429 H. 

130.  Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia Telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. 

Orang kafir yang bersaksi dengan diri sendiri, setelah datang orang-orang yang membacakan Alqur`an (orang-orang yang telah diberi ni’mat keatas mereka; ni’mat Alqur`an), tidak mau bersyahadat (bersaksi) baik dengan ikrar apalagi dengan I’tiqad yang benar.  Bahwa aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi Muhammad Utusan Allah atau “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah”.Orang kafir (bersaksi dengan diri sendiri setelah datang yang menyampaikan ayat-ayat Allah dan memberi peringatan sekarang ini), membuatkan fitnahan dengan mengatakan syahadatnya berubah, yaitu “Jubir Rasulullah”.  Mungkin mereka tidak akan berhenti dengan fitnahan ini sampai hari kiamat atau sampai Islam sebagai agama yang disisi Allah menang.      

 Tertanda   

 (A L J A B I R) 

Ditulis dalam TELAH DIPERANGI ISLAM PADA BULAN HARAM | Bertanda: | Leave a Comment »

SUMUT POS

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 20, 2008

Rabu, 23 Januari 2008
Allah Tuhan Kami, Muhammad Rasul Kami
Majelis Pengajian Sattariyah Tariqat menolak keras dan sangat marah atas tudingan masyarakat yang menyatakan, guru mereka Zubir bin Amir dicantumkan dalam syahadat menggantikan Rasul Muhammad SAW.

———————

”Syahadat kami Asyhadualla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah. Tuhan kami Allah SWT. Zubir Amir adalah ulil amri, pemimpin kami,” tegas Ilham Junaidi, Ketua Majelis Penasihat Himpunan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pemuda Sinar Syahdi (DPP Himpass) yang juga murid Zubir Amir kepada wartawan, tadi malam.

Ilham Junaidi memaparkan, kebencian masyarakat terhadap pengajian Sattariyah Syahid Tariqat yang dipimpin guru mereka Zubir Amir sangat kental dengan konspirasi antara sejumlah ustad dan Kepolsisin Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Belawan. Sebab, pendopo mereka di Bagan Deli terletak di lahan yang akan dijadikan pertapakan Polres KP3 Belawan.

Prediksi itu, karena ketika menyelesaikan masalah lahan ini, Ilham tidak diundang ke Poldasu. Yang diundang justeru Polmas setempat. ”Masyarakat terprovokasi dengan kebodohan, ketidaktahuan dan keterbukaan. Seharusnya untuk menyelesaikan masalah ini kita harus duduk bersama. Baik MUI, kepolisian dan masyarakat,” harapnya.

Himpass, lanjut dia, didirikan bertujuan untuk mengaktualisasikan anak-anak muda Sattariyah Syahid Tariqat agar dapat berbakti kepada bangsa, negara dan agama. Lembaga ini merupakan organisasi kepemudaan, bukan agama, berazaskan kepada Al-Qur’an Hadits, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

DPP lembaga ini bermasrkas di Jalan Marginda Kelurahan Pekan Labuhan. Sedangkan pendoponya terdapat di Jalan Yos Sudarso Lingkungan 4 Kelurahan Mertubung Medan Labuhan, Bagan Deli, Kampung Kurnia, Belawan Bahari dan Belawan-I Kecamatan Medan Belawan. Di Pendopo Pusat Pekan Labuhan Ketuanya Arifin, Sekretaris Zufrizal. Di Medan Utara, anggotanya berjumlah 1.500 orang. Pendopo yang berjumlah anggota lebih banyak terdapat di Bagan Dali, sekitar 100 orang. Setiap pendopo rata-rata berjumlah 60 anggota. Pendopo Pusat menggelar pengajian setiap Minggu malam.

Sebelum insiden terjadi Senin malam lalu, Ilham mengaku ditelpon Ketua PAC Himpass Medan Belawan, Dedi Andri sekira pukul 20.00. Dia diberitahu seputar adanya massa Bagan Deli yang akan menyerang pendopo mereka. Begitu Ilham tiba, dia melihat sekelompok massa.

Sedangkan anggota pengajian Ilham hanya tujuh orang. Dalam insiden itu, pendopo mereka dilempari bom molotov dan batu. Tangan Ilham terkena pukulan broti. Dia lalu membalas dengan menyiram pasir. ”Sekitar 500-an warga menyerbu kami. Insiden berlangsung sekitar dua jam. Polisi sempat membiarkannya baru kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara,” urainya.

Sekira pukul 01.00 WIB Ilham baru mengetahui korban berjatuhan. Sejumlah empat anggota mereka ikut menjadi korban. Yakni Abdul Rivai, Dudi Iskandar Lubis, Jumiono dan Supianto.

Untuk mengusut kasus ini, mereka mengadu kemarin ke Poltabes. Jika tidak disahuti, mereka akan meminta perlindungan kepada LBH Medan, dan meminta suaka ke Amerika Serikat.

Ilham menyatakan heran, kenapa tudingan kepada pengajian ini muncul kembali. Sebab sebelumnya antara FPI dengan Muspika telah diselesaikan. Hasilnya, pengajian ini dipersilakan beraktivitas. Tetapi kemudian, muncul selebaran gelap yang menayatakan Ilham memiliki guru yang mengaku Tuhan, pada 2003. ”Tudingan adanya ajaran sesat kepada kami itu awalnya muncul dari salah seorang yang bukan anggota pengajian kami,” sebut Ilham.

Dia mengaku, selama tujuh tahun berguru kepada Zubir Amir, gurunya itu tidak pernah memproklamirakn dirinya menjadi Rasul, apalagi sebagai Tuhan seperti yang dilontarkan sejumlah ustad. Inti pengajian yang diajarkan Zubir Amir, mengajak ikhwannya yang tidak salat agar salat. Yang berbusana tidak sopan agar berbusanaa sopan. Yang berbuat tidak baik menjadi bersikap lebih baik. ”Ajaran kami mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadits. Kami ditanamkan aqidah dan tauhid,” cetusnya.

Menghadapi tudingan sebelumnya, mereka sempat mengadu ke Poltabes Medan pada 2003. Pengajian mereka dipersilakan untuk beraktivitas kembali. Namun provokasi dan eksploitasi kebodohan serta fitnah selanjutnya muncul kembali, dilontarkan oleh sejumlah ustad.

Korban di pihak warga dan mantan pengajian ini terhitung sekitar 24 orang. Yakni, 20 warga luka ringan dan dua warga mengalami luka kritis. Kedua warga itu yakni Supriadi alias Barjo, 35, dan Guri Tomo alias Wirin, 30. (joni samiran)

Ditulis dalam SUMUT POS | Bertanda: | 1 Komentar »

HIMPASS DAN PBHI

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 20, 2008

BERITA LENGKAP

23 Januari 2008 18:27:51
Kelompok Sinar Syahid Diserang, Korban 29 Orang
Jakarta, PBHI News

Kelompok atau jamaah Sinar Syahid yang percaya pada pemimpin akhir zaman (Al Mahdi), beberapa tahun terakhir dituduh menyebarkan “ajaran sesat”, telah menjadi korban penyerangan yang diduga dilakukan ratusan orang berasal dari penduduk setempat dengan membawa senjata tajam dan batu, Senin malam (21/1), mengakibatkan sebanyak 29 orang mengalami luka-luka.

Ketua Komite Pengarah Jaringan Kerja Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan yang juga Sekretaris Badan Pengurus Nasional PBHI Suryadi Radjab mengungkapkan peristiwa penyerangan itu, Rabu (23/1) di Sekretariat Nasional PBHI, Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan PBHI, Suryadi mengatakan, sekitar 29 orang menjadi korban penyerangan. “Selain menderita luka-luka karena kena sabetan senjata tajam dan pelemparan batu, jamaah Sinar Syahid juga tidak dapat menjalankan aktivitas pertemuan (jumu’ah) karena pendopo mereka mengalami kerusakan dan dipagari dengan garis polisi (police line),” ungkapnya.

Fatwa MUI

Penyebaran ajaran Sinar Syahid yang dimulai sejak 2000 dipantau oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan maupun Provinsi Sumatera Utara. Pendopo atau pondok sebagai sarana pertemuan jamaah, terletak di Jalan Chaidir No. 1, Labuhan Deli, Kota Medan. Bagian dari rumah sederhana ini juga menjadi tempat tinggal Zubir bin Amir Abdullah yang dinabalkan gelar Al-Qhalidi. Dia tinggal bersama keluarganya.

Dakwah yang dijalankan Zubir bin Amir Abdullah berhasil mengikat janji setia (bai’at) dari para pengikutnya. Dengan pengikut yang bertambah, maka dibentuk Himpunan Pemuda Sinar Syahid (Himpass) dan kemudian Forum Mahasiswa Sinar Syahid (Formass) pada 11 Januari 2003.

Aktivitas dakwah dan pertemuan jamaah Sinar Syahid mendapat tanggapan negatif dari MUI sebagaimana yang tercermin dalam pertemuan MUI Kota Medan dengan Camat, Kepala KUA serta melibatkan Muspika Medan Labuhan pada 3 April 2003, berdasarkan klaim pengaduan dari Kelurahan Pekan Labuhan dan laporan dari Lembaga Dakwah Bina Umat (LDBU).

Sejak 8 April, Zubir bin Amir Abdullah dan para pengikutnya mulai berurusan dengan MUI karena memenuhi undangan di Kantor MUI Kota Medan, Jalan Amaliun/Nusantara No. 3 untuk klarifikasi, tapi justru tidak dipenuhi pihak MUI sendiri. Dan beberapa hari kemudian, tersebar berita di surat kabar yang melaporkan warga Labuhan Deli demo menuntut “ajaran sesat” dibubarkan.

Silang pendapat menghangat ketika pertemuan antara MUI dengan kelompok Sinar Syahid melibatkan Formass yang berlangsung pada 15 April 2003 di Aula Kantor MUI Sumut, Jalan Sutomo Ujung No. 3 Medan. Formass banyak mengajukan pertanyaan termasuk menunjukkan di mana letak sesatnya, namun jawaban MUI tidak memuaskan mereka. Pertemuan ini berakhir tanpa menghasilkan apa-apa, kecuali ketidakpuasan bagi Zubir bin Amir Abdullah dan para sahabatnya.

Ketegangan hubungan dengan pihak MUI. Pada 27 Oktober 2004, mulai terjadi pelemparan atas pendopo Sinar Syahid yang diduga dilakukan warga Labuhan Deli. November 2007, DPP Himpass menanggapi hasil Rakernas MUI yang menetapkan sepuluh kriteria sebagai pedoman identifikasi aliran sesat salah satunya adalah melakukan penafsiran Al-Qur`an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.

Tuduhan “ajaran/aliran sesat” itu merupakan pemicu berbagai aksi intoleransi atas dasar agama atau keyakinan, bahkan intoleransi ini telah dapat diduga sebagai tindak kejahatan. Peristiwa terakhir sudah memperjelas sejumlah orang terluka bacokan senjata tajam, kena tombak dan lemparan batu.

Tegakkan hukum

Langkah yang ditempuh Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Medan adalah untuk menegakkan hukum. Karena dua korban, Supriadi (33) dan Wagimi (31), mengalami luka serius. “Supriadi luka bacok di kepala dan sekujur tubuh, sedangkan menderita ditembus tombak di bagian dada,” ujar Suryadi.

Kepala Poltabes Medan Komisaris Besar (Kombes) Pol Bambang Sukamto mengatakan, pihaknya baru memeriksa tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan. “Saat ini kami sedang mengusut apa motif dan siapa yang berada di balik penyerangan,” katanya di Markas Poltabes Medan, Jl HM Said, Medan.

Bambang juga menegaskan, aliran sesat atau tidak, bukan urusan kepolisian. “Kami hanya akan mengusut tindak pidana penyerangan seperti penganiayaan dan perusakan milik orang lain,” tegasnya.

Suryadi mengapresiasi langkah yang ditempuh Poltabes Medan untuk penegakan hukum. “Kelihatannya Poltabes berusaha untuk menindak pelaku tindak pidana yang merusak tubuh dan dapat mengancam jiwa orang lain. Langkah ini memang sudah merupakan tugas profesional polisi supaya dapat menghentikan pelaku dan tidak lagi bebas berkeliaran untuk mengulangi perbuatannya,” tandasnya. (eye)

Ditulis dalam 4. BERITA KORAN TENTANG HIMPASS | Bertanda: | 1 Komentar »

BERITA HARIAN INDONESIA BARU

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 20, 2008

Mar
19
Massa FMBAKP Unjuk Rasa ke DPRDSU, Tuntut Legislatif Awasi Jalannya Proses Hukum
Medan Kita
Add comments

Medan (SIB)
Puluhan massa berpakaian hitam-hitam yang menamakan dirinya FMBAKP (Forum Mahasiswa Bersama Anti Korupsi dan Penindasan) unjuk rasa ke DPRD Sumut, Selasa (18/3) menuntut lembaga legislatif, baik Propinsi maupun Medan agar tetap mengawasi jalannya proses penegakan hukum di daerah ini.
“DPRD Sumut dan Medan harus tetap proaktif awasi proses hukum, karena banyak kasus hingga kini tidak terselesaikan dan banyak kasus seyogianya tidak terjadi, jika cepat diantisipasi permasalahannya, termasuk perusakan dan penyerangan pendopo HIMPASS di Belawan,” ujar pengunjuk rasa.
Berkaitan dengan itu aparatur hukum diminta benar-benar menjalankan penegakan hukum, sehingga tidak terjadi penyelewengan, termasuk mencari kekayaan dalam proses penegakan hukum.
“Jangan jadikan baju hukum dan UU untuk mencari kekayaan dan membuat penindasan terhadap rakyat yang lemah,” tegas pengunjuk rasa sembari menyerukan agar hukum tetap dijadikan panglima.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa ini juga meminta kepolisian meninjau kasus perusakan dan penyerangan pendopo HIMPASS dan meninjau kembali penangkapan Ilham Junaidi sebagai korban yang dijadikan terdakwa atas tuduhan penganiayaan yang berada di tahanan Mapoltabes.
Aksi mahasiswa itu diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Ir Edison Sianturi dan sangat sepakat dengan aspirasi yang disampaikan pengunjuk rasa, termasuk tuntutan mengawasi jalannya proses hukum, karena lembaga legislatif salah satu tugasnya juga mengawasi jalannya pemerintahan. (M10/g)

Ditulis dalam 3. BERITA | Bertanda: | Leave a Comment »

ISLAM KAFFAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 14, 2008

ALI IMRAN 31
“JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH, IKUTILAH AKU”

Qs. 4 An – Nisa 59
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH, dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ULIL AMRI diantara kamu.
Kemudian :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH ( Al Quran ) dan Rasul ( Sunnah Nya ). Jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.

QS. 4 An Nisa 164
Dan ( Kami telah mengutus ) Rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka ke padamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung dengan Musa.

QS. 14 Ibrahim 1
Al Qur’an diturunkan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang ( cahaya yang terang )

Qs. 72 Al – Jinn 16
“Jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan Allah ( Agama ISLAM ) benar-benar kami akan memberi kepada mereka nikmat yang besar.

Qs. 36 Ya Sin 17.
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.

QS. 36 Ya Sin 21
“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

QS.3 Ali Imran 164
164. Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

QS. 4 An Nisa 165
Tidak ada alasan untuk membantah Allah (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

DASAR JANJI SETIA
QS.48 Al Fath 10

QS. 2 Al Bagorah 80,81,82
“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”

QS. 48 Al – Fath 10
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia ( Bai’ah) kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. “ Tangan Allah diatas tangan mereka “. Maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

QS. 16 An – Nahl 89
(Dan ingatlah) akan hari ( ketika ) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab ( Al Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

QS. 33 Al – Ahjab 46
Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi

QS. 46 Al – Ahgaf 31
Hai kaum kami; terimalah ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan ber imanlah kepada Nya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

QS. 46 Al – Ahqaf 32
Dan orang yang tidak menerima ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

QS. 5 Al Ma’idah 7
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjiannya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan “ Kami dengar dan kami taati “. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)

QS 16 An – Nahl 91
Dan tepatilah perjanjian apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah ( mu ) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan ALLAH sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu ). Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.

QS 5 Al – Maidah 3
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.

QS 2 Al – Baqoroh 208

“ Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan “
( ISLAM KAFFAH )

Ditulis dalam ISLAM KAFFAH | Bertanda: | Leave a Comment »

KHABAR GEMBIRA DAN PERINGATAN

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

Qul yaa aiyyuhannaas, innamaa ana lakum nadziirun mubiin. Falladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati lahum maghfiratun wa rizqun kariim. Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.

Katakanlah: hai manusia, sesungguhnya aku ini bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata. Maka orang yang percaya dan berbuat kebajikan bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. Dan orang yang berusaha melemahkan ayat-ayat Kami, mereka itulah penduduk jahim.

 

Tuan-tuan, atas apa yang aku sampaikan kepada kamu dengan Kalam-Kalam Tuhan ini, mudah-mudahan tidak ada keraguan bagi tuan-tuan untuk mempercayainya. Karena yang aku sampaikan ini adalah Alqur`an, bukan yang lain. Aku sampaikan ini kepada manusia yang mendengar dan bisa memahami bahasaku. Kalau manusia yang tak mendengar dan tak bisa memahami bahasaku, mungkin karena pekak atau tuli, atau tidak tahu bahasaku karena dia orang luar angkasa maka tidak dituntut bagi mereka itu untuk percaya kepadaku saat ini.

 

Aku memberi peringatan kepada tuan-tuan sekalian seperti dahulupun telah ada yang memberi peringatan, supaya jangan ada segolongan kamu yang mengatakan belum didatangkan seorang pemberi peringatanpun kepada kami. Bagi orang dahulu yang telah didatangkan kepada mereka seorang pemberi peringatan dan mereka percaya, maka orang tersebut dinamakan orang beriman. Demikian pula sebaliknya, yang tidak percaya dinamakan kafir. Dan itu sungguhlah telah berlalu masa yang lalu, bagi mereka sesuai dengan apa yang diusahakannya. Nah, sekarang bagi tuan-tuan sesuai pula dengan apa yang tuan-tuan usahakan. Tidak ditanya kepada tuan-tuan atas apa yang telah dikerjakan oleh mereka.

 

Maka bagi tuan-tuan yang beriman, dalam arti percaya, yaitu percaya kepada orang yang datang memberi peringatan sekarang ini kepada tuan-tuan dan selanjutnya berbuat baik, bagi tuan-tuan ampunan. Dan itu yang sebenarnya yang tuan-tuan tunggu yang merupakan rezki yang paling berharga yang datang dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak ada rezki yang lebih mulia dari pada pengampunan atas segala dosa yang telah diperbuat selama hidup di atas dunia ini, dan tidak ada seorang diantara tuan-tuan yang luput dari dosa. Maka kedatangan sipemberi peringatan merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang mau beriman (percaya), namun sekali gus merupakan kabar peringatan bagi orang-orang yang menyombongkan diri.

 

Sipemberi peringatan didatangkan kepada tuan-tuan sebagai saksi kebenaran keimanan tuan-tuan selama ini. Jadi jika tuan-tuan percaya dengan adanya Tuhan dan percaya dengan apa yang disampaikan Rasul-rasul yang telah terdahulu maka hendaklah tuan-tuan percaya kepada si Pemberi Peringatan yang datang sekarang ini ke hadapan tuan-tuan sebagai saksi kebenaran keimanan tuan-tuan tersebut. Kebalikannya, apabila tuan-tuan enggan dan menyombongkan diri dengan ‘ilmu, akal dan ‘ubudiyah yang ada pada tuan-tuan yang oleh karena dengan ‘ilmu, akal dan ‘ubudiyah yang ada pada tuan-tuan itulah nantinya tuan-tuan berusaha melemahkannya, maka ketahuilah bahwa tuan-tuan adalah penduduk jahim.

Ditulis dalam KHABAR GEMBIRA DAN PERINGATAN | Bertanda: | Leave a Comment »

Pengajian Tasawuf Babur Ridho

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

Disajikan Dalam Memeriahkan

Hari Ulang Tahun Ke-49 kepada Pengajian Tasawuf Babur Ridho

Dan HAUL ke-8 Pimpinan Syeikh Muhammad Hirfi Nuzlan

Ahli Tariqat Naqsyabandi Jabal Hindi

 

ﻣﻴﺤﺮﻠﺍﻦﻤﺤﺮﻠﺍ ﷲﺍ ﻢﺴﺑ

 

 

 

 

Katakanlah, “hai ahli kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun dan tidak sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Maka jika mereka berpaling, maka katakanlah pada mereka, “saksikanlah! Bahwa kamilah orang-orang Islam (orang-orang yang berserah diri)”. (Ali ‘imran 3 : 64)

 

Tuan-tuan sekalian, kepujian tertentu hanya bagi Allah yang telah menurunkan utusanNya dengan petunjuk dan agama yang benar, supaya Dia memenangkannya di atas agama agama yang diagamakan selama ini, walaupun sangat benci orang-orang yang sentiasa menduakan, menigakan, mengempatkan, dst. Sementara aku bersaksi tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Maka dari itu, “Yaa Allah …………….. shalawat dan salam serta keberkatan atas Muhammad dan sekalian keluarganya yang sampai saat ini tetap mengumandangkan Kalam-kalamMu sebagaimana Ibrahim dan yang mengikutinya juga mengumandangkan Kalam-kalamMu”

Demikianlah wahai yang berhadir, taqwalah kamu sekalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati sebelum kamu Islam (berserah diri).

Ketahuilah olehmu, “Sesungguhnya agama di sisi Allah, Islam”. Islam bukan berdasarkan garis keturunan. Islam berdasarkan atas persaksian yang nyata dengan didatangkan oleh Allah yang dari sisinya yang mengumandangkan Kalam-kalamNya. Jangan kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan sampai anak cucu sekarang ini, hal keadaan mereka Yahudi atau Nashara. Mereka adalah orang-orang yang lurus yang tidak menduakan (mensyarikatkan) Tuhan. Maka jika benar agama keturunanmu selama ini, datang Ibrahim mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan, kamu pasti mengikutinya; berjuang bersamanya menegakkan agama yang dari sisi Allah. Bukan malah ramai-ramai kamu menyerangnya sampai membakarnya.

Datang Musa kehadapanmu mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan, maka ikuti; jangan malah kamu katakan kehadapannya tidak dibangkitkan Allah seorang Utusanpun setelahnya. Ini lagu lama Iblis (imam para malaikat) supaya kamu tetap saja mengikuti langkahnya, yang sentiasa beribadah pagi dan petang sampai tidak ada sejengkal dari pada bumi ini yang tak bekas sujudnya; tapi tetap saja dia mengatakan “Aku tidak mau sujud kepada manusia yang diciptakan dari tanah yang diberi bentuk. Sampai sekarang, lagu lama ini dikumandangkan Iblis untuk menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu ketika datang kepadanya keterangan yang jelas.

Datang ‘Isa kehadapanmu, maka ikuti dia. Jangan kamu menghinanya, mengolok-ngoloknya, menyeretnya kepada pembesar negara (Raja, Presiden, ‘ulama yang kamu pilih atau yang kamu katakan ‘ulama sesuai akal dan ‘ilmumu selama ini). Tapi setelah matinya, kamu memujanya layaknya memuja Tuhan. Padahal tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang satu (esa). ‘Isa, Ruhul Quddus, Tuhan, bukan tiga; melainkan satu jua adanya. Ketika kamu percaya dan mengikuti ‘Isa, sesungguhnya kamu percaya (beriman) kepada Jibril (Ruhul Quddus); percaya kepada ‘Isa, benar kamu telah percaya pada Tuhan. Namun ‘Isa tetap ‘Isa, Ruhul Quddus tetap Ruhul Quddus, Tuhan tetap Tuhan.

Maka datang setelahnya kehadapanmu, Muhammad anak ‘Abdullah, ikutilah dia. Jangan kamu katakan,”Bukan ini orangnya, ini orang ‘ajam (bukan bangsa Arab)”. Dia mesti keturunan Ya’qub (Bani Israel). Padahal dia mengumandangkan Kalam Tuhan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang kehadapanmu sekalian, “Sembahlah olehmu akan Allah, taqwalah kepadaNya serta ikut aku”.

Setelah kamu mengikutinya (orang yang mengumandangkan Kalam Tuhan), percaya padanya, mengakuinya, bersaksi padanya, berjanji setia kepadanya, nyatalah kamu telah berserah diri kepada Allah (Islam yang di sisi Allah). Sebaliknya, kamu hanya percaya atas apa yang ada selama ini dan mengatakan bahwa Allah yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun lagi di Bumi ini, pasti kamu berbuat kerusakan di muka Bumi ini, tapi menyangka kamu orang shalih. Yang percaya kamu katakan orang bodoh, padahal kamulah yang bodoh tapi kamu tak tau.

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang yang mengikuti_Nya dan Pembawa Berita Besar ini serta orang-orang beriman, dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman” (Ali Imran Qs. 3:68). Orang yang benar mengikuti agama keturunannya (agama Ibrahim yang lurus = agama tauhid), tentulah orang yang mengikutinya dan berjuang (jihad) sertanya; yakni serta orang yang datang kehadapanmu yang mengumandangkan Kalam-kalam Tuhan; itulah pemimpin yang diantara kamu. Berjuang (jihad) dengan Pemimpin yang datang sekarang ini, artinya kamu berjuang (jihad) serta Rasul. Berjuang (jihad) dengan Pemimpin yang datang sekarang ini, benarlah kamu sedang berjuang dijalan Allah. Berjihad serta Rasul bukan menyalahkan orang lain, melainkankan mengajak semua manusia bersatu. Karena Tuhan yang kamu yakini selama ini, Dia memang Tunggal. Maka jika kamu ajak mereka bersatu mereka enggan dan menyombongkan diri, baik itu dengan ilmu dan amal mereka selama ini, mereka itulah orang yang mengingkari Tuhan yang tidak ada Tuhan melainkan Allah. Walaupun mereka sentiasa berdzikir kepada Allah yang disangkanya Allah; walaupun mereka beribadah pagi dan petang; bahkan walaupun mereka selama ini dianggap alim ulama, cendikiawan, dsb.

Sia-sialah usahamu dalam kehidupan dunia ini sedang kamu menyangka kamu telah berbuat yang sebaik-baiknya ketika datang yang sekarang kamu masih mengagungkan yang dulu. Padahal itu sungguh telah berlalu umat yang lalu; bagi mereka sesuai apa yang diusahakan mereka; nah bagimu sekarang sesuai pula dengan apa yang kamu usahakan.

Wahai tuan-tuan sekalian, sudah masanya untuk kita bersatu dalam agama Allah, dalam tauhid, dalam syariat, hakikat, tariqat, dan ma’rifat. Yang tentunya itu semua dengan satu pimpinan (khalifah) dalam koridornya untuk mencapai kemenangan dan kejayaan. “Sembahlah olehmu akan Allah, Taqwalah padaNya serta taatlah kepadaku” niscaya kamu akan melihat janji Allah pasti. Sesungguhnya Dia tak pernah ingkar janji.

 

 

 

 

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”. Maka yang percaya (beriman) dan berbuat baik, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. Dan yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan, mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka. (Al-Hajj 22 : 49 – 51)

 

Aku sampaikan amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. (Al-A’raaf 7 : 62)

 

Panggilanku ini adalah seruan untuk kita bersatu baik itu dzahir maupun bathin. Persatuan yang dipupuk berdasarkan kepada Allah dan Rasulnya tentu lebih baik dengan hadirnya seorang khalifah (pemimpin) diantara_Mu. Penyatuan ini memang terasa berat oleh Dzohir yang karnanya banyak diantara pejuang-pejuang itu mengurungkan dirinya untuk berjuang di jalan (agama) Allah. Bahkan berat bagi siapa saja yang dengan sengaja untuk memberatkannya. Pemindahan kiblat yang selama ini kamu kiblati memang amat berat melainkan bagi orang yang telah diberi petunjuk Dan Allah tidak menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah dengan segenap manusia sangat kasih sayang.

Indahnya persatuan itu akan terwujud dalam Daulah Kilafah Islam yang sesungguhnya. “Terasa berat oleh Ku maka sesungguhnya tugas_Ku hanyalah menyampaikan” dari barat sampai ke Timur, Tasyrik dan Magrib semua sudah mendapatkan seruan untuk bersatu, apakah kamu yang begitu dekat denganku bahkan bersenggolan bahu enggan untuk merangkulku?…sungguh, sungguh hal demikian mohon untuk dihindarkan kepada tiap-tiap jiwa yang suci. “Sesungguhnya Binatang seburuk-buruk disisi Allah adalah manusia yang tidak mau mendengar dan memahami”.

 

Dan berjihadlah kamu kepada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.(ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang –orang muslim dari dahulu. Dan dalam (Al Qur’an) ini, supaya rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan berpeganglah kamu kepada Tali Allah, dia adalah pelindungmu, maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

(AlHajj Qs: 22;78)

 

Aku serta orang-orang yang mengikuti dengan ini telah siap memperjuangkan agama Allah serta mendirikan Agama dengan sebenar-banarnya. Maka kamupun, yang mau bersatu akan menyerukan hal yang sama “Sembahlah olehmu Allah, taqwa padaNya serta patuhlah kepadaku”.

Berjuang (Jihad) kita bersama serta teguhkanlah keimanan, mari kalahkan kemunafikan, kefasikan dan kemusyrikan. Dan jangan kamu khawatir terhadap kematian sesungguhnya kematian berjuang (jihad) di jalan Allah itu lebih baik dan mereka tidak mati melainkan mereka tetap hidup namun kamu tak menyadari. Berjuanglah dengan harta dan diri, dengan sendiri-sendiri atau secara bersama-sama untuk agama Allah.

Maka jika kamu berpaling dari seruan ini, maka saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri, maka saksikanlah…kamilah orang-orang Islam.

Maha benar Allah dengan segala Firman-firman_Nya.

 

 

Tertanda :

 

 

Al Jabir

 

 

Referensi :

 

1. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. (Ash-Shaff 61 : 9)

 

 

2. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali ‘imran 3 : 102)

 

 

3. Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Ali ‘Imran 3: 19)

 

 

4. ataukah kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan. Al-Baqarah 2 : 140)

 

 

5. Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (Al Mukmin 40 : 34)

 

 

6. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Al Maa-idah 5 : 73)

 

 

7. Sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku. (Nuh 71 : 3)

 

 

8. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami.” Dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?” (Al Baqarah 2 : 91)

 

9. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?.” (Al Baqarah 2 : 170)

 

 

10. Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.” (YaaSiin 36 : 15)

 

 

 

 

11. Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bum..” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Al Baqarah 2:11 – 13)

 

 

12. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. (Al Kahfi 18 : 104)

 

 

13. Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan. (Al Baqarah 2 : 141)

 

 

14. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan[95] agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (Al Baqarah 2 : 143)

 

 

15. Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. (Al-Anfal 8 : 22)

 

 

 

16. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 2 : 154)

 

Ditulis dalam Pengajian Tasawuf Babur Ridho | Leave a Comment »

HAKIKAT RASUL ALLAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku Ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)”,

QS. 7 Al A’raf 172

 

Jelaslah kita mengetahui, bahwasanya manusia telah bersaksi kepada tuhan, namun kesaksian itu masih menepati kalimat LA ILAHA ILLALLAH, karena kenyataannya Muhammad rasul Allah belumlah mereka saksikan. Muhammad itu belumlah diutus pada mereka secara batiniah ( jiwa ) maupun jahiriah ( jasad ), jadi terucapnya kalimat MUHAMMAD RASUL ALLAH ketika Muhammad itu sendiri datang kepada kita sebagia saksi seperti halnya jiwa kita bertemu dengan tuhan.

 

Semua manusia tidaklah mengingkari tuhan, namun kebaanyakan mereka mengingakari Utusannya yang membawa butkti – bukti yang nyata,

 

Buktinya dia seorang utusan pada saat ini sama halnya dengan utusan yang terdahulu dalam hal ketugasan, bukan dalam bentuk fisik atau jasad. Ketusaan mereka dimuka bumi adalah

  1. mewakili ( Kalifahtullah ) Allah untuk berbicara kepada manusia melalui lisan ( lidah ) rasul-Nya ( Kalifah-Nya )

  2. menjadi saksi atas umat manusia atas keimanan ,manusia kepada Allah

  3. yang membacakan kalam – kalam ( ayat – ayat tuhan )Allah ( Al Qur’an)

  4. orangnya bergati ganti namun berfungsi sama sebagai utusan Allah

  5. mengajak kepada Allah dengan cara mengikuti yang mengajak

  6. menjadi hakim bagi umat manusia perindividu maupun golongan dengan hukum Al Qur’an

  7. sebagai penyampai risalah Allah ( wahyu Allah – Al Qur<an )

  8. pemberi kabar gembira dan peringatan kepada umat manusia

  9. Rasul tidak mengajak untuk mengukuti rasul – rasul pendahulunya, namun yang disuruh Allah adalah menerima wahyu Allah yang disampaikan rasul serta mengikuti rasul yang berada dinatara mereka.

 

Maka bila mereka percaya bahwasanya yang dibacakan atau disampaikan kepada mereka adalah wahyu ( Al Qur’an ) untuk mereka dan mereka mengerti. Maka berimanlah kepadanya dan ikutilah dia sehingga kamupun akan menerima ketugasan seperti yang kamu imani dengan buktinya dengan kamu ditugaskan Allah melalui wahyu yang dibacakan kepadamu untuk menjadi serorang penyampai, maka dari itu terbuktilah kamu menerima Rasul terdahulu dengan bukti kamu menerima rasul yang sekarang dengan bukti Allah yang mnyuruh kamu beriman kepadanya, bukan dari pernyataan dirinya maupun pengakuan dirinya sendiri sebagai seorang rasul atau penyampai.

 

Dengan demikian terucaplah dari bibirmu kalimat WA ASHADU ANNA MUHAMMAD RASUL ALLAH ( AKU BERSAKSI ( MELIHAT ) MUHAMMAD UTUSAN ALLAH DENGAN MEMBAWA MU’JIZAT YANG NYATA ( WAHYU ILLAHI AL QUR’AN SERTA SEBAGAI YANG MEMBACAKAN KEPADA KAMU RISALAH TUHAN , YAITU AL QUR’AN DENGAN KETERANGAN YANG JELAS )

 

Kini lengkaplah pengakuanmu, engkau tuhanku, aku melihatmu ( RASUL) dan aku mendengarkan sehingga akupun meneriam wahyu yang engkau sampaikan kepadaku. Dimana enggkau berfirman kepadaku “

 

Sesungguhnya Engaku ( yang mendengar ) benar – bernr dinatara rasul rasul yang berada di jlan yang lurus agar kamu memberi peringantan kepada mereka yang belum menerima peringatan

 

 

dilihat dari segi fungsi atau ketugasan seorang rasul dapat kita ketahui bahwasanya siapapun orangnya dan dimanapun orangnya dapat melakukan, asalkan mereka benar benar mengimani ( percaya ) dengan berita yang diierimanya dan mengetahui siapa dirinya setelah menerima petunjuk atau keterangan dari Allah yaitu wahyu yang ada sekarang ini yang kita terima secara warisan turun temurun secara jelas. Bukan dengan mengaku menerima warisan, namun nyatanya wahyu yang dia terima bukan dari para pewaris, tapi wahyu yang di beli dipasar – pasar.

 

Ditulis dalam 8. HAKIKAT RASUL ALLAH | Bertanda: | Leave a Comment »

KHUTBAH SHALAT ‘IDUL FITHRI TAHUN 1428 H/13 OKTOBER 2007 M

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

KHUTBAH SHALAT ‘IDUL FITHRI TAHUN 1428 H/13 OKTOBER 2007 M

Oleh AL JABIR

 

Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.

 

Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim

 

 

183. Orang-orang yang mereka mengatakan: “Sesungguhnya Allah Telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api”. Katakanlah: “Sesungguhnya Telah datang kepada kamu beberapa orang Rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, Maka Mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

 

Shadaqallaahul ’azhiim.

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

Segala puji tertentu hanya bagi Allah, yang sentiasa mengutus utusanNya dengan petunjuk dan agama yang benar; supaya Dia menzahirkan agamaNya di atas agama yang di agama-agama kan selama ini. Walau tidak disukai oleh orang-orang musyrik,

 

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang Esa yang tidak ada syarikat bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan pesuruhNya. Shalawat dan salam keharibaan nabi besar Muhammad SAW yang bertambah jua kasih Allah kepadanya sehingga kita kelimpahan syafa’at di dunia ini sebagai cerminan di akhirat.

 

Kemudian dari pada itu, wahai hamba-hamba Allah sekalian; taqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati sebelum kamu Islam. Hai orang-orang yang beriman taat patuhlah kamu kepada Allah dan taat patuhlah kamu kepada rasul dan pemimpin yang dari kamu, maka jika kamu berselisih tentang sesuatu kembalilah kamu kepada Allah dan Rasul jika kamu benar percaya kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih baik dan lebih bagus kesudahannya bagimu.

 

Berkata Allah melalui utusannya yakni pemimpin yang dari kamu; orang-orang yang mereka itu berkata “sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kami supaya kami jangan percaya kepada seorang rasul, sehingga ia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api, katakanlah “sungguh telah datang kepada kamu rasul-rasul sebelum aku dengan keterangan yang nyata dan dengan apa yang kamu katakana, maka Mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar“.

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

Beginilah !.. kalimat orang-orang selama ini, yang setiap didatangkan seorang utusan maka serta merta mereka tidak mempercayainya, dengan segala dalil dan ilmu yang ada pada mereka padahal Allah tidak tergagah dengan Ilmu yang ada pada mereka, yang Allah berkehendak dengan sekehendaknya tidak tergagah dengan kehendak mereka.

 

 

Perkataan jangan percaya kepada seorang rasul ini, sudah melanda bukan hanya kepada orang bodoh akan tetapi kepada orang pintar, bukan hanya kepada yang miskin akan tetapi kepada orang kaya, bukan hanya kepada rakyat jelata akan tetapi kepada penguasa negri. Yang pada sebenarnya ini adalah propaganda alias fitnah “Al Masihud Dajjal “, yang aku mengartikan Al Masihud Dajjal adalah seorang penceramah yang bohong (Pendusta).

 

 

Fitnah Dajjal ini telah ditelan mentah-mentah oleh segenap golongan, yang memang Dajjal sangat mengetahui bahwa musuh bebuyutannya akan datang di akhir zaman ini, sehingga propagandanya sudah berurat berakar didalam hati manusia, maka ketika aku mengumandangkan kalam Tuhan saat ini, berdalihlah orang-orang yang mengikuti Dajjal, pewaris-pewaris dajjal, ulama pewaris dajjal, dengan mengatakan “bahwa Allah memerintahkan kepada Mereka agar tidak percaya kepada Rasul” alias Rasul tidak ada lagi.

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

Orang yang menyangkal dan menjiddal aku selama ini adalah sama seperti layaknya orang-orang yang menyangkal dan menjiddal rasul-rasul sebelum ini, yakni yang berjabat sebagai Ulama kah, Kiai kah, Tuan Syeikh kah, Ustadz kah, Da`i kah, Penceramahkah, atau apapun sebutannya, yang disangka mereka dengan ilmu, amal dan ibadah yang telah mereka tuntut, yang telah mereka usahakan, yang telah mereka Khitmadkan, dapat mengkoreksi Al Qur’an, Kalam Allah, Wahyu Ilahi yang aku sampaikan kepada mereka. Makanya yang menentang aku dalam menyampaikan Kalam Tuhan bukanlah orang bodoh tetapi adalah orang-orang yang menyangka mereka mengetahui tentang agama karena memang mereka sekolah agama bahkan sampai ke negri ‘arab, orang-orang yang menyangka bahwa ‘amalnya shalih, dan orang-orang yang menyangka bahwa ‘ibadahnya diterima oleh Tuhannya. Padahal tidaklah berfaedah ilmu, amal dan ibadah mereka melainkan Taqwa, namun kembali Al Masihud Dajjal membuat propaganda dengan mengatakan bahwa Taqwa harus dengan ilmu, amal dan ibadah. Inilah salah satu plesetan (Play-Setan = Permainan Setan) yang disangka benar oleh kebanyakan manusia.

 

Sudah menjadi kenyataan umum bahwa orang yang ilmunya sudah dituntut dari ibtidaiyah tsanawiyah, Aliyah, bahkan sampai keluar negeri; ke kairo, ke Arab Saudi, yang disangka mereka itu merupakan pusat Islam; orang yang ilmunya sudah dituntut sampai ke alam bathin (thariqat, hakikat, dan ma’rifat), itulah yang dikatakan mereka Ulama, ustadz, kiai, shekh dan lain-lain sebutan.

 

Namun aku ingatkan kepada kamu sekalian ‘Ulama` itu adalah pewaris Nabi-nabi. Sebagaimana Nabi didatangkan oleh tuhannya maka ‘ulama` pun didatangkan Tuhannya. Sebagaimana Nabi didatangkan sesuai atau tidak sesuai dengan ilmu, amal dan ibadah yang menurut fikiran manusia ketika itu begitu pula ‘Ulama` pewaris nabi-nabi, juga apakah sesuai atau tidak sesuai menurut fikiran manusia di zaman ini (saat ini) sesungguhnya Allah tidak tergagah atas segala sesuatu, bahkan ia berkuasa atas segala sesuatu. Allah tidak tergagah kehendaknya dengan kehendak manusia saat ini dan saat itu, bahkan Allah Maha berkehendak dengan siapa yang dikehendakinya.

Ulama yang dikatakan Ulama oleh manusia dengan kriteria ilmu, amal dan ibadah lebih cenderung menentang ‘Ulama` Pewaris Nabi, ulama yang menentang ‘ulama` pewaris nabi inilah yang dinamakan ulama dunia (Ulama Suu`).

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

 

  1. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

 

 

Allah ciptakan pemimpin yaitu Adam As di muka bumi; ketika itu ditentang keras oleh orang yang sudah sangat berilmu tinggi, beramal shaleh dan beribadah yang tidak sejengkal bumi yang tidak bekas sujudnya sampai hitam keningnya, yang ketika ramadhan ini takkan shalat tarawih 8 raka’at, yang 20 raka’atpun tiada satu malam ramadhan yang absen. Itulah ulama ketika itu yang akhirnya bergelar dengan Iblis (Pembangkang).

 

Aku ingatkan kepadamu hai manusia semuanya, karena aku hanyalah seorang pemberi peringatan kepada kamu sekaliannya, jangan ikuti olehmu langkah seperti ini, kalau kamu ikuti langkah seperti ini pasti kau lah yang menantang aku saat ini dan penantang para pewaris nabi sebelum aku.

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

Setelah itu didatangkan Nuh As sebagai ‘Ulama` Pewaris Nabi ketika itu, yang mengajak kepada manusia untuk Taqwa kepada Allah serta taatilah aku, maka Nuh As sebagai ‘ulama` pewaris nabi ketika itu ditentang oleh Ulama dunia ketika itu, yang mana Ulama dunia ketika itu mengatakan taqwalah kepada Allah dan ikutilah yang dulu. Namun tetap si ulama pewaris Iblis mengatakan jangan percaya pada si Nuh karena si Nuh gila, bodoh, lagi sesat. Beginikah tingkahmu hai ulama, kerjamu hanya menyesat-nyesatkan orang?!

 

Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd

 

Kemudian didatangkan Ibrahim As sebagai ‘ulama` pewaris nabi-nabi ketika itu yang mengajak manusia hanya kepada Allah dengan mengikutinya, bukan mengajak sembahyang seperti sembahyang nenek moyang mereka juga bukan puasa seperti nenek moyang mereka berpuasa. Ditentang oleh ulama ketika itu yaitu ulama Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq dan Nasr, yang kelima-limanya ini adalah ulama pengikut ajaran Nuh As. Ibrahim As mengajak manusia hanya kepada Allah dengan mengikutinya, manusia ketika itu menyombongkan diri dengan waddiyah, suwa’iyah, yaghutsiyah, ya’uqiyah dan nasriyah yaitu pengikut wadd, pengikut suwa’, pengikut yaguts, pengikut ya’uq dan pengikut nasr.

 

Aku mengajak kamu kepada Allah atas hujjah yang nyata, kebanyakan kamu menyombongkan ustadzmu, kiaimu, shekhmu, gurumu, MUI mu. Yang kamu katakan pengikut Imam Malik (Malikiyah), Hambali (Hambaliyah), Hanafi (Hanafiyah), Syafi’i (syafi’iyah), Asy’ari (Asy’ariyah). Maka adakah kamu yang berfikir …?!

 

Lalu diutus Musa As selaku ‘ulama` ketika itu kepada kaumnya yang mengajak kepada tuhan yang satu dengan mengikuti rasulNya. Maka sangat sedikit yang percaya (mukmin). Yang mukmin ketika Musa As berkata: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan rasulNya”, maka orang yang beriman yang mengikuti Musa As sangat mengetahui siapa Allah dan rasulNya yang dikatakan Musa As. Dengan mengikuti Musa As itulah mengikuti rasul serta di jalan Allah.

 

Ulama yang berdiri di samping Fir’aun, di samping raja, di samping presiden, di samping pemerintah, tetap bersenandungkan laguuUUlama nya bahwa: “tidak ada Rasul lagi setelahnya”. Ini lagu ulama dunia, ulama suu` yang pewaris dajjal dengan gigihnya sebagai senjatanya untuk menyerang ‘ulama` pewaris nabi. Dan kalimat ini sebagai bangunan benteng yang sangat kokoh yang telah dipersiapkan Al masihud dajjal jauh sebelum kedatanganku menyampaikan kalam tuhan.sekarang ini.

Maka ketika aku kumandangkan didepan Majelis Ulama Indonesia tkt. I Sumatera Utara tahun 2004 sebelum terjadinya peristiwa yang menggemparkan dunia yaitu tsunami di Aceh, setelah mereka menyerang kediamanku yang Alhamdulillaah aku dan pengikutku dimenangkan oleh tuhanku, sepotong ayat, sepotong kalam Allah, sepotong wahyu ilahi yang dalam bahasa kaumnya: “Maka setelah ia mati kamu berkata, tidak akan dibangkitkan oleh Allah Ta’ala satu orang rasulpun setelahnya, padahal ini adalah kalimat orang yang disesatkan Allah karena mereka melampaui batas dan ragu-ragu”. Lalu si MUI menjiddal, membantah dengan katanya, ini dulu pak Jubir. Karena memang pangkal ayat ada kalimat Yusuf. Maka aku sampaikan lagi satu ayat yang bahasa kamunya: “Dan apabila kamu bacakan kehadapannya ayat-ayat kami, ia berkata: ini cerita dulu”. Lalu mereka terdiam, namun entah apa hubungannya mereka menanyakan aku lulusan apa. Mungkin kalau aku lulusan Kairo dsb, jadi benar kalam tuhan yang kubacakan kehadapannya. Tapi aku orang ummi yang tak pandai bahasa ‘arab, orang a’jam, maka mereka menyombongkan diri. Dan mereka biarkan selebaran dengan mengatas namakan MUI, bahwa aku sesat tersebar seluas-luasnya dikalangan masyarakat. Walau kalau mereka ditanya, mereka saling mengelak dengan mengatakan bahwa kami tidak memfatwakan sesat. Maha benar Allah dengan segala firmannya. Maka adakah kamu yang mendapat pelajaran … ?!

 

Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd

 

Didatangkan ‘Isa Almasih anak Maryam, selaku ‘ulama` pewaris nabi ketika itu, juga ditentang hebat bahkan hendak dibunuh oleh ulama dunia ketika itu. Ulama dunia belahan Timurkah atau Barat, ulama belahan Timur Tengahkah atau Asia Tenggara, ulama Indonesiakah atau Kairo, ulama Sumatera bagian Utarakah atau Medan, ulama yahudikah namanya, jika ia menentang ‘ulama` pewaris nabi, inilah ulama suu`, ulama jahat. Yang apabila dikatakan pada mereka: “jangan buat kerusakan di muka bumi”, mereka berkata: “kami orang shalih”. Inilah Almasihud dajjal, mereka hendak menipu Allah dengan ilmunya yang tinggi, dengan amalnya yang baik-baik, dengan ibadah shalat puasa yang tak tinggal, berinfaq, bahkan berhajji berkali-kali; mereka hendak menipu orang yang benar imannya, bukan hanya beriman kepada yang dulu tapi sudah beriman kepada yang akhir yang didatang Allah kini, padahal tidaklah mereka menipu melainkan mereka sedang menipu diri mereka sendiri, namun mereka tak sadar. Adakah kamu mau menyadari wahai orang-orang yang berkemul dengan ilmu, amal dan ibadah … ?!

 

Lebih dari 1400 tahun yang lalu telah didatangkan pula Muhammad SAW anak ‘abdullah, bapak si Qasim, suami khadijah, keponaan Abu Thalib selaku pewaris nabi-nabi terdahulu. Jikalah seandainya ‘Abdullah mengatakan Muhammad adalah anakku, benar! tapi belum Islam; si Qasim mengatakan Muhammad adalah ayahku, benar! tapi belum Islam, Khadijah mengatakan Muhammad suamiku, benar! tapi belum Islam, Abu Thalib mengatakan Muhammad keponaanku, benar! maka api neraka masuk melalui rambut dan kukunya. Juga ditentang oleh ulama ketika itu sampai diperangi. Ulama ketika itu tetap dengan laguuUlamanya (tidak ada lagi rasul setelahnya). Mereka enggan dan menyombongkan diri tidak mau mengatakan Muhammad utusan Allah apalagi mengi’tiqadkannya. Mereka hanya mau mengatakan dan mengi’tiqadkan bahwa Muhammad anak ‘Abdullah, Muhammad bapak si Qasim, Muhammad suami khadijah, Muhammad keponaan Abu Thalib dan berbagai macam Muhammad. Kalau sekarang mereka mengi’tiqadkan Muhammad 1400 yang lalu. Setipis kulit bawang propaganda Almasihud dajjal.

 

Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd

 

Wahai orang-orang yang telah beriman, demikianlah disampaikan kepada kamu kisah-kisah para rasul semoga menjadi pelajaran bagimu sekalian. Ketahuilah olehmu, benarnya kamu percaya kepada Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan pengatur alam semesta itu, terbukti ketika datang rasul Allah kepadamu yang menjelaskan ayat-ayatnya pada masa dan zamannya kamu mengikutinya dan berjuang bersamanya, karena dialah Muhammad yang bukan Bapak dari salah seorang lelaki diantara kamu akan tetapi dia adalah Utusan Allah dan pengesah dari semua pembawa berita besar.

 

 

Maka pada khuthbah ini, aku kumandangkan kepada kamu sekalian satu Kalam Tuhan.

 

 

128. Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin

.

Wahai orang-orang yang beriman bershabarlah kamu dan kuatkanlah keshabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

 

Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.

 

 

 

 

 

KHUTBAH ke-2

 

Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.

amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.

Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa.

 

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.

 

Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.

Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.

 

Yaa tuhan kami, kami telah beriman dan mengikuti Rasul yang telah engkau turunkan sekarang ini dan teguhkanlah kami sebagai saksi-saksi.

 

Akaana linnaasi ‘ajaban an auhaina ilaa rajulin minhum an andzirin naasa wabasysyirilladziina aamanu annalahum qadama shidqin ‘inda rabbihim. Qaalal kaafiruuna inna hadzaa lasaahirun mubiin.

 

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa kami mewahyukan kepada seorang laki-laki diantara mereka, bahwa ia memperingatkan pada manusia dan memberi kabar gembira untuk orang-orang yang beriman bahwa bagi mereka kedudukan yang tinggi disisi tuhan mereka. Yang kafir malah mengatakan sesungguhnya dia mengada-ada.

 

Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami atas kebodohan kami menyampaikan ayat-ayatmu sehingga manusia sekeliling kami mengolok-olok kami.

 

Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami atas kelemahan kami menyampaikan ayat-ayatmu sehingga manusia sekeliling kami menyerang kami.

 

Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami karena mereka menyangka bahwa engkau tidak berkehendak dengan kehendak mereka.

 

Tolonglah kami yaa Allah, karena setiap didatangkan kepada mereka seorang Rasul, tapi tidak sesuai dengan keinginan mereka maka mereka menyombongkan diri terhadapnya dan mendustakannya bahkan mereka berhasrat membunuhnya yang disangka mereka itu adalah perbuatan yang mulia. Tolonglah mereka yaa Allah, karena mereka mamandang mulia perbuatan yang hina disisimu, mereka memandang baik perbuatan yang buruk.

 

Yaa Allah kami telah mengikuti pemimpin yang telah engkau datangkan diakhir zaman ini, sedang mereka mengikuti langkah syaithan yang nyata, dengan mengatakan tidak wajib taat kepada pemimpin.

 

Yaa Allah terimalah syukur kami pada hari ini yang telah engkau turunkan Alqur`an kapada kami sehingga engkau berikan kekuatan kepada kami untuk mengumandangkannya secara jelas dan terang kekhalayak ramai. Sehingga dengan Alqur`an yang engkau turunkan kepada kami menjadi senjata sekaligus tameng untuk meruntuhkan bangunan kokoh yang dibangun Almasih addajjal.

 

Yaa Allah lindungi kami dari godaan syaithan yang terkutuk, dari Almsih addajjal, dari ulama suu` yang sentiasa membuat kesamaran, yang mereka mengatakan seperti apa yang aku dan pembawa berita besar sebelum aku katakan “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul”. Orang yang beriman kepadaku dan kepada pembawa berita sebelumku nyata mengikutiku; sedang orang yang meragukanku dan memusuhiku disamarkan oleh ulama, dajjal, syaithan sehinga mereka memandang baik perbuatan yang buruk membunuh para pembawa berita besar sebelumku.

 

Yaa Allah tolonglah kami dalam berjuang pada agamamu, menangkan kami dari syaithan yang nyata, dari almasih yang pembohong, dari ulama yang menjahati ‘ulama` pewaris nabi.

 

Yaa Allah seandainya kami kalah dalam perjuangan ini maka tidak ada lagi orang yang mengumandangkan Kalammu yaa Allah. Yang ada hanya orang-orang yang melagukan alqur`an dengan lagu sikah, rass, dan sebagai macam lagu yang mereka menyangka itu adalah alqur`an.

 

Yaa Allah kami telah beriman dengan apa yang engkau turunkan sekarang ini, maka jadikan kami syuhada` yang tidak hanya menunggu iming-iming syaithan, dajjal, dan ulama bahwa Imam Mahdi nanti, entah kapan, datangnya; ‘isa turun dari langit seperi layaknya mereka menunggu engkau yaa Allah turun dalam naungan awan disertai para malaikat lalu engkau putuskan perkara, entah didunia ini, dimahsyar atau disurga nanti; pada hal kepada Allah dikembalikan segala perkara.

 

Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa…

Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qina ‘adzaaban naar.

 

ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

 

 

Ditulis dalam KHUTBAH SHALAT ‘IDUL FITHRI TAHUN 1428 H/13 OKTOBER 2 | Bertanda: , , | Leave a Comment »

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA

Tahun 1428 H / 2007 M

Oleh ALJABIR

 

 

Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.

 

Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim

Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, Maka Adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan.

 

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Dikumandangkan kepada kamu sekalian Pemberitaan yang dari Tuhanmu ini, supaya kamu mengetahui bahwa sekalian umat manusia ini sedang menunggu kedatangan seorang anak manusia yang ianya memerintah dikerajaan Bumi Allah ini dengan Kalam Tuhannya. Semua manusia menunggu kedatangan seorang anak manusia yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Semua manusia menunggu seorang anak manusia yang dapat menyatukan semua manusia dimuka bumi ini dengan menjalankan apa yang mereka sangka adalah suatu kebenaran.

 

Sebahagian manusia menunggu kemunculan Imam Mahdi yang sangat mereka yakini Imam Mahdi akan memimpin mereka memerangi orang kafir. Sebahagian manusia menunggu turunnya ‘Isa dari langit yang sanggup membunuh Almasihud Dajjal. Sebahagian manusia menunggu kedatangan sang Ratu Adil sehingga memerintah Indonesia ini dengan adil. Ada yang menunggu reinkarnasinya sang Buda Sidarta Gautama sehingga bumi dipenuhi dengan keindahan budi pekerti. Ada yang menunggu Kresna kembali meluncurkan anak panahnya yang sanggup menembus jantung dan hati orang-orang yang durjana. Dan banyak nama lagi yang ditunggu manusia di muka buni ini.

 

Semua nama yang kamu tunggu-tunggu itu tak lain tak bukan adalah nama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, bahkan yang menciptakan dirimu, bahwa dengan namaNya aku menyampaikan kepadamu sekalian salam dari Tuhan yang Maha Penyayang. Dengan kasih sayang Tuhanmu, maka aku datang kehadapanmu sekalian menyampaikan apa yang dari padaNya, supaya kamu mau bersatu dalam kasih sayang Tuhan.

 

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tidak ada yang membantah melainkan orang-orang kafir. Aku datang bukan memerangi orang kafir seperti yang kamu kata orang lain adalah orang kafir, sehingga berusaha kamu dengan berbagai cara membunuh, memfitnah bahkan mengusir orang dari kediamannya yang ini sangat dilarang oleh Alqur`an namun kebanyakan kamu menyangka ini adalah perbuatan yang mulia. Kebanyakan kamu mengikuti langkah syaithan yang memandang baik perbuatan yang buruk dan sebaliknya memandang buruk perbuatan yang baik.

 

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga nyata Dajjal yang selama ini bersembunyi dengan kebohongan-kebohongan dalam agama. Maka setelah nyata Dajjal, mudah-mudahan para pengikutnya mau diajak kepada agama Allah. Mereka membuat kebohongan dengan mengatakan: “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul” sehingga samar entah siapa yang mau diikut karena Rasulnya tidak ada lagi. Akhirnya mereka hanya berpedoman dengan ilmu, amal, ibadah, yang telah mereka perbuat sedari nenek moyang mereka. Jika ada yang berbuat tak seperti ilmu, amal, dan ibadah, yang mereka perbuat, maka difatwakanlah sesorang tersebut kafir atau sesat atau dengan kalimat-kalimat keji lainnya.

 

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga ketika aku mengumandangkan sama seperti apa yang dikumandangkan pendahulu-pendahulu sebelumku yaitu pewaris Nabi-Nabi: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul”, maka orang yang beriman sangat mengetahui siapa yang diikutinya. Mereka tidak menyombongkan diri dengan ilmu yang telah dituntutnya, tidak menyombongkan diri dengan amal yang telah diperbuatnya, tidak menyombongkan diri dengan ibadah yang dikhidmatkannya, dengan kekuasaan yang sedang dijabatnya, dengan harta hasil usahanya, dsb. Bahkan mereka berserah diri, menundukkan diri, taslim, Islam, seraya berikrar dengan lisannya: “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”.

 

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga setelah kamu mengikutiku, maka kamu akan berbuat dengan apa yang disenangi Tuhanmu. Kamu akan sangat segan dan takut berbuat apa yang dilarang Tuhanmu, begitulah akhirnya orang-orang yang beriman mempunyai budi pekerti yang indah dan luhur sesuai atas petunjuk Allah dan Rasul, bukan hanya sekedar dengan petunjuk akal nafsu yang selama ini diperolehnya dari yang diketahuinya.

 

Aku datang mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tersentuhlah hati orang-orang yang mencari kebenaran. Tersadarlah mereka dari apa yang selama ini mereka perbuat. Orang lalai tersadarkan bahwa sia-sia apa yang mereka perbuat sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Bahkan masuk neraka bagi orang-orang yang shalat, ketika dikumandangkan Alqur`an mereka masih mengatakan: “sebelumnya ini sungguh telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran”. Pada hal aku tidak pernah mengatakan dulu belum pernah datang Rasul, bahkan aku membenarkan Rasul-Rasul terdahulu yang mereka juga mengumandangkan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang ini kepadamu. Namun orang lalai sedari dulunya marah ketika diberi peringatan dengan Kalam-Kalam Tuhan. Mereka tetap bertahan dengan apa yang yang mereka dapatkan dari nenek-nenek moyang mereka menyembah walaupun nenek moyang mereka tidak sekalipun mau berfikir melainkan hanya dogma-dogma dan tidak pernah mendapatkan petunjuk dari Allah melainkan thagut dengan iming-iming surga.

 

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Thagut dengan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya, mudah-mudahan kita mendapat syafaat di yaumil akhir kelak pada seiap khuthbah Jum’at atau ketika mereka berpidato dsb. Padahal tidak berhak mereka mendapat syafa’at melainkan orang yang telah mendapatkan janji dari sisi Tuhan yang Pengasih. Thagut dan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya bahwa jika mereka mengamalkan amalan shalih seperti apa yang diamalkan salama ini mereka akan masuk surga. Padahal Apakah kamu menyangka bahwa kamu masuk surga sebelum didatangkan apa yang didatangkan kepada orang sebelum kamu, sehingga Rasul dan orang-orang yang percaya bersamanya berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, pertolongan Allah amat dekat.

 

Sungguh mereka merugikan diri mereka sendiri dengan mengikuti dogma-dogma thagut, iming-iming Dajjal yang dengan fitnahnya yang paling populer :

  • Rasul tidak ada lagi, padahal dengan keberadaan Rasul ditengah-tengah kamu itulah sebagai syarat bahwa ada surga sebagai cita-cita orang berakal.

  • Wahyu tidak ada lagi, supaya ketika aku kumandangkan Wahyu Ilahi, Kalam Allah, Alqur`an kamu membantahnya dengan ilmu, amal dan ibadah.

  • Pemimpin tidak wajib dipatuhi, sehingga kamu membuat kerusakan dimuka bumi Allah ini dengan kedok beramal shalih.

 

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

Wahai orang-orang yang lalai, sungguh kamu telah merugikan dirimu sendiri dan sis-sialah, rusak binasalah apa yang selama ini kamu ada-adakan ketika aku sampaikan kepada kamu sekalian pemberitaan kebenaran Alqur`an ini kamu masih dilalaikan dengan mengatakan: “Dulu telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa kebenaran”. Lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan dengan mentiadakan Rasul setelahnya dan mentiadakan Pemimpin yang dipatuhi. Mereka mengada-adakan Tuhan yang namanya Allah tapi mentiadakan Rasul dan Pemimpin, padahal Tuhan memang ada yang namanya Allah, terbukti dengan didatangkannya Rasul untuk memimpin manusia dimuka bumi Allah ini. Jika penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi, namun mereka masih meragukan bahkan mendustakan, maka Kami ‘adzab mereka dengan isu pemanasan global disebabkan perbuatannya yang meragukan dan mendustakan.

Aku undang Ratu Balqis, Pemimpin negri ini, dengan Kalam Tuhan:

 

Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim.

Allaa ta’luu ‘alaiyya wa`tuunii muslimiin.

 

Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesungguhnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang Islam.”

 

namun yang datang hanya intel-intelnya.

Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.

 

Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.

 

 

KHUTBAH ke-2

 

Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.

amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.

Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa.

 

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.

 

Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.

Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.

 

 

 

 

 

ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

 

Ditulis dalam KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA | Bertanda: | Leave a Comment »

MUHAMMAD RASUL ALLAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 AL BAQARAH

MUHAMMAD RASUL ALLAH

 

213. Manusia itu adalah umat yang satu., maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

 

Disampaikan kepada tuan-tuan sekalian satu kalam Tuhan ini sebagai kabar gembira sekaligus peringatan bagi manusia bahwa yang namanya manusia adalah umat yang satu. Kalam Tuhan bukan untuk manusia dulu atau nanti pada hari kiamat. Adanya manusia dulu dan yang akan datang, ketika ada yang sekarang. Ketika ada kita selaku manusia sekarang ini, maka yang dulu benar telah berlalu umat yang lalu dan yang akan datang insyaa Allah akan terjadi. Sehingga Kalam Tuhan ini, dulu sudah dikumandangkan, akan datangpun akan dikumandangkan, dan sudah tentunya sekaranglah Kalam Tuhan ini dikumandangkan kepada tuan-tuan sekalian.

Hukum duniawi, yang namanya manusia adalah seperti layaknya tuan-tuan sekarang ini. Punya akal, fikiran dan nafsu. Bahkan yang tak berakalpun alias gila atau anak-anak yang belum berakal juga disebut manusia. Apakah dengan teori yang kita imani selama ini bahwa manusia berasal dari Nabi Adam, atau ada yang melampaui batas dengan membuat teori bahwa manusia berasal dari monyet. Yang kesemuanya ini tidaklah disalahkan, namun untuk menjadi pelajaran bagi yang mau belajar. Hukum duniawi ini tidak bisa menjadi pegangan yang mutlak karena sentiasa manusia berselisih padanya. Karena memang dunia ini hanyalah tipu daya.

Supaya tidak tertipu dengan rasa, akal, dan mata tuan-tuan sendiri, karena memang rasa akal dan mata tuan-tuan sedang dalam kehidupan dunia ini, maka kami menyeru tuan-tuan sekalian untuk berhukum kepada hukum Allah, supaya terhakimi apa yang selama ini manusia berselisih padanya. Yang hukum Allah itu telah disampaikan pada awal tulisan ini, bahwa manusia adalah umat yang satu. Kalau tidak satu bukan manusia walau rasa, akal, mata, melihat seseorang itu manusia. Apakah ada manusia di belahan bumi bagian Timur, Barat, Utara atau Selatan ?! Ada … jika mereka satu. Apakah ada manusia ini dulu, sekarang atau akan datang ?! Ada … jika mereka satu. Kalau tidak satu, bukan manusia menurut hukum Allah. Silahkan lihat diri masing-masing apakah sudah manusia ataukah hanya sekedar manusia menurut hukum duniawi.

Ketika datang kepada tuan-tuan manusia pembawa berita besar (An-Naba` = berita besar) yang ia memberi kabar gembira dan peringatan dengan membawakan kitab yang tuan-tuan imani kebenarannya sehingga jika tuan-tuan ragukan kitab tersebut, tuan-tuan tergolong orang kafir, apakah tuan-tuan mau bersatu mengikuti si Pembawa Berita?!

Kitab yang tiada keraguan padanya adalah Alqur`an. Didalamnya terdapat Injil, Taurat, dan Zabur serta semua shuhuf-shuhuf yang berasal dari Tuhan Semesta Alam. Kitab yang menjelaskan segala sesuatu, menjelaskan yang terdahulu maupun yang akan datang, menjelaskan yang gaib maupun yang nyata. Sehingga Alqur`an menjelaskan tentang Injil, Taurat, Zabur. Alqur`an menjelaskan Tafsir Jalalain, Asbaabun Nuzul, Nasikh wa Mansukh. Bukan Jalalain, Asbaabun Nuzul, Nasikh wa Mansukh yang menjelaskan Alqur`an. Alqur`an adalah Kitab yang membenarkan apa yang ada pada kamu, bukan menyalah-nyalah si Anu dan menyesatkan si Anu.

Kalau pakai Kitab selain Alqur`an, niscaya menyalahkan bahkan menyesatkan orang lain yang tak sefaham dengan kitabnya itu. Dengan gagah berani menyalahkan kitab Injil, Taurat, Zabur, bahkan dengan kitabnya itu mulai mengkoreksi Alqur`an. Ketika dibacakan kepadanya Alqur`an, mulai dia meneliti dengan Kaidah Tafsir yang ada padanya atau yang ada selama ini seolah-olah Alqur`an itu bisa ditafsirkan dengan sebotol tinta. Disampaikan kepadanya Alqur`an, mulai dia menanyakan Sebab Turunnya ayat, seolah-olah Allah tergagah dengan sebab yang dipelajarinya selama ini disekolahnya. Dikumandangkan kepadanya Alqur`an, mulai dia memprotes bahwa ayat ini sudah disempurnakan oleh ayat yang lain, seolah-olah ilmu Allah tidak Qadim lagi Baqa`. Mereka tak sadar bahwa mereka bukan saja meragukan Alqur`an dengan ilmu yang dituntut, dengan amal yang shalih, dengan ibadah yang banyak, bahkan mereka sedang mengingkari Alqur`an.

Kabar gembira kepada tuan-tuan yang mau menerima si Pembawa Berita Besar dan sekaligus peringatan bagi yang meragukannya. Bergembiralah tuan-tuan, bahwa segala perbuatan baik (‘amal shalih) selama ini yang telah dikerjakan diterima disisi Allah bahkan dilipat gandakan. Peringatan bagi tuan-tuan yang meragukan atau mengingkari, bahwa sia-sia bahkan neraka bagiannya walaupun sudah berbuat yang sebaik-baiknya didunia ini (selama ini).

Untuk menyatakan diri tuan-tuan adalah Manusia menurut Hukum Allah, maka didatangkanlah para Pembawa Berita Besar yang diturunkan kepada mereka Kitab Alqur`an, sehingga dengan Kitab itu tuan-tuan menerima mereka

 

 

 

 

Ditulis dalam MUHAMMAD RASUL ALLAH | Leave a Comment »

QALBU (HATI)

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

 

 

Jika bertanya orang kepada kamu; bagaimana membaikkan hati, supaya baik semua anggota yang dzahir ? Karena satu hadits berbunyi: “Bahwasanya di dalam tubuh anak adam ada segumpal daging yang apa bila baik ia niscaya baik seluruh badan, dan apabila binasa ia niscaya binasa sekalian badan. Ketahuilah olehmu sekalian bahwa segumpal daging itu adalah HATI”.

Maka jawab olehmu, bahwa membaikkan hati dengan meng-‘amal-kan ‘ilmu thariqat dan membanyakkan dzikru Allahu Ta’aala. Sekarang perhatikan manakah yang dinamakan meng-‘amalkan ‘ilmu thariqat dan mana pula yang dinamakan dzikru Allahu Ta’aala.

Sebagian ‘ulama membagi-bagi ‘ilmu dalam beberapa bagian. Ada yang mengatakan ‘ilmu yang wajib untuk dituntut terdiri dari ‘ilmu fiqh, tashauwuf, dan ushuluddin. Ada yang mengatakan yang lain dari pada ini. Semua pendapat ini tidak disalahkan karena masing-masing punya dalil untuk menguatkan pengdapatnya, bahkan sampai yang satu pendapat sangat dibenarkan pengikutnya dan menyalahkan yang lain dan sebaliknya.

Namun ketahuilah olehmu bahwa ‘ilmu thariqat itu adalah yang menyatukan semua ‘ilmu tersebut menjadi satu. Tidak lebih mendahulukan satu ‘ilmu kepada ‘ilmu yang lain, tidak lebih memuliakan yang satu kepada yang lain. Seperti Rasulullah SAW bin ‘abdullah berabad-abad tahun yang lalu tidak mengajak orang untuk mengikuti ‘ilmu ini dulu atau ‘ilmu itu dulu, melainkan mengajak umatnya untuk mengikuti JALANNYA. Nah, kalau mengikuti jalan (thariq)Nya ini dinamakan ‘ilmu, maka inilah yang dinamakan ‘ilmu Thariqat yang mampu membaikkan hati itu.

Bagaimana meng-‘amal-kannya ? Meng-‘amal-kannya atau memperbuatnya dengan cara seperti yang diajarkan oleh Allah Ta’ala melalui perutusan Jibril As kepada Muhammad SAW yang bukan bapak seorang laki-laki diantara kamu. Perhatikan Kalam tuhan : Yaa aiyyuhalladziina aamanuu athii’ullaaha wa athii’urrasuula wa ulil amri min kum. Hai orang yang percaya ta’at patuhlah kamu kepada Allah dan ta’at patuhlah kamu kepada Utusan serta Pemimpin dari kamu. Jadi kalau kamu termasuk orang yang percaya, ikutilah pemimpinmu maka nyatalah Utusan itu kepada kamu dan nyatalah Tuhan bagi kamu. Inilah yang dikatakan meng-‘amal-kan alias memperbuat.

Membaikkan hati dengan meng-amal-kan ‘ilmu thariqat artinya mengikuti si Pemimpin dengan menjalani segala titah perintahnya dengan tidak ada sangka buruk sedikitpun kepadanya. Sehingga lenyaplah penyakit yang ada dalam hatimu yang memang didalam hatimu itu ada panyakit. Fii Quluubihim maradhun (pada hati mereka ada penyakit). Mengikuti Pemimpin tersebut dengan sebenar-benar ikut sehingga tidak ada lagi sehelai rambutpun yang menghalangi antara keningmu dengan tempat tundukmu kepada pemimpin tersebut. Tidak lagi takut dengan ria, takut dengan sombong, takut dengan syirik. Siapa yang takut ria sudah ria, takut sombong sudah sombong, takut syirik sudah syirik. Melainkan mereka takut (taqwa) kepada Allah. Takut kepada Allah, mereka takut kepada Utusan Allah. Takut kepada Allah dan Utusan Allah mereka takut kepada pemimpin yang diturunkan Allah.

Dilanjutkanlah perjuanganmu dengan berdzikir supaya terus terjaga hati dari penyakit. Fazaada humullaahu maradha(n) (maka ditambah Allah penyakit dalam hati mereka). Maka yang selanjutnya perhatikan mana dzikir yang sanggup membaikkan hati.

Mengikuti jalan pemimpin yang didatangkan oleh Allah, amatlah berat bagi manusia sekarang ini. Seperti layaknya amat berat mengikuti jalan Muhammad SAW anak ‘abdullah berabad-abad lalu yang memindahkan qiblat yang selama ini diqiblatkan mereka. Maka setelah kamu percaya (iman), terperintahlah kamu memberi peringatan (berdzikir) kepada manusia sekelilingmu bahwa kalau benar mereka beriman (percaya) kepada Allah hendaklah mereka percaya kepada utusan (Rasul), serta iman (percaya) kepada Allah dan Utusan itu adanya pada Pemimpin yang didatangkan Allah kepada mereka sekarang ini.

Fadzakkir innamaa anta mudzakkir. Maka peringatkanlah mereka, sesungguhnya kamu hanyalah pemberi ingat. Ketika mereka diperingatkan dengan datangnya seorang pemimpin, terjadi dua hal yaitu menentangmu (kafir) atau ikut denganmu (iman), disinilah kamu terkoreksi dengan dzikirmu itu. Boleh jadi mereka menentangmu karena melihat dzahirmu yang masih sering berbuat tidak sesuai dengan syari’at yang mereka kerjakan selama ini atau yang tidak sesuai dengan akal nafsu mereka. Dengan demikian tidak bisa tidak kamu tertuntut pula membenahi dzahirmu itu. Jadi artinya kamu berdzikir bukan untuk membenahi sesiapa melainkan untuk dirimu. Beginilah dzikir yang sangat bermanfa’at terutama untuk dirimu.

Begitu juga boleh jadi mereka ikut denganmu, artinya mereka ikut perintah tuhanmu yang tertera dalam kitabnya. Bukan karena kamu yang pandai atau bukan karena kamu orang mulia. Melainkan kamu adalah manusia yang memikul amanat Allah. Sesungguhnya hal keadaanmu (manusia) itu amat dzalim lagi amat bodoh. (…wa hamalahal insaan, innahuu kaana dzaluuman jahuula. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat dzalim lagi amat bodoh).

Apapun yang terjadi dengan dzikirmu (peringatanmu), apakah mereka percaya atau ingkar, itu semua jangan menjadi goresan (bekas) dalam hatimu (haqiqat taqwa). Karena diperintahkan kepadamu supaya tidak minta balasan atas peringatanmu (seruanmu). Balasanmu hanya dari tuhanmu. Tidak usahkan balasan berupa materi, sampai-sampai balasan mereka ikut denganmu juga tidak menjadi bahan fikiran. Fa innaka ‘alaikal balagh (maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan / mengingatkan / menyerukan).

Demikianlah seterusnya kamu disuruh berdzikir (dzikru Allah) sehingga terbenahilah anggota dzahirmu. Inilah wahai saudaraku yang mempunyai fikiran, dzikir yang sebenar-benar dzikir yang sangat bermanfa’at baik untuk yang lain, terlebih-lebih bagi dirimu baik dzahir maupun bathin. Fa dzakkir innafa’atidz dzikra. Maka peringatkanlah mereka, sesungguhnya inilah semanfa’at-manfa’at dzikir.

Bermula, ta’at kepada Allah dan ta’at kepada Utusan serta pemimpin dari kamu, Inilah agama tauhid (peng-esa-an). Dengan ta’at kamu kepada pemimpin menunjukkan benarlah kamu telah ta’at kepada Utusan Allah, serta telah benarlah kamu ta’at kepada Allah. Begitu juga sebaliknya, kalau kamu tidak percaya kepada pemimpin yang mengajak kamu kejalannya maka sebenarnya yang tidak kamu percayai adalah Allah dan Rasulnya alias kafir. Masih juga menyembah setelah datangnya pemimpin yang memberikan peringatan, maka ia adalah orang musyrik. Masih juga mengatakan Islam setelah diseru kepada pemimpin yang didatangkan Allah, maka ia adalah orang munafiq.

Berpokok pangkal semua ini pada hati, jika baik hati itu maka baik seluruh anggota yang dzahir dan jika buruk hati itu maka buruk seluruh anggota yang dzahir, tidak bisa memandang seorang kamu dengan hanya melihat perlakuan dzahir. Maka tidak bisa baik hati itu melainkan berjalan serta dengan orang yang telah diberi ni’mat atasnya (inilah yang dimaktub dalam kitab Siiras Saalikiin oleh Syekh ‘abdush Shamad yang orang Palembang dengan katanya : “karena tiada jadi baik hati itu melainkan dengan menjalani ‘ilmu thariqat ahlushshufi yakni dengan belajar il’mu thariqat kepada ahlinya serta meng’amalkan akan dia, dan serta mengambil talqin dzikir dan bai’at kepada guru yang mursyid yang sampai silsilahnya itu kepada Nabi SAW hingga kepada Jibril As hingga kepada Haq Allahu SWT Jalla wa ‘azza).

Ditulis dalam QALBU (HATI) | Leave a Comment »

PENANGANAN LUMPUR LAPINDO

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

 

 

Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”. ( AL AN’AM 63 )

Apakah tepat saya melayangkan surat ini kepada kamu, namun sampaikan pada yang berkompeten untuk menanggulangi masalah Lumpur Panas Lapindo Berantas yang telah sama kita ketahui.

 

Dengan persyaratan :

  1. Memberangkatkan ke Mekah 3 santri yang aku tunjuk dalam musim haji tahun ini serta seluruh biayanya.

  2. Membangun sebuah mesjid yang aku tunjuk tempatnya.

  3. Akan saya ungkapkan setelah persyaratan 1 dan 2 bisa terpenuhi.

 

Ttd

Al Jaabir

Jl. Khaidir Pabrik Papan, Link. 15 Pekan Labuhan Medan Sumatera Utara

Kode Pos 20252

Telp. (061)6942152, Hp. 08126011330

 

Sesungguhnya telah diusir 2 orang Utusanku yang menyampaikan Kalam-Kalam Tuhan di Jawa Timur, dan menyombongkan diri orang-orang yang berpendidikan di Jawa Tengah dan Yogya, dari ujung hingga pangkal pulau Jawa yang menerima seruan Utusanku hanya 3 orang yang salah satunya adalah tukang becak, ia sangat gembira mendengarkan berita besar yang dibawakan Utusanku sehingga ia serta merta menundukkan diri (masuk Islam) yang dulunya ia Islam keturunan seperti kebanyakan kamu seperti buih di lautan.

 

 

Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.

 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.


 

Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”

 

Dan berilah peringatan dengan Alqur`an kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya, sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa.

 

Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim.

 

Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka dengan sebahagian mereka, supaya mereka berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?”

 

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Quran supaya jelas jalan orang-orang yang saleh, dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.


Ditulis dalam PENANGANAN LUMPUR LAPINDO | Bertanda: | Leave a Comment »

ISLAM KAFFAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

 

 

 

JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH DAN RASUL, IKUTILAH AKU”

 

Qs. 4 An – Nisa 59

 

Wahai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH, dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ULIL AMRI diantara kamu.

Kemudian :

Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH ( Al Quran ) dan Rasul ( Sunnah Nya ). Jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.

 

LARANGAN

 

Qs. 5 Al – Ma’idah 72

 

Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya SURGA, dan tempatnya adalah NERAKA Tidaklah ada bagi orang yang dzalim itu seorang penolong pun.

 

Qs. 20 Tho Ha 16

 

Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya yang menyebabkan kamu jadi binasa.

 

Qs. 38. Shad 26

 

Hai Daud, sesungguhnya kami menjadikan kamu Khalifah ( Penguasa ) dimuka bumi ini, maka berilah keputusan ( perkara ) diantara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan ALLAH. Sesunguhnya orang-orang yang sesat dari jalan ALLAH akan mendapatkan azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan.

 

QS. 4 An Nisa 164

 

Dan ( Kami telah mengutus ) Rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka ke padamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung dengan Musa.

 

QS. 2 Al Bagorah 21

 

TUNDUKLAH !”

 

Wahai manusia; sembahlah Tuhan mu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu ber TAQWA!

 

QS 66 At – Tharim 6

 

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.

 

 

PEMBERITAHUAN

 

QS. 4 An – Nisa 170

 

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul ( Muhammad ) itu kepadamu, dengan ( membawa ) kebenaran dari Tuhanmu, maka ber Imanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, ( maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun ) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

QS. 24 An – Nur 34

 

Turunnya Al Quran untuk memberi penerangan kepada manusia dan pelajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.

QS. 16 An – Nahl 64

 

Dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab ( Al Qur’an ) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan memberi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang ber Iman.

 

QS 18 Al – Ahqaf 17

 

Barang siapa yang di beri petunjuk oleh ALLAH, maka dialah yang mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang disesatkannya maka kamu tidak dapat menolongnya.

 

QS. 14 Ibrahim 1

 

Al Qur’an diturunkan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang ( cahaya yang terang )

 

 

 

PETUNJUK

 

Qs. 72 Al – Jinn 16

 

“Jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan Allah ( Agama ISLAM ) benar-benar kami akan memberi kepada mereka nikmat yang besar. ( Rizky yang banyak )”

 

Qs. 36 Ya Sin 17.

 

“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan ( Perintah Allah ) dengan jelas”.

QS. 36 Ya Sin 21

 

“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

 

TOP LEADER

 

QS. 25 Al – Furgon 74

 

Dan orang-orang yang berkata; “ Ya Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami, dan keturunan kami sebagai penyenang hati ( kami ), dan “ Jadikanlah kami IMAM bagi orang-orang yang ber TAQWA.”

 

Syekh Baginda Sultan !

 

  1. Guru sebagai pembimbing QS.3 Ali Imran 164

  2. Komentator sebagai penerang QS.16 An Nahl 44

  3. Pemimpin ( Leader & Manager ) QS. 8 Al Anfal 20

  4. Hakim ( sebagai pemegang hukum ) QS. 57 Al Hadid 7

  5. Pembela ( selalu berpihak kepada kebenaran ) QS. 4 An Nisa 105

  6. Ulil Amri Minkum (QS. 25 Al Furgon 74) QS. 4 An Nisa 59

  7. Pembawa berita gembira dan pemberi peringatan QS. 33 Al Ahzab 45;46;47

  8. Penegak/ Pelaksana; Amar Ma’ruf Nahi Munkar QS. 7 Al Araf 157

 

PERINTAH

QS. 4 An Nisa 165

Tidak ada alasan untuk membantah Allah”

 

QS. 4 An Nisa 170

Pemimpin telah datang! Ber Iman lah!”

 

Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul ( Muhammad ) itu kepadamu dengan ( membawa ) kebenaran dari Tuhan mu, maka ber imanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu.

Dan jika kamu kafir, ( maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun ), karena sesungguhnya apa yang dilangit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

DASAR JANJI SETIA

QS.48 Al Fath 10

 

QS. 2 Al Bagorah 80,81,82

Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”

 

QS. 48 Al – Fath 10

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia ( Bai’ah) kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. “ Tangan Allah diatas tangan mereka “. Maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

 

QS. 16 An – Nahl 89

(Dan ingatlah) akan hari ( ketika ) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu ( Muhammad ) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab ( Al Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

QS. 33 Al – Ahjab 45-46-47

Hai Nabi; sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi SAKSI, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.

 

QS. 33 Al – Ahjab 46

Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi

 

QS. 46 Al – Ahgaf 31

Hai kaum kami; terimalah ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan ber imanlah kepada Nya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

 

QS. 46 Al – Ahqaf 32

Dan orang yang tidak menerima ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

 

 

QS. 7 Al A’raf 172

( perjanjian 1, perjanjian jiwa dengan Allah )

 

Dan ( ingatlah ), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka ( seraya ber Iman ). “ Bukankah aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab; “ Betul ( Engkau Tuhan Kami), kami menjadi saksi”. ( kami lakukan yang demikian itu ) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan “ Sesungguhnya kami ( Bani Adam ) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini. ( Keesaan Tuhan ).

QS. 57 Al Hadid 8

( perjanjian 2, perjanjian Ruh dengan Allah )

 

Dan mengapa kamu tidak ber Iman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu ber Iman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang ber Iman.

 

QS. 5 Al Ma’idah 7

( perjanjian 3, perjanjian Waktu Bai’ah )

 

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjiannya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan “ Kami dengar dan kami taati “. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)

 

QS 16 An – Nahl 91

 

Dan tepatilah perjanjian apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah ( mu ) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan ALLAH sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu ). Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.

 

QS 5 Al – Maidah 3

 

Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.

 

 

Allah tidak berkehendak kepada ciptaannya. Semua yang ada di langit dan di bumi diciptakannya untuk manusia, maka janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ini.”

 

 

QS 2 Al – Baqoroh 208

 

Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan “

( ISLAM KAFFAH )

 

 

Medan, 6 Mei 2007

SATTARIYAH SYAHID

 

 

 

 

SYEKH BAGINDA SULTAN

 

 

Ditulis dalam ISLAM KAFFAH | Bertanda: | Leave a Comment »

TANGGAPAN himpass TENTANG 10 KRITERIA ALIRAN SESAT YANG DITETAPKAN OLEH MUI

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 12, 2008

Nomor : 119/A/FORMASS/XI-T/07 Medan, 09 November 2007

Lampiran : -

Hal : “Tanggapan Pembaca”

 

Kepada Yth :

  1. Presiden Republik Indonesia

  2. DPR dan MPR RI

  3. Kejaksaan Agung RI

  4. Departemen Hukum dan Ham RI

  5. Departemen Agama Up/ Menteri Agama RI

  6. DPP Majelis Ulama Indonesia.

  7. Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara dan Medan.

di

Tempat

 

Assalamu alaikum Wr. Wb

Dengan Hormat

 

1. TANGGAPAN PEMBACA

Berdasarkan informasi yang kami baca di Koran harian WASPADA tanggal, 8 november 2007 di halaman pertama bahwa MUI menetapkan sepuluh kriteria sebagai pedoman identifikasi aliran sesat. Panitia Pengarah Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas di Jakarta mengatakan “suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria diantaranya : mengingkari rukun iman dan islam, meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’i (Alqur`an dan sunnah), meyakini turunnya wahyu setelah Alqur`an, mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alqur`an, melakukan penafsiran Alqur`an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir. Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul, mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syari’ah, dan mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.

Kami atas nama Forum Mahasiswa Sinar Syahid (FORMASS) menilai MUI terlalu lancang dan berani secara sepihak menetapkan sepuluh kriteria tersebut, kenapa kami mengatakan demikian? Karena menurut kami MUI belum mewakili semua ‘Ulama` Islam yang ada di negeri ini. Sebenarnya yang berhak menentukan Islam atau bukan adalah Allah SWT karena Dialah yang mempunyai agama ini dan Hakim yang sesungguhnya.

Firman Allah:

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

 

Berdasarkan ayat tersebut jelaslah keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, untuk mengetahui yang sesat atau tidak manusia harus mengenal Allah. Bagaimana kita mengenal Allah? Padahal kita mengetahui bahwa alam semesta ini sangatlah luas, alam materi saja sangatlah luas yang tak dapat kita jangkau, terdiri dari milyaran bintang. Yang jarak satu bintang dengan bintang yang lain ribuan tahun kecepatan cahaya, (kecepatan cahaya = 300.000 km/detik), tidak ada jalan manusia mengenal Allah melaikan Allah yang akan mendatangkan khalifahNya/wakilNya ke muka bumi untuk menyampaikan amanah-amanahNya dan menerangkan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas dimuka bumi ini agar manusia bisa selamat dan sejahtera hidup di dunia dan akhirat. Ingatlah! sesungguhnya Allah maha berkuasa terhadap segala sesuatu dan ilmu Allah sangatlah luas apalagi didalam salah satu kriteria yang ditetapkan oleh MUI mengatakan “melakukan penafsiran Al-Qur`an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir”, dengan demikian MUI telah membatasi ilmu Allah dengan kriteria-kriteria yang mereka buat sendiri, padahal Al-qur’an itu adalah kitab yang menghakimi dengan terang dan jelas, berarti MUI juga termasuk salah satu aliran dalam agama Islam yang ada di negri ini dan mungkin salah satu aliran sesat juga. Padahal Allah telah berfirman dalam kitabNya seandainya lautan dijadikan tinta dan pepohonan dijadikan pena itu tidaklah cukup untuk menulis ilmu Allah.

 

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

.

Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

 

Cukuplah jelas bagi orang yang mau berpikir bahwa ilmu Allah sangatlah luas tidak hanya terbatas didalam akal pikiran manusia itu saja. Sedangkan alam materi saja manusia tidak dapat menjangkau ilmu Allah apalagi alam yang diluar materi, jadi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) khususnya, berpikirlah! Jangan membatasi ilmu Allah dengan apa yang ada dalam akal fikiran bapak-bapak, karena ilmu Allah sangatlah luas. Firman Allah:

 

Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku”. dan Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran?

 

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”.

 

Sebenarnya kalau manusia mau berpikir, manusia akan menyadari bahwa dirinya yang masih penuh dengan dosa tidaklah pantas menetapkan sebuah kriteria untuk menafsirkan Kitab Allah (Al-qur’an) yang suci, karena yang mengerti kalam atau firman Allah adalah Allah itu sendiri dan RosulNya.

2. SOLUSI (JALAN KELUAR)

Adapun beberapa penawaran yang selayaknya bisa menjadi acuan bagi Majelis Ulama Indonesia dimanapun berada didalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Negara Republik Indonesia, yang diantaranya merupakan peristiwa yang sangat Urgen bagi seluruh kalangan masyarakat Republik Indonesia, yaitu Aliran yang katanya sesat lagi menyesatkan atau orang,seseorang,manusia,individu atau sebuah golongan yang mengatakan terhadap golongan lain sesat lagi menyesatkan. Belum lagi tentang permasalahan yang sebentar halal sebentar haram, sebentar riba sebentar halal, sebentar riya sebentar halal.

Kilas balik ini memberikan gambaran untuk kita selanjutnya menilik siapa sebenarnya yang pantas disebut Ulama, atau orang yang memang bisa menangani permasalahan yang urgen itu. Atau Majelis Ulama Indonesia bukan Ulama yang sebenarnya. Sehingga harapan kami solusinya adalah :

  1. Mengumpulkan seluruh Ulama yang ada di Indonesia untuk menyelesaikan beberapa permasalahan Urgen (penting) bagi umat tersebut, sebagaimana Hal (masalah) yang pokok dibicarakan di atas.

  2. Selama ini Majelis Ulama Indonesia hanya terdiri dari :

    1. Golongan Muhammadiyah.

    2. Golongan Nahdatul Ulama

    3. Golongan Alwasliyah.

Sedangkan Ulama yang berada di Negara Indonesia begitu banyak, belum lagi yang mengaku-ngaku ulama. Bayangkan wahai para Ulama sekiranya ada sebuah permasalahan didalam satu golongan katakan saja Naqsabandi atau Khulutiyah, atau tariqhat dan tasawuf yang lain, apakah kamu yang tidak berada didalam golongan itu langsung mengambil kesimpulan mengatakan sesat atau menyesatkan, sedangkan kamu berasal diluar golongan itu, tentukan kamu tidak mengetahui sejauh mana golongan itu sebenarnya memberikan pelajaran.

Maka untuk itu didalam pertemuan (Diskusi/Study Banding) yang kami berikan dalam penawaran ini nantinya, agar Ulama-ulama diluar Majelis Ulama Indonesia untuk dihadirkan didalam pertemuan tersebut. Dan turut hadirkan pula pemimpin-pemimpin yang selama ini di sesatkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Agar kita bisa bersama-sama memperbaiki keadaan ini dengan tidak menutup diri dan mengakui bahwa kita memang membutuhkan pendapat dan pengetahuan dari orang lain. Yang pengetahuan itu tidak ada pada diri kita. Ilmu Allah Amat luas dan Allah berkehendak terhadap segala sesuatu.

 

Demikianlah surat ini kami sampaikan dan diperbuat dengan sebenarnya, dengan tidak medahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama atau umat. Agar kita sama-sama bisa memperbaiki keadaan bukan sebaliknya, dan atas pehatian yang diberikan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wabillahi Taufik Walhidayah

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

 

FORUM MAHASISWA SINAR SYAHID

KOTA MEDAN

 

 

 

 

 

MHD. RAHMAT SYAWAL                          MHD.TAUFIK RAHMAN.ST

                             K E T U A                                                      S E K R E T A R I S

 

 

Ditulis dalam TANGGAPAN PEMBACA KEPADA MUI | Bertanda: | 1 Komentar »