HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID

MUHAMMAD RASUL ALLAH.. DIA-LAH AL-MAHDI YANG DI NANTI… PEMIMPIN AKHIR ZAMAN – SAAT INI TELAH DATANG DI INDONESIA

katakanlah hai muslim

Ditulis oleh himpass di/pada Mei 5, 2009

S U R A T A L – B A Q A R A H

2:58. Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”.

hujjah kepada keyakinan islam bahwasanya akan masuk surga dengan singgah terlebih dahulu keneraka ternyata adalah dusta:

2:80. Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”.

2:91. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

2:93. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menaati”. Dan telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”.

2:94. Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar.

2:97. Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

2:104. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.

2:111. Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar”.

2:120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

2:135. Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.

2:136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.

2:139. Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,

2:140. ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: “Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.

2:142. Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitulmakdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.

2:189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

2:217. Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

2:219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir,

2:220. tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

2:222. Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.

S U R A T A L – I M R O N

3:12. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: “Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya”.

3:15. Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

3:20. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku”. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: “Apakah kamu (mau) masuk Islam?” Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

3:26. Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3:29. Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3:31. Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3:32. Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.

3:61. Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

3:64. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

3:73. Dan Janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujahmu di sisi Tuhanmu”. Katakanlah: “Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”;

3:84. Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, ‘Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”

3:93. Semua makanan adalah halal bagi Bani Israel melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah: “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”.

3:95. Katakanlah: “Benarlah (apa yang difirmankan) Allah”. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.

3:98. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kamu kerjakan?”

3:99. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan?” Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

3:119. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata: “Kami beriman”; dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

3:154. Kemudian setelah kamu berduka-cita Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan daripada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri; mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

3:165. Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar) kamu berkata: “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

3:168. Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh”. Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.”

3:183. (Yaitu) orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api.” Katakanlah: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar.

S U R A T A N – N I S A ‘

4:63. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka.

4:77. Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.

4:78. Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun?

4:127. Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al Qur’an (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa yang ditetapkan untuk mereka, sedang kamu ingin mengawini mereka dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya”.

4:176. Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

S U R A T A L – M A A I D A H

5:4. Mereka menanyakan kepadamu: “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah: “Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepasnya). Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya”.

5:17. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putra Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

5:18. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan:”Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

5:59. Katakanlah: “Hai Ahli kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?”

5:60. Katakanlah: “Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.

5:68. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

5:76. Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

5:77. Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.”

5:100. Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”

S U R A T A L – A N ‘ A A M

6:11. Katakanlah: “Berjalanlah di muka bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu”.

6:12. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh-sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

6:14. Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”

6:15. Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.”

6:19. Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al Qur’an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah?” Katakanlah: “Aku tidak mengakui”. Katakanlah: “Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)”.

6:37. Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”.

6:40. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu, atau datang kepadamu hari kiamat, apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah; jika kamu orang-orang yang benar!”

6:46. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepadamu?” Perhatikanlah, bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).

6:47. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika datang siksaan Allah kepadamu dengan sekonyong-konyong atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain dari orang-orang yang lalim?

6:50. Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan (nya)?

6:54. Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun-alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

6:56. Katakanlah: “Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah”. Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.

6:57. Katakanlah: “Sesungguhnya aku (berada) di atas hujah yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah wewenangku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.

6:58. Katakanlah: “Kalau sekiranya ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya, tentu telah diselesaikan Allah urusan yang ada antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang lalim.

6:63. Katakanlah: “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur.”

6:64. Katakanlah: “Allah menyelamatkan kamu daripada bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.”

6:65. Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).

6:66. Dan kaummu mendustakannya (azab) padahal azab itu benar adanya. Katakanlah: “Aku ini bukanlah orang yang diserahi mengurus urusanmu”.

6:71. Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami”. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam,

6:90. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur’an)”. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk segala umat.

6:91. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

6:109. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat pastilah mereka beriman kepada-Nya. Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah”. Dan apakah yang memberitahukan kepadamu bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman.

6:135. Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang lalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.

6:143. (yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?” Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar,

6:144. dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: “Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.

6:145. Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

6:147. Maka jika mereka mendustakan kamu katakanlah: “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas; dan siksanya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa”.

6:148. Orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) kami mengharamkan barang sesuatu apa pun”. Demikian pulalah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan siksaan Kami. Katakanlah: “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada Kami?” Kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanya berdusta.

6:149. Katakanlah: “Allah mempunyai hujah yang jelas lagi kuat; maka jika Dia menghendaki, pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya”.

6:150. Katakanlah: “Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini.” Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.

6:151. Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu, yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadamu supaya kamu memahami (nya).

6:158. Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: “Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula).”

6:161. Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.

6:162. Katakanlah: “Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,

6:164. Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudaratannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan”.

S U R A T A L – A ‘ R A F

7:28. Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

7:29. Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepada-Nya)”.

7:32. Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

7:33. Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.

7:158. Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang umi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

7:161. Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israel): “Diamlah di negeri ini saja (Baitulmakdis) dan makanlah dari (hasil bumi) nya di mana saja kamu kehendaki.”. Dan katakanlah: Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu”. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik.

7:187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

7:188. Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.

7:195. Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah: “Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi tangguh (kepada ku).

7:203. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Qur’an kepada mereka, mereka berkata: “Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?” Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

S U R A T A L – A N F A A L

8:1. Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman”.

8:38. Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu”.

8:70. Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu: “Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

S U R A T A T – T A U B A H

9:24. Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

9:51. Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

9:52. Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu”.

9:53. Katakanlah: “Nafkahkanlah hartamu baik dengan sukarela atau pun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.”

9:61. Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya”. Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu”. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.

9:64. Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.

9:65. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

9:81. Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas (nya)”, jika mereka mengetahui.

9:83. Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk ke luar (pergi berperang), maka katakanlah: “Kamu tidak boleh ke luar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang”

9:94. Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan ‘uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

9:105. Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.

9:129. Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arasy yang agung”.

S U R A T Y U N U S

10:15. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”. Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”.

10:16. Katakanlah: “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”. Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?

10:18. Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).

10:20. Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhannya?” Maka katakanlah: ” Sesungguhnya yang gaib itu kepunyaan Allah; sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.

10:21. Dan apabila kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.

10:31. Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”

10:34. Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”

10:35. Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?” Katakanlah: “Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran”. Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

10:38. Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

10:41. Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.

10:49. Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).

10:50. Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?”

10:53. Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang dijanjikan) itu?” Katakanlah: “Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.

10:58. Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.

10:59. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal”. Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap Allah?”

10:69. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.

10:101. Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.

10:102. Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”.

10:104. Katakanlah: “Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman”,

10:108. Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu”.

S U R A T H U U D

11:13. Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

11:14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”

11:35. Malahan kaum Nuh itu berkata: “Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja”. Katakanlah: “Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat”.

11:121. Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: “Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya kami-pun berbuat (pula).”

S U R A T Y U S U F

12:81. Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang gaib.

12:108. Katakanlah: “Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.

S U R A T A R – R A ‘ D U

13:16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

13:27. Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya”,

13:30. Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat”.

13:33. Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekedar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk.

13:36. Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”.

13:43. Berkatalah orang-orang kafir: “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab”.

S U R A T I B R A H I M

14:30. Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”.

14:31. Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.

S U R A T A L – H I J R

15:89. Dan katakanlah: “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan”.

S U R A T A L – N A H L

16:102. Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.

S U R A T A L – I S R A ‘

17:28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas.

17:42. Katakanlah: “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy”.

17:50. Katakanlah: “Jadilah kamu sekalian batu atau besi,

17:51. atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu”. Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama”. Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,

17:53. Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

17:56. Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya”.

17:80. Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

17:81. Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

17:84. Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.

17:85. Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

17:88. Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.

17:93. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca” Katakanlah: Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?”

17:95. Katakanlah: “Kalau seandainya ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan sebagai penghuni di bumi, niscaya Kami turunkan dari langit kepada mereka malaikat menjadi rasul”.

17:96. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

17:100. Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.

17:107. Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

17:110. Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”

17:111. Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

S U R A T A L – K A H F I

18:22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka.

18:24. kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”.

18:26. Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya-lah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan”.

18:29. Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang lalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

18:83. Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”.

18:103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

18:109. Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).

18:110. Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

S U R A T M A R Y A M

19:26. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.

19:75. Katakanlah: “Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya”.

S U R A T T H A H A

20:47. Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Firaun) dan katakanlah: “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israel bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.

20:105. Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah: “Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,

20:114. Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

20:135. Katakanlah: “Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk”.

S U R A T A L – A N B I Y A

21:24. Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: “Unjukkanlah hujahmu! (Al Qur’an) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan orang-orang yang sebelumku”. Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.

21:42. Katakanlah: “Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?” Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.

21:45. Katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan”

21:108. Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)”.

21:109. Jika mereka berpaling, maka katakanlah: Aku telah menyampaikan kepada kamu sekalian (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak mengetahui apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh?”.

S U R A T A L – H A J J

22:49. Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu”.

22:68. Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah: “Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan”.

22:72. Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: “Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?”. Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

S U R A T A L – M U ‘ M I N U N

23:84. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”

23:86. Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”

23:88. Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui?”

23:89. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu?”

23:93. Katakanlah: “Ya Tuhan, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,

23:97. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.

23:118. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik.”

S U R A T A N – N U U R

24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

24:31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

24:53. Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: “Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

24:54. Katakanlah: “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

S U R A T A L – F U R Q A A N

25:6. Katakanlah: “Al Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

25:15. Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa?” Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?”

25:57. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya.

25:77. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.

S U R A T A S Y – S Y U A R A ‘

26:16. Maka datanglah kamu berdua kepada Firaun dan katakanlah olehmu: “Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta alam,

26:216. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah: Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan”;

S U R A T A N – N A M L

27:59. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”

27:64. Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

27:65. Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

27:69. Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.

27:72. Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.

27:92. Dan supaya aku membacakan Al Qur’an (kepada manusia). Maka barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan”.

27:93. Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan”.

S U R A T A L – Q A S H A S H

28:49. Katakanlah: “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih (dapat) memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al Qur’an) niscaya aku mengikutinya, jika kamu sungguh orang-orang yang benar”.

28:71. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?”

28:72. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

28:85. Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

S U R A T A L – ‘ A N K A B U T

29:20. Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

29:46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”.

29:50. Dan orang-orang kafir Mekah berkata: Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”.

29:52. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

29:63. Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya).

S U R A T A R – R U U M

30:42. Katakanlah: “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.

S U R A T L U Q M A N

31:25. Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” entu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

S U R A T A S – S A J A D A H

32:11. Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.

32:29. Katakanlah: “Pada hari kemenangan itu tidak berguna bagi orang-orang kafir iman mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.”

S U R A T A L – A H Z A B

33:16. Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja”.

33:17. Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah.

33:28. Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.

33:59. Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

33:63. Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.

33:70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,

S U R A T S A B A ‘

34:3. Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz)”,

34:22. Katakanlah: “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu saham pun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”.

34:24. Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: Allah”, dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

34:25. Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”.

34:26. Katakanlah: “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui”.

34:27. Katakanlah: “Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya), sekali-kali tidak mungkin! Sebenarnya Dia-lah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

34:30. Katakanlah: “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur daripadanya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan”.

34:36. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

34:39. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.

34:46. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.

34:47. Katakanlah: “Upah apa pun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”.

34:48. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku mewahyukan kebenaran. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib”.

34:49. Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.

34:50. Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudaratan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”.

S U R A T F A T H I R

35:40. Katakanlah: “Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bahagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan ataukah mereka mempunyai saham dalam (penciptaan) langit atau adakah Kami memberi kepada mereka sebuah Kitab sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas daripadanya? Sebenarnya orang-orang yang lalim itu sebahagian dari mereka tidak menjanjikan kepada sebahagian yang lain, melainkan tipuan belaka”.

S U R A T Y A S I N

36:79. Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

S U R A T A S H – S H A F F A T

37:18. Katakanlah: “Ya, dan kamu akan terhina”.

S U R A T S H A A D

38:65. Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

38:67. Katakanlah: “Berita itu adalah berita yang besar,

38:86. Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.

S U R A T A Z – Z U M A R

39:8. Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka”.

39:9. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

39:10. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

39:11. Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

39:13. Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku”.

39:14. Katakanlah: “Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku”.

39:15. Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.

39:38. Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.

39:39. Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,

39:43. Bahkan mereka mengambil pemberi syafaat selain Allah. Katakanlah: “Dan apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal?”

39:44. Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan”.

39:46. Katakanlah: “ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui barang gaib dan yang nyata, Engkaulah Yang memutuskan antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka memperselisihkannya”.

39:53. Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

39:64. Katakanlah: “Maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?”

S U R A T A L – M U ‘ M I N

40:66. Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam.

S U R A T F U S H I L A T

41:6. Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya),

41:9. Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

41:13. Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum Ad dan kaum Tsamud”.

41:44. Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

41:52. Katakanlah: “Bagaimana pendapatmu jika (Al Qur’an) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?”

S U R A T A S Y – S Y U U R A

42:15. Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya lah kembali (kita)”

42:23. Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal saleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

S U R A T A Z – Z U K H R U F

43:81. Katakanlah, jika benar Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak, maka akulah (Muhammad) orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).

43:89. Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

S U R A T A L – J A T S I Y A H

45:14. Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.

45:26. Katakanlah: “Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

S U R A T A L – A H Q A A F

46:4. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Qur’an) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

46:8. Bahkan mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Qur’an)”, Katakanlah: Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Qur’an itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

46:9. Katakanlah: “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

46:10. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim”.

S U R A T A L – F A T H

48:11. Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiah) akan mengatakan: “Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

48:15. Orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah: “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami: demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

48:16. Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal: “Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih”.

S U R A T A L – H U J U R A T

49:14. Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: “Kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

49:16. Katakanlah (kepada mereka): “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

49:17. Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

S U R A T A T H – T H U U R

52:31. Katakanlah: “Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu”.

S U R A T A L – W A Q I ‘ A H

56:49. Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,

S U R A T A L – J U M ‘ A H

62:6. Katakanlah: “Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar”.

62:8. Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.

62:11. Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.

S U R A T A T – T A G H A B U N

64:7. Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

S U R A T A L – M U L K

67:23. Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

67:24. Katakanlah: “Dia-lah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan”.

67:26. Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan”.

67:28. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?”

67:29. Katakanlah: “Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata”.

67:30. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.

S U R A T A L – J I N N

72:1. Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan,

72:20. Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya”.

72:21. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan”.

72:22. Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.

72:25. Katakanlah: “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan) azab itu, masa yang panjang?”.

S U R A T A N – N A Z I ‘ A T

79:18. dan katakanlah (kepada Firaun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)”

S U R A T A L – K A F I R U N

109:1. Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir,

S U R A T A L – I K H L A S

112:1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

S U R A T A L – F A L A Q

113:1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

S U R A T A N – N A A S

114:1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

Ditulis dalam 1. AJAKAN ISLAM BAGI YANG IMAN | Leave a Comment »

HALAL DAN HARAM

Ditulis oleh himpass di/pada April 9, 2009

Ketika kita berbicara tentang haram, maka yang terpikirkan oleh kita adalah makanan yang dilarang, namun makanan yang dilarang tersebut bukanlah sesuatu yang mutlak keharamannya, dimana didalamnya ada pengecualian dan pengampunan yang dapat membuat manusia terhidar dari azab yang menyiksa.

Namun pada kesempatan ini kita berbicara dari sisi pandang yang lain, yaitu bentuk suatu pengharaman yang di buat oleh lidah manusia dengan bertujuan mengalangi manusia kepada jalan kebenaran dan suatu pernyataan dari manusia yang seolah olah mengagungkan tuhan tapi pada dasarnya mebatasi kekuasaan tuhan.

Sedangkan pengharam yang dibuatkan oleh Allah agar manusia mendapat pelajaran dari pelarangan itu dan juga mendapat pelajaran bagi yang melanggar pelarangan tersebut dengan catatan mereka kembali bertobat. Yang dimana tata cara bertobat telah diatur didalam Al quran:

Taubat yang didasari atas ketakwaan. Taubat atas peritah Allah, taubat ketika Allah meyeru untuk kemabali bertauabat.

31. Hai kaum Kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

Orang yang menyeru tersebut mendapat perintah dari Allah untuk mengatakannya kepada kamu melalui lisan rasulnya dan yang sekarang disebut sebagai mukmin atau ulama pewaris nabi.

31. Katakanlah ( hai orang-orang beriman yang diperintahkan untuk menyeru kepada mereka yang mau percaya) “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

64. dan Kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya Jikalau mereka ketika Menganiaya dirinya[313] datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun(ulama pewaris nabi) memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

[313] Ialah: berhakim kepada selain rasullullah

Bila mereka mau beriman kepada yang menyeru dengan mengikuti sang penyeru, maka mereka itulah yang akan kembali, merekalah orang yang mendapatkan ampunan dari Allah, itulah yang dinamakan sebenar – benarnya thobat, taubat yang dilandasi atas ketakwaan, taubat yang dikarenakan menjalankan perintah Allah, yang perintah itu sama wajibnya dengan perintah sholat dan perintah yang lainnya. Dan dari menjalankan perintau bertaubatlah islam didapatkan.

Jadi taubat yang tidak menerima orang beriman kepada Allah dan rasulnya yaitu orang yang diperintahkan untuk menyeru(ulama pewaris nabi) maka sia-sialah perbuatannya: akibat keingkaran mereka yang telah berjumpa dengan Dia yang menyeru kepada kebanaran dengan mengumandangkan kalam kalam dari Tuhannya Rabbul alamin

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Taubat adalah perbuatan yang baik, namun taubat yang bukan dikarenakan perintah Allah dan tidak menjalankan perintah Allah adalah taubat yang sia – sia dikarankakan hanya membaca suatu tilisan yang mengatakan thobat bagi orang yang berbuat salah, maka dia thobat. bagaimana dengan mereka yang telah diakui sebagai ustad, atau ahli ibadah, seperti kaumnya yang merasa ahlulsunnah wal jamaah, bagaimana mereka dapat mengetahui bahwasanya kekotoran masih melakat pada diri mereka, jika imam mereka mengatakan untuk thobat mereka tidak mau melakasanakan imamnya, kerena tidak ada kewajiban mereka untuk memtaati imam sebagimana mentaati rasul. sedangkan Allah hanya bisa berbicara kepada hambanya melaui perantaranya, yaitu para imam dan pemimpin yang memiliki pengikut. dan apa jadinya bila mereka tidak mentaati pemimpin mereka, maka tidaklah mereka menjadikan Allah sebagai yang disembah.

105. mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia[896], Maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak Mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

TAUHID KERASULAN

Nabi Allah = Rasulullah = Kalifahtullah= Ulama Pewaris Nabi Allah = E S A

MUKMIN = SI -HAKIM = SI QURAN = DIA SI-AKHIR

Dia Si pembangkit = Dia Si kiamat = Dia Si hisab=Dia Si pembalasan

Merakalah pewaris kalimat kalimat Tuhan yang maha luas dan meliputi segala sesuatu, tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinnya:

yang kita taati tanpa membedakan ketaatan atara satu dengan yang lain, karena meraka adalah satu, yaitu pemimpin bagi orang yang beriman.

109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

27. dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah[1183]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

7. mereka hanya mengetahui yang lahir (apa yang mereka dapati dari bapak-bapak mereka dan dari kitab – kitab yang mereka pelajarin) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

Akhirat = si Akhir = Nabi Allah = Rasulullah = Ulama pewaris nabi Allah = Kalifahtullah => ESA. Mukmin. SI HAKIM SI QURAN

Suatu pernyatan yang bersifat membatasi kekuasaan tuhan, menghalangi ulama pewaris nabi yang ianya juga termasuk golongan yang umi dalam menyampaikan wahyu yang telah diwarisi kepadanya dari para penerima wahyu pendahulunya ulama pewaris nabi yang menjadi pemimpin dan ikutan bagi orang yang mau beriaman dengan menjiddal atau mendikte ulama pewaris nabi, apakah ulama pewaris nabi tersebut mengetahui 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau menguasai sastra Arab atau bahasa intelek, cendikiawan cerdik pandai , jangankan 14 alat tulis dalam menafsirkan Al quran atau mengusai sastra arab. Yang ianya sendiri orang Indonesia tidak mengetahui bahasa sastra Indonesia atau pribahasa dan segala perumapamaan, yang iya juga bukan seorang yang intelek atau cedikiawan kaumnya cerdik pandai. Dia hanyalah seorang yang awam, ummi, yang Cuma bisa berbicara dengan bahasa orang kampung, wong deso.yang sebatas mendapat perintah dari Allah SWT untuk mengatakan dan menyampaikan ayat – ayat Allah tanpa merubah bentuk kalimatnya

Akibat penjiddalan oleh manusia itu sendiri merupakan bentuk suatu pengharam agar kebenaran itu tidak tersentuh, dan cahaya Allah agar jangan menerangi.

Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, dan allah mendatangkan rasulnya dari berbagai golongan, ada seorang yang dipandang anak pungut, ada yang dipandang sebagia anak buangan, narapidana , ummi, anak yatim piatu atau dipandang sebagai anak haram ada juga berasal dari golongan yang terpendang atau seorang raja, dari golongan ahli kitab atai cendikiawan dan juga ada yang dari golongan penderita penyakit yang membuat orang tidak ingin mendekati apalagi mengikutinya, dari berbagai golongan itu Allah menurunkan petunjuknya sesuia dengan tingkatan pikiran atau cara pandang berpikirnya suatu golongan seperti nabi Allah Sulaiman As. Yang mengerti semua bahasa binatang, saat becara dengan anak sd dia tidak menggunakan bahasa anak smp, dan saat ia berbicara dengan anak smp dia tidak berbicara denga bahasa mahasiswa, maka dari itu Allah menurukan petunjuk yang dapat dimengerti semua golongan kecuali golongan yayup dan ma’jub serta orang pekak

.22. Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang pekak dan tulis yang tidak mengerti apa-apapun.

39. dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya[473]. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.

[604] Maksudnya: manusia yang paling buruk di sisi Allah ialah yang tidak mau mendengar, menuturkan dan memahami kebenaran.

93. hingga apabila Dia telah sampai di antara dua buah gunung, Dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan

Dua golongan inilah yang gemar mengingkari dan serta senatiansa menolak setiap ketarangan kebenaran yang datang

35. dan berkatalah orang-orang musyrik: “Jika Allah menghendaki, niscaya Kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik Kami maupun bapak-bapak Kami, dan tidak pula Kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya”. Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; Maka tidak ada kewajiban atas Para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Perbuatan orang musyrik yang gemar berjanji dusta dengan berkata bohong , seperti orang – orang musyrik sebelum mereka.. bahwasanya mereka tidak mengharamkan sesuatu apapun tanpa(izin)-Nya..(rasul tidak ada lagi)

Bentuk suatu pengaharam dengan cara mendustakan para utusan yang menyeru menyampaikan keterangan.. dengan bahasa tidak baiknya mereka menjawab.. jangan ikuiti dia.. dia sesat.. dia gila.. dia mengada – ngada atau berbagai ucapan buruk lainnya..

Ternyata mereka seringkali mengaharamkan sesuatu tanpaNya..(suatu contoh dalam hal keduniaan)

1. bila Nya disini diartikan izin Allah.. maka tak ada yang bisa menambah jumlah yang telah ditetapkan Allah.. contoh rokok.. siapa yang bisa bertanya kepada Allah supaya Allah mengharamkan rokok.. atau kamu meminta izin kepada Allah supaya rokok diharamkan..kemudian setelah izinnya didapat baru bisa diharamkan.. permasalahnya siapa yang bisa mendapatkan jawaban Iya dari Allah.. kemudian .. kamu mengatakan .. sudah diizikan Allah.. bahwasanya rokok haram..

Bila Allah ada bebicara kepada manusia berarti manusia tersebut mendapatkan wahyu/.. yang isi wahyunya.. ROKOK HARAM*

*dunia kamu lebih tau jika kamu punya rasul diantara kamu

2. Bila Nya disini diartikan rasul… maka jika kamu menfatwakan mengaharamkan sesuatu dan fatwa tersebut diizinkan oleh rasul , maka menjalankan sesuatu yang benar.. kenapa ..? karena rasulpun akan bertanya kepada tuhannya.. bila tuhannya izin.. maka rasulpun izin..

3. Dan bila nya disini diartikan pemimpinmu.. yang kamu dengan pemimpin ada suatu ikatan janji setia atau ikrar sumpah setia.. yang satu sama lain saling mengakui.. pemimpin mengakui kamu yang dipimpin atau pengikut dan dia sebagai pemimpin atau dikuti atas diri kamu dan kamu mengakuinya, yang dimana dengan demikan terjadinya ikatan tanggungjawab.. pemimpin bertanggungjawab terhadap yang dipimpinnya dan pengikut mentaati kata pemimpin..

Kembali pada masalah haram… jika kamu sebagai pengikut mengeluarkan fatwa haram dan fatwa itu disetujui oleh pemimpin kamu.. maka fatwa tersebut dapat dijalankan dengan catatan… fatwa tersebut berlaku bagi orang yang mengakui pemimpin yang memimpin kamu adalah pemimpinnya juga.. contoh ada suatu kelompok masa yang dinamakan kelompok masa ABC yang didalam kelompok tersebut ada pemimpinya.. maka fatwa haram tersebut hanya dapat dijalankan didalam kelompok masa ABC tersebut…

Namun pada intinya pengharaman yang sangat tidak disukai oleh Allah dengan melarang manusia menyapaikan kebenaran yang datang pada dirinya dan menghlangi manusia agar tidak beriman kepada manusia yang lain..

Untuk kategori yang pertama tentang izin

disini kita tidak membahasnya dikarenakan.. siapa yang bertanya kemudian Allah menjawabnya kemudian siapa saksinya bahwasanya Allah menjawabnya kepada yang bertanya…?

Untuk kategori yang kedua tentang rasul,

rasul tidak tau tetang rokok dan tidak ada fatwa dari rasul tentang rokok haram.. atau rasul tidak ada lagi menurut mereka..dengan mengatakan rasul tidak ada lagi sudah merupakan suatu bentuk pengharaman.. melarang Allah untuk mengutus rasulny kembali yang akan kembali murnikan agamanya dengan menegakkan Al quran.

Dan untuk kategori yang ketiga,

ini mungkin bisa menjadi acuan untuk mengetahui seatu suatu kebenaran..

Setiap keputusan yang diambil bersading dengan Tanggungjawab (al Quran),, maka jika kita ingin mengambil sesuatu keputusan yang memiliki sesuatu yang akan meminta tanggungjawab namun kita tidak mau bertanggungjawab maka dari itulah diperlukan kita miminta izin dari yang bertanggungjawab atas diri kita.. seperti seorang makmum yang meminta izin kepada seorang imamnya, pemimpinnya atau orangtuanya .. bila si makmum, pengikut atau si anak melakukan kesalahan terhadap orang lain maka yang bertanggungjawab adalah yang bertanggungjawab atas mereka.. dengan catatan bila simakmum, pengikut atau anak telah meminta izin.. tapi bila mereka yang dipimpin tidak meminta izin, maka yang bertanggungjawab adalah dirimerka sendiri, jadi benarlah peringatan rasul.. yang beliau mengatakan , lebih baik dipimpin oeh pemimpin yang jahat selama seratus tahun daripada tidak punya pemimpin,, namun yang dipimpin benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai pengikut, yaitu DENGAR KATA PEMIMPIN DAN TAATI…*

Ingat hal ini hanya berlaku bila pengikut tidak menduakan pemimpin atau menomor dua(2)kan pemimpin…

Menduakan pemimpin dengan cara mengakui ada pemimpin yang lain atau selingkuh,

Me-nomor-dua-kan pemimpin adalah mendahulukan keinginan diri daripada keingin pemimpin sedangkan kinginan pemimpin adalah keinginan Allah.

Dengan catatan, setiap pemimpin pada intinya mengajak bersatu dalam kebenaran, walau ada pemimpin yang tidak mau bersatu dengan pemimpin yang lain. Yang dikarenakan :

32. Yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

173. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Bangkai yang berjalan tidak layak untuk dijadikan pemimpin atau guru, yang dimana bangkai tersebut tidaklah hidup dengan wahyu (Kebenaran)

Darah merupakan makanan dari nyamuk, orang yang sifatnya suka memeras jeripayah orang lain demi keuntungan dirinya sendiri, inilah suatu bentuk perbudakan dan dari sisi lain;

Darah juga merupakan tempat tersimpannya penyakit dan obat yaitu orang yang mencumpur adukan kebenaran dengan kebatilan, yaitu percaya dengan berita besar yang disampaikan kepadanya tapi tidak percaya kepada pembawa berita besar.

Contohnya :

114. dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Ketika dibacakan ayat yang berisikan perintah mendirikan sembahyang dengan yang didalam perintah itu dijanjikan penghapusan dosa mereka berbondong – bondong melaksanakannya. Tapi ingat :

35. sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

Apa yang menyebabkan kekafiran mereka, hal ini disebabkan :

90. dan Sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: “Hai kaumku, Sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan Sesungguhnya Tuhanmu ialah (tuhan) yang Maha pemurah, Maka ikutilah aku dan taatilah perintahku”.

Ketika dibacakan ayat yang didalamnya terdapat perintah untuk mengikuti dan untuk mentaati perintah yang membacakan(yang meyeru) Mereka membantahnya, padahal harun(ulama pewaris nabi) adalah penggati musa ketika musa sedang menghadap tuhanya. Mereka tatep perpendirian hanya kepada musa dan tidak menghedaki adanya pengganti musa, apa yang dikatakan harun merupakan perintah dari Allah untuk disampaikan kepada umat musa. Kekafiran mereka bukan disebabkan kerena telah menyembah putung anak sapi yang terbuat dari emas yang diberi suara melainkan dikarnakan tidak mau mengikuti harun dan mentaati perintah harun yang diperintahkan oleh Allah.

80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.

91. mereka menjawab: “Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami”.

92. berkata Musa: “Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,

93. (sehingga) kamu tidak mengikuti Aku? Maka Apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?”

94. Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku”.

Inilah kekawatiran ulama pewaris nabi ketika sepeninggalnya yang mewarisi atas apa yang telah diamanatkan rasullah kepada penggatinya. Umat senantiasa dari zaman kejaman menyebah jasad atau beriman kepada yang awal dan mengingkari yang akhir(ulama pewaris nabi).

95. berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?”

96. Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, Maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan Demikianlah nafsuku membujukku”.

Inilah yang banyak terjadi dizaman sekarang. Setelah ditinggalkan rasul. Atas bujuk rayuan samiri dengan peninggalan ajaran rasulnya, umat diajak untuk melaksanakan segala ajaran rasulnya, tapi meniadakan penggantinya yang memimpin umat.

Seruan mereka tetap taati Allah taati rasul, tapi rasulnya tidak adalagi orangnya yang ada cuna ajarannya, dengan melaksakan ajarannya berarti telah mentaati rasulnya. Demikianlah prasangkaan mereka. Mereka telah meniadakan wasiat yang telah di ditinggalkan rasulnya untuk umatnya.

sedangkan penggati rasul(ulama pewaris nabi) tetap mengatakan ikuti aku(bukan yang telah wafat) dan taati aku, dengan mengikuti aku, maka kamu telah mengikuti rasulmu terdahulu, dengan mentaati aku sesungguhnya kamu telah mentaati perintah rasulmu.

Apa jadinya bila umat tidak punya ikutan lagi. Dan kepada siapa mengharapkan petunjuk, sedangkan Allah telah membuatkan jalannya untuk dilalui oleh oran – orang beriman.

Sehingga terjadilah golongan yang gemar memakan darah, ,memakan daging babi dan bangkai. Yang semuanya sanrgat disukai oleh kebayakan manusia tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.

Daging babi yang iya dinutrisi oleh makanan yang kotor yang dia senang mgotori diri walau dia gemar mandi. Namun mandi bukan pada air yang jernih tapi pada Lumpur

Sangat sedikit orang yang terpaksa untuk melakuakan perbuatan yang haram sangat jarang setusasi memaksa kita melakukan perbuatan yang haram, apalagi hal itu memang tidak menginginkannya. Setiap manusia berbeda jalan hidupnya.. bagi yang yang melanggar apa yang telah ditetapkan oleh Allah, dan dia menyadari akan pebuatanya , maka dia tidak terkena dosa, dengat catatan bermohonlah pengampunan dari Allah dengan mengakui kesalahan tersebut.. janganlah kita mengahakimin seseorang telah berdosa atas perbuatanya ..selain sebatas memberikan keterangan yang jelas(berwasiat)*

*tabahan : berlakunya suatu wasiat jika yang berwasiat telah wafat, tapi jika masih hidup dinamakan nasehat, berlakunya suatu wasiat hanya kepada orang yang dituju atau dimaksud yang berhak menerima wasiat yaitu pewaris dari yang mewasiatkan..

89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

bila bersumpah atas nama siapa..? diri pribadikah ? pemimpinkah? Atau ulamakah? ..berjanji setia kepada siapa

bila atas nama pribadi bila dilanggar maka ada kafarat sebagai sebagai jalan menembus pelagaran atau menarik sumpah tersebut,

bila atas nama pemimpin , dan pemimpin itu melanggar, maka kewajiban pemimpin berikutnya untuk membayar kafarat pendahulunya tersebut, dan jika

atas nama ulama, ulama tersebut meninggal dan ada penerus dari ulama tersebut yang juga sebagai ulama, maka ulama penerus tersebut melaksanakan kafarat dari pendahulunya..namun jika ulama penerus juga melanggar sumpah dari pendahulunya dia juga melaksanakan kafarat tersebut.

148. orang-orang yang mempersekutukan Tuhan, akan mengatakan: “Jika Allah menghendaki, niscaya Kami dan bapak-bapak Kami tidak mempersekutukan-Nya dan tidak (pula) Kami mengharamkan barang sesuatu apapun.” demikian pulalah orang-orang sebelum mereka telah mendustakan (para Rasul) sampai mereka merasakan siksaan kami. Katakanlah: “Adakah kamu mempunyai sesuatu pengetahuan sehingga dapat kamu mengemukakannya kepada kami?” kamu tidak mengikuti kecuali persangkaan belaka, dan kamu tidak lain hanyalah berdusta.

Yang bertanda hitam sebagai peringatan bagi yang mengeluarkan fatwa jangan mengikuti prasangkaan karena mereka yang mengeluarkan fatwa tidak atas dasar perintah tuhan..melainkan atas dasar ilmu.. amal dan ibadah.. bukan takwa, yang dinamakan takwa adalah atas dasar perintah tuhan.

150. Katakanlah: “Bawalah kemari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini” jika mereka mempersaksikan, Maka janganlah kamu ikut pula menjadi saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Tuhan mereka.

Yang diharamkan mereka adalah para rasul..baiat tidak wajib kepada imam

Kebanyakan dari manusia bila berbicara halal dan haram akan mengarah kepada makanan, tapi ingat bukanlah makanan yang akan menjerumuskan manusia kedalam neraka melaikan perpalingan manusia dari mencari kebenaran dan melaksanankan kebenaran, suatu hal yang sering kita lihat pengharaman yang terjadi didalam kehidupan, menghalangi (manusia)diri untuk mencari kebenaran dengan mengatakan kesesatan pada yang lain sedangkan dia melupakan diri dan senantiasa menyalahkan yang lain sedangkan al quran membenarkan apa yang ada pada mereka bila mereka mau ikut.

47. dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik

Untuk mengetahui suatu jalan yang lurus tentulah harus ada pemamdunyanya yang dimana dia menjadi ikutan bagi yang ingin kepada jalan yang lurus, yaitu orang yang telah diberi nikmat atas mereka Al Quran(ulama pewaris nabi)

38. orang yang beriman itu berkata(menyeru) : “Hai kaumku, ikutilah Aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

Bagaimana reaksi atas orang – orang yang melampaui batas ketika diantara mereka ada yang berkata dengan perkataan ayat tersebut diatas ?, ternyata ada diantara mereka ada yang membatah ; ‘kau pula yang mau diikuti sedangkan titelku lebih tinggi, sedangkan aku ulama terkenal, sedangkan aku lebih tua, atau sedangkan aku lebih berilmu , beramal dan beribadah dibandingkan kamu(orang yang beriman mengajak)’. Demikianlah bantahan dan sangkalan mereka kepada sang penyeru, padahal sang penyeru hanyalah diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan apa yang telah diamanahkan Allah kepadanya..

Seperti bantahan iblis terhadap Allah SWT ketika disuruh sujud kepada nabi Adam As.

Dengan kemulian pada diri iblis dia enggan dan sombang kepada seorang pembawa berita Tuhan yang dijadikan sebagai kalifah Allah dimuka bumi yang ia(Adam)nya ibarat seorang anak bayi yang baru lahir, tak mengerti apa-apa dan belumlah beramal beribadah apalagi berilmu, selain apa-apa yang diajarkan Oleh Allah tentang nama-nama. Apalah arti nama – nama yang telah diberitahukan oleh Allah dibandingkan orang yang telah banyak berbuat kebajikan, yang memiliki tabungan pahala yang tiada terkira. Adam bukanlah apa – apa. Adam hanyalah sebuah barometer atas keimanan seseorang dan menjadi mirzan atas orang yang beriman kepada Allah.. bila mereka menerima adam yang senantiasa ada disepanjang masa. Yang ia hidup disetiap zaman hingga bumi telah usai masanya. Yang adam sendiri berdiri pada para nabi, para rasul, para ulama pewaris nabi allah, pemimpin dimuka bumi atas perintah Allah…yang mereka semua ini adalah satu, ahad , esa, mukmin, islam

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH dan taatilah RASUL (Nya), dan ULIL AMRI di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

73. Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari TUHAN YANG ESA. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

seberapa besar ketaatanmu kepada Allah dilihat seberapa besar ketaatan kamu kepada rasul-rasul-Nya dan seberapa besar ketaatan kamu kepada para rasul-Nya dilhat seberapa besar kamu mentaati pemimpinmu(imam).

bagaimana caranya kamu mentaati Allah dengan cara mentaati rasulnya, bagaimana kamu mentaati rasulnya dengan cara mentaati pemimpin yang dari kamu mennyampaikan kalam-kalam Allah, yaitu ulama pewaris nabi.

inilah yang dikatan ESA dalam beribadah menaati perintah Allah.
bila kita bermaksud untuk membedakanya, Allah wajib untuk ditaati, rasulnya wajib untuk ditaati dan pemimpin tidak wajib untuk ditaati, inilah yang dikatakan mengatakan Allah Satu dari yang tiga.

Thauhid adalah berbeda yang menyampaikan namun satu yang disampaikan, berbeda wujud namun satu sebutan, yaitu Rasulullah..
sipakah rasulullah? rasulullah bukan hanya bapak Fatimah, melainkan :

151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

namun ketika datang ulama pewaris nabi yang dia datang sebagai rasulullah yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

maka menjadi kafirlah jika kamu membatah apa yang disampaikannya dan tidak percaya dengan apa yang disampaikannya.

33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

adam yang menerangkan nama-nama benda, jangan lupa, jasad kamu adalah benda yang telah diberi bentuk dan dihidupkan oleh nyawa.

nama seorang manusia ketika menyampaikan ayat-ayat Allah adalah rasul, itulah hukum Allah yang tak bisa dibantah, namun nama-nama itu dipata ketika dia mengikuti seseorang penyeru seraya mendengarkan dan mentaati wahyu yang dibacakannya. kemudia kita mengambil janji atau berjanji setia untuk mendengarkan dan mentaatinya,

kemudian diturunkan Allah surat Yasin bagi para pengikut perintah Allah.

1. Yaa siin
2. Demi Al Quran yang penuh hikmah,
3. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul
4. (yang berada) diatas jalan yang lurus
5. yang diturunkan(ditugaskan) oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
6. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

inilah sebab-sebab diatara kita ada yang memberi peringatan kepada kita agar kita menjadi orang yang lalai, mereka mengajak bersatu, kerena mereka telah ditetapkan berada DIATAS jala yang lurus, sehingga bukan hanya jalan yang tak lurus diajak, melainkan Orang yang merada dijalan yang lurus, yaitu golongan orang penuntut ilmu, Ahli ibada, para ustad, ulama dan kiai bahkan Para syeik, dan setelah mereka mau bersatu, maka mereka akan diberihaknya berdasarkan apa yang selama ini mereka kerjakan dan malah akan dilipat gandakan amal dari perbuatanya, bagi mereka yang mau bersatu, maka mereka akan menyapaikan apa yang rasul sampaikan, yaitu wahyu atas kemulian yang mereka dapati dengan turunnya YASIN kepada mereka. maka mereka dengan para rasul bukan lagi dua melainkan SATU, ESA, inilah mekJizat yang diturunkan Allah kepada NABI BESAR BAGINDA MUHAMMAD RASULULLAH SAW ANAK ABDULLAH,

tidak adalagi wahyu selain Al quran dan Muhammad bukanlah bapak seorang laki-laki diatara kamu(buka hanya bapak siQasim), melaikan rasulullah, jadi bila ada yang menyampaikan Al quran(wahyu Al quran) itulah muhammad rasulullah

muhammad yang menjadi penutup para nabi adalah muhammad yang hidup dimasa 14 aba yang silam dan yang menjadi muhammad penutup para nabi yang sekarang adalah para imam atau ulama atau pemimpin yang kamu mengucapkan 2kalimatsahadat dihadapannya.

1. Adam AS adalah Muhammad Rasulullah .
2. Idris AS adalah Muhammad Rasulullah
3. Nuh AS adalah Muhammad Rasulullah
4. Hud AS adalah Muhammad Rasulullah
5. Soleh AS adalah Muhammad Rasulullah
6. Ibrahim AS adalah Muhammad Rasulullah
7. Luth AS adalah Muhammad Rasulullah
8. Ismail AS adalah Muhammad Rasulullah
9. Ishak AS adalah Muhammad Rasulullah
10. Yakub AS adalah Muhammad Rasulullah
11. Yusuf AS adalah Muhammad Rasulullah
12. Ayub AS adalah Muhammad Rasulullah
13. Sueb AS adalah Muhammad Rasulullah
14. Musa AS adalah Muhammad Rasulullah
15. Harun AS adalah Muhammad Rasulullah
16. Zulkifli AS adalah Muhammad Rasulullah
17. Daud AS adalah Muhammad Rasulullah
18. Sulaiman AS adalah Muhammad Rasulullah
19. Ilyas AS adalah Muhammad Rasulullah
20. Ilyasa AS adalah Muhammad Rasulullah
21. Yunus AS adalah Muhammad Rasulullah
22. Zakaria AS adalah Muhammad Rasulullah
23. Yahya AS adalah Muhammad Rasulullah
24. Isa AS adalah Muhammad Rasulullah
25. Muhammad SAW adalah Muhammad Rasulullah

Ulama Pewaris nabi adalah Muhammad Rasulullah yang mengajak kamu masuk islam kaffah yang kamu menerimanya sebagai imam atas kamu dan berbaiat kepadanya maka kamu telah berbaiat kepada 25 nabi dan rasul, kamu taati dia, maka kamu telah mentaati 25 nabi dan rasul dan ketika kamu bersahadat ashadu ala ila ha ilallah muhammadurasulullah, yang menjadi muhammad rasul Allah atas kamu, buka hanya satu orang melainkan seluruh yang menyampaikan berita besar dan wahyu Al quran, SATU UNTUK SEMUA, SEMUA PADA YANG SATU, ESA. sedangkan kamu disuruh untuk beriman kepada para nabi dan rasul.

pemimpin akhir zaman yang namanya seperti nama nabi muhammad anak abdulah adalah Muhammad Rasulullah
kunyahnya(ucapanya) sama dengan kunyahnya(uacapan) nabi muhammad anak abdullah adalah :

Siapakah rasul ?

1. 40. Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu(adalah) Rasul yang mulia
2. 4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan .

manaka dia?

3. 151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

ciri-ciri rasul secara umum:
1. tidak mengatakan ” aku adalah seorang rasul”
2. berhati-hati kepada tukang fitnah, orang yang tukang fitnah akan mengatakan ” sifulan mengaku rasul padahal dia cuma mengartikan apa yang didengarnya”
contoh:

158. Katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk.”

92. Dan supaya aku membacakan Al Quran (kepada manusia). Maka barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa yang sesat maka katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan.”

a. 49. Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu.”

dapat disimpulkan dari tiga ayat diatas, bagi siapa yang membacakan, maka yang membacakan adalah rasul dan itu benar.ingat itu kata ayat bukan perkataan hawa nafsunya. dia hanya menyampaikan apa yang dari Allah, bukan menagaku-ngaku, ayatlah yang menjelaskan siapa dirinya.

maka, lihatlah apa yang disampaikanya Al qurankah atau pendapatnya.

memang apa yang diberitakan ini sungguhlah berat untuk diyakini :

143. Dan demikian Kami telah menjadikan kamu , umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

demikian jugalah bagi mereka yang bekiblat kepada isa, musa, ibrahim, yusuf, dan nabi-nabi lain, ketika datang nabi Muhammad mereka disuruh untuk berkiblat kepada muhammad, sangatlah berat, namun bagi yang beriman kepada Allah dan Si Akhir. dengan berkiblat kepada muhammad mereka telah berkiblat kepada rasul sebelumnya dan ini menjadi bukti bila mereka hidup dizaman nabi sebelumnya mereka mengimaninya, begitu juga sekarang, mereka berkibalat kepada Baginda rasulullah diminta untuk berkibalat kepada penerusnya yang menyampaikan Al quran sebagai bukti keimanan mereka jika mereka hidup dijaman rasul dahulu.

jadi bila kamu menetang penerusnya maka kita tak ubahnya pengiktu isa yang menetang kedatangan muhammad.

6. mereka berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Quran kepadanya, Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila

Seringkali jika datang seseorang yang mengajak untuk ikut dengan cara menyaampaikan al quran, mereka senantiasa memjawab dengan perkataan yang tidak baik.

Perkataan mereka terabadikan didalam al quran dan diwariskan secara turun temurun kepada orang-orang senantiasa mendustakan para pembawa berita besar.

32. dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka Dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

21. dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. mereka menjawab: “(Tidak), tapi Kami (hanya) mengikuti apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya”. dan Apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?

156. (kami turunkan Al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: “Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum Kami, dan Sesungguhnya Kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca[523].

116. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.

Setiap kebohongan yang terucap yang bermaksud untuk untuk kebaikan merupakan kebohongan terhadap kebenaran itu sendiri, * sampaikanlah kebenaran walaupun itu terasa pahit..) sering kita dengar ucapan berbohong untuk kebaikan, ini merupakan suatu cara untuk mengingkari akan kebenaran yang didatangkan melalui para rasul dengan cara mengikuti hawa nafsu atau segala prasangka yang ada pada diri sebagai bukti belumlah kebenaran itu turun pada dirinya yaitu al quran yang menjadi petunjuk sekalian manusia.

Suatu pelarangan yang tidak berasalkan dari Allah merupakan kebohongan terhadap Allah yang dimana pelarangan tersebut membatasi akan kekuasaan Allah yang telah mendatangkan petunjuknya kepada manusia, dan janganlah kita berlebih lebihan dalam mengerjakan kebaikan yang dimana kebaikan yang dijalankan bukan bersarkan takwa melaikan berdasarkan ilmu, amal dan ibadah alias prasangka. Benarnya ilmu amal dan ibadah yang kita jalankan bila tanpa adanya seseorang yang menjadi saksi yang menyeru kepada kebenaran yang mereka didalam mesjid adalah amirulmukminin atau para imam, yang antara mereka yang mengerjakan kebaikan dengan para imam tanpa ada ikatan sama sekali merupakan suatu kedustaan yang menjadi perbuatan sia sia, tapi bila mereka dengan salah satu imam tersebut ada suatu ikatan yang nyata, mereka mengikrarkan kebenaran tersebut dengan mendengarkan dan mentaati, kemudian imam menyeru(memerintahkan suatu perbutan) pada kebenaran, itulah takwa, yang setiap ibadah dilajankan atas dasar perintah.

73. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada kamilah mereka selalu menyembah,

Jika kamu tidak mau beriman kepada para imam(ikut,tunduk atau berserah diri) dan malah mengingkarinya dengan perbuatan yang kamu kerjakan yaitu beribadah sendiri – sendiri dengan tidak mau pila bermakmum (bersatu)

Dan bila hanya berpikir wahyu itu hanya sampai kepada Muhammad SAW.. dan Cuma Muhammad SAW yang mnerima wahyu, maka para pemimpin itu akan menjawab dengan kalam tuhannya :

50. Katakanlah: “Jika aku sesat Maka Sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk Maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha mendengar lagi Maha Dekat”.

Dari para pemimpim tersebutlah datangnya perintah mengerjakan kebaikan, sembayang, dan menunaikan zakat bila telah berjanji berdasarkan wahyu, yang zakat tersebut bermula dari kami dengar dan kami taati berakhir pada berjuang dengan harta dan diri, sedangkan harta dan diri telah dibeli oleh Allah dengan surga melalui para saksi yaitu yang menjadi imam atas diri dan menjadi pemimpin dalam kehidupan yang menuntun manusia kepada jalan yang lurus.

dan janganlah kamu ketika di ajak untuk bersatu, kamu malah menolaknya apalagi persatuan itu dikerenakan perintah Allah yang berasal dari ayat Al quran yang dibacakan:

104. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Mereka memandang baik perbuatan yang buruk dan mereka hanyalah mengikuti prasangka dan setan memberikan janji – janji palsu,

Apakah kamu tau jalan yang lurus..
bila iya.. mengapa kamu tidak mengajak umat kepada jalan yang lurus.. dengan berkata kepada mereka :

38. Orang yang beriman itu berkata: “Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

tapi, sebelumnya adakah atau siapakah orang yang beriman atas kamu yang mengajak kamu untuk ikut sehingga kamu bisa menyaimpaikan apa yang disampaikan kepadmu sehingga yang mengikuti kamu adalah sebagai bukti bahwasanya mereka mentaati ayat Allah.

Ditulis dalam 9. HALAL DAN HARAM | Bertanda: , , | Leave a Comment »

SERMON SHALAT ‘ IDUL FITHRI YEAR 1428 H / OKTOBER 13 2007 M.

Ditulis oleh himpass di/pada Januari 24, 2009

 

 

No : 089/A/ DPP-HIMPASS/P/XI/07 Medan. November ,07 2007 Lam : – Hal : “Notification.” To Yth in Place Assalaamu ‘alaikum Wr. Wb Hopefully Allah SWT ever pass to the Father / Health sir for bodily and spiritial in running everyday aktifitas, just and hopefully our [is] what overflows of syafa’at and syawab from Rasulullah SAW therewith with all its friend and people who follow [it]. As for purposes and objectives this notice to Father / sir is to submit and inform whereof and how which have been submitted/sent by Mr. Learn The Syeikh Al Akhi Al Mukarram Muhammad Zubir of Amir of Al Kholidi Jum’Atul Jabir or which more knowledgeable by its follower with the title ” AL JABIR”, in oration / Khuthbah ‘ Idul Fithri [of] [at] date of 13 October 2007 at 09.00 s / d finish [in] Padepokan / residential [of] place Beliau Teach, guiding, leading and echoing Al Qur’An to its followers [in] Jln. Khaidir Link.15 [of] Kel. Week Labuhan, Kec. Field of Labuhan of North Sumatra Field As great as that way we partake also enclose from reportage result which beliau submit in Khuthbah ‘ Idul Fithri 1428 H some times then, which expectation beliau [of] [so that/ to be] forwarding of this can be listened by entire/all human being faction. And on the score of that’s hence we pour the sentence of Al Anfaal 8:21 [in] this Mukaddimah Letter as elementary form for stages;steps objekif [of] [so that/ to be] human being accepting and reading entire/all this editor can no longer default from what we submit, and in fact he will understand with the position and x’self status [of] if shy ating to listen [it] Not on any account there [is] intend to make the even and also anomalous something that, bizzare and also habit, good and also ugly. however just widening opinion and discourse, logic and realistic, communications and discussion [of] [among/between] element of society and government element which have competence, or (it) is true if need to be able to perform [a] the study compare, [so that/ to be] really we can educate the life nation, so much race, tribe and Ianguage, not to mention added by pemahaman-pemahan [is] sufi and intellect. What [is] questioned [by] that apakan represent a mistake. Anyway all delivering birth remain to from Allah SWT, occasionally that human being cannot conducive to the science, and also ism, hikmah and also hidayah, astuteness, and also stupidity but God itself of Allah SWT ‘ Azza Wajalla 171. And imagery ( people who exclaim the) infidel people [is] like penggembala calling animal which [do] not hear besides just just exclamation and call. they are deaf, blind and mute, Hence ( on that account) them [do] not understand And the above is true we which can submit, big presumably Father / sir will a moment for the berfikir of all these contemplation and why can be happened, isn’t it true that thinking a moment that’s better than sholat circumcise the sepajang night ( Red.Imam Gozhali), So also aphorism tell ” A lot of Key [of] however Lost Goods, There [Are] Also Many Bright People / however State remain to intrude”. At Attention and our atensinya render thanks which is equal to. Thank Wabillaahi Taufiq Walhidaayah Wassalaamu ‘alaikum Wr. Wb. BOARD OF DIRECTORS CENTER THE GATHERING of YOUNG FELLOW of RAY SYAHID MUHAMMAD RAHMAD SYAWAL MUHAMMAD EKO HARIYANTO K E T U A S E K R E T A R I S Forwarding of this destined [by] just a just for who [is] which will understand and comprehend and non secret , and if found [by] mistake in this Editor, [is] represent our mistake, and non to be disputed [by] however to be straightened and corrected. If it does the things of, hence its solution [is] us [of] ready for invited [by] and also we invite. [So that/ to be] bold and clear [of] its circumstance. SERMON SHALAT ‘ IDUL FITHRI YEAR 1428 H / OKTOBER 13 2007 M. BY : AL JABIR Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim              183 . Their people who tell: ” In fact Allah Have commanded to us, so that we don’t believe to somebody rasul, before he/she conducive to to victim us eaten [by] a fire”. Tell: ” In fact Have come to you [of] some people Rasul [of] before bringing real boldness and bring what you mention, Hence Why you kill the them [of] if you [is] real correct people who Shadaqallaahul ‘azhiim. Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd All praising certain only for Allah, what sentiasa delegate His courier with the real correct religion and guide; so that He/She His menzahirkan religion [is] above religion which is [in] religion kan during the time. Although the in disfavour with people musyrik, I testify that [there] no the infinite [of] besides Single Allah [is] which is [there] no company for Nya, and I testify that Muhammad [is] His slave and His courier. Shalawat and greet the big keharibaan prophet [of] Muhammad SAW increasing also Allah love to it so that we what overflows [of] syafa’at [in] this world as reflection [in] eternity. Later;Then from [at] that, all wahai Allah slave; you is to Allah with really godfearing and you don’t die before Islam you. Hi obedient religious people who meekly yours to Allah and obedient meekly yours to rasul and leader which out of you, hence if you disagree about something return the you to Allah and Rasul [of] if real correct you trust to final day and Allah, like that are nicer and better finally for you. Say the Allah [of] [through/ passing] its courier namely leader which out of you; their people who that say ” in fact Allah command to us so that we don’t trust to a rasul, so that he conducive to to us kurban eaten [by] a fire, tell ” really have come to you rasul-rasul [of] before me with the real boldness and by what you katakana, hence Why you kill the them [of] if you [is] real correct people who”. Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd Like this !.. people sentence during the time, what is each;every conducived to [by] a courier hence at moment’s notice they [do] not trust [it], with all theorem and science [of] exist in them though Allah is not gallant with the Science [of] exist in them, what Allah want with the will;desire is not gallant with their will;desire. Word don’t trust to a this rasul, have knocked over not merely to fool [of] however to bright people, not merely to impecunious however to plutocrat, not merely to ordinary people [of] however to power negri. What is [at] in fact this [is] alias propaganda libel the ” Al Masihud Dajjal “, what I interpret the Al Masihud Dajjal [is] a speaker which lie ( Liar Libel this Dajjal have been swallowed out of hand by whole faction, what (it) is true Dajjal very knowing that [of] enemy from generation to generation nya will come [in] final [of] this epoch, so that its propaganda have veined take root in human being liver, so whenever I echo God kalam in this time, equivocate the people who follow the Dajjal, heir dajjal, moslem scholar of heir dajjal, by telling ” that Allah command to them in order not to trust to Rasul” no more alias Rasul. Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd One who deny and my menjiddal during the time [is] the same as within reason people who deny and menjiddal rasul-rasul [of] before this, namely taking hold of as Moslem scholar kah, Kiai Kah, Mr. Syeikh kah, Ustadz Kah, Da`I Kah, Penceramahkah, or any [is] mention, what [is] on suspected [by] them with the science, do a good deed and religious service which they have claimed, what they have laboured, what they have Khitmadkan, can correct the Al Qur’An, Kalam Allah, Godlike Apocalipse [is] which I submit to them. Hence nya opposing I am in submitting God Kalam is not fool [of] but [is] people who their number know about the religion [of] because (it) is true they religion school even to negri ‘ arab, people who [of] number that ‘ its charitable [is] shalih, and people who [of] number that ‘ its religious service [is] accepted by its The infinite. Though beneficial is not science, do a good deed and their religious service [is] godfearing But, but return the Al Masihud Dajjal make the propaganda by saying that Godfearing have to with the science, do a good deed and religious service. This is one of plesetan ( Play-Setan = Devil Game) what [is] on suspected [by] a correctness by many human being. Have become the [common/ public] fact that one who its science have been claimed from ibtidaiyah tsanawiyah, Aliyah, even go out the country; to kairo, to Arab Saudi, what [is] on suspected [by] them that represent the Islam center; one who its science have been claimed to spiritual nature ( thariqat, reality, and ma’rifat), that’s told [by] Moslem scholar them, ustadz, kiai, shekh and others mention. But I remind to all you ‘ Moslem scholar` that [is] Prophet heir. As Prophet conducived to by its the infinite hence ‘ moslem scholar` [is] even also conducived to [by] its The infinite. As Prophet conducived to [by] according to or disagree with science, do a good deed and religious service which is according to fikiran [of] human being at the time so also ‘ Moslem scholar` prophet heir, also whether/what according to or inappropriate according to fikiran [of] human being [in] this epoch ( in this time) in fact Allah is not gallant for everything, even he in command for everything. Allah is not gallant its will;desire with the will;desire [of] human being in this time and that moment, even Allah The most want with whom desired. Moslem scholar told [by] Moslem scholar by human being with the science criterion, do a good deed and religious service more tend to to oppose the ‘ Moslem scholar` Prophet Heir, moslem scholar opposing ‘ moslem scholar` named [by] this prophet heir [of] moslem scholar world ( Moslem scholar Suu`). Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd               Remember when your The infinite [is] berfirman to all angel: ” Real [is] I will make a khalifah on earth.” they say: ” Why Thou will make the ( khalifah) under the sun that one who will make the damage [of] [at] nya and shed blood, though we ever have prayer beads [to] by praising Thou and sanctify the Thou?” God berfirman: ” Real [is] I know what you [do] not know.” Allah create the leader that is Ace Adam on earth; [is] at the time opposed to [by] ossify by one who have very high bookish, doing a good deed shaleh and have religious service [to] which [do] not the a length between thumb edge earth which [do] not ex- black sujudnya until its eyebrow, what is when this ramadhan [is] takkan shalat tarawih 8 raka’at, what is 20 raka’atpun of[is no one absent night ramadhan. That'S moslem scholar at the time which is titled finally with the Dickens ( Protester I remind to you hi human being altogether, because me only a commemoration giver to all you [of] nya, don’t follow the olehmu step like this, if you follow the step [of] like this surely you lah challenging I in this time and challenger [of] all prophet heir [of] before me. Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd [Is] afterwards conducived to [by] Nuh Ace as ‘ Moslem scholar` Prophet Heir at the time, inviting to human being to [be] Godfearing to Allah and also adhere I, hence Nuh Ace as ‘ moslem scholar` prophet heir [is] at the time opposed by Moslem scholar [of] world at the time, which Moslem scholar [of] world at the time tell godfearing to Allah and follow which first. But remain to the moslem scholar of Dickens heir tell don’t trust in the Nuh [of] because the mad Nuh, foolish, again pervert the. your Beginikah Mannerism hi moslem scholar, your job only menyesat-nyesatkan people [Is] later;then conducived to [by] Ibrahim Ace as ‘ moslem scholar` prophet heir at the time inviting human being only to Allah by following [it], non inviting to pray like praying their ancestors also non fasting [of] like their ancestors fast. Opposed by moslem scholar at the time that is moslem scholar Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’Uq And Nasr, what this kelima-limanya [is] moslem scholar of follower of teaching of Nuh Ace. Ibrahim Ace invite the human being only to Allah by following [it], human being at the time bluff the x’self by waddiyah, suwa’iyah, yaghutsiyah, ya’uqiyah and nasriyah that is follower wadd, follower suwa’, follower yaguts, follower of ya’uq and follower nasr I invite the you to Allah for real hujjah, most you bluff the ustadzmu, kiaimu, shekhmu, gurumu, MUI Mu. What you tell the follower of Imam Malik ( Malikiyah), Hambali ( Hambaliyah), Hanafi ( Hanafiyah), Syafi’I ( syafi’iyah), Asy’Ari ( Asy’Ariyah). Hence [is] there any you thinking [Is] then delegated [by] a Ace Mozes as ‘ moslem scholar` at the time to its clan inviting to the infinite which is one by following rasulNya. Slimmest hence which trust the ( mukmin). What mukmin [of] when Ace Mozes say: ” all you to Allah and rasulNya”, hence one who believe following Ace Mozes very knowing [of] whom of Allah and rasulNya told [by] a Ace Mozes. By following Ace Mozes [of] that’s following rasul and also [in] Allah road;street. Moslem scholar standing beside Fir’Aun, beside king, beside president, beside government, hum remain to its laguuUUlama that: ” [there] no Rasul again after”. This song of moslem scholar world, moslem scholar suu` what heir dajjal obstinately nya as weapon to groan the ‘ moslem scholar` prophet heir. and this Sentence as very sturdy fortress building [is] which have been drawn up [by] Al masihud dajjal far before my arrival submit the kalam the infinite. this time. So whenever I echo [in front/ahead] of Ceremony of Moslem scholar of Indonesia tkt. I of North Sumatra [of] year 2004 before march of events (time) causing a commotion world that is tsunami [in] Acheh, after they groan my residency [is] which my Alhamdulillaah and my follower [is] won by my the infinite, sentence rasher, rasher of kalam Allah, godlike apocalipse rasher [is] which is in its clan Ianguage: ” Hence after he yours death say, will not be awakened by Allah Ta’Ala one people rasulpun after, though this [is] sentence one who [is] misleaded [by] Allah [of] because abysmal them [of] boundary and hesitate”. Then the MUI menjiddal, arguing he/she said, this first package the Jubir. Because (it) is true sentence jetty there [is] sentence Yusuf. Hence I submit again one sentence which its you Ianguage: ” And if you read off its fore part [is] our sentence, he say: this story first”. Then they [is] kept quiet, but don’t know what its [relation/link] [is] they ask I what grad. Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd Possible if me of grad of Kairo dsb, become the correctness of kalam [of] the infinite which I read off its fore part. But I people ummi which do not be clever [of] Ianguage ‘ arab, people a’jam, hence they bluff the x’self. And they let the handout by for naming MUI, that I pervert gone the round of [by] seluas-luasnya [of] among society. Although if them ditanya, they [is] evading each other by saying that us [of] religious advices is not errant. The most Allah correctness with all firmannya. Hence [is] there any you getting Iesson ?! [Is] conducived to ‘ Jesus of Almasih of child Maryam, as ‘ moslem scholar` prophet heir at the time, [is] also opposed [by] a excitement even will be murdered by moslem scholar [of] world at the time. moslem scholar of World of cleft of Timurkah or West, moslem scholar of cleft of East of Tengahkah or South-East Asia, moslem scholar of Indonesiakah or Kairo, moslem scholar [of] Sumatra [of] part of Utarakah or Field, moslem scholar its yahudikah name, if he oppose the ‘ moslem scholar` prophet heir, this is moslem scholar suu`, moslem scholar criminal. What is if told in them: ” don’t make the damage on earth”, they say: ” we people shalih”. This is Almasihud dajjal, they will cheat the Allah with its science [is] high, with its charitable [is] any good, with the religious service of shalat fasting which do not omit the, berinfaq, even berhajji many times; they will cheat one who its belief correctness, not merely believe to which first but have believed to final come [by] Allah nowadays, though is not they cheat but they medium cheat themselves, but insane them. [Is] there any you will realize the wahai of people who [of] berkemul with the science, do a good deed and religious service ?! More than 1400 year ago have been conducived to also Muhammad SAW child ‘ abdullah, father [of] the Qasim, husband khadijah, Dusty keponaan [of] Thalib as former prophet heir. If if only ‘ Abdullah tell the Muhammad [is] anakku, real correct! but not yet Islam; the Qasim tell the Muhammad [is] ayahku, real correct! but not yet Islam, Khadijah tell the my Muhammad husband, [is] real correct! but not yet Islam, Dusty [of] Thalib tell the Muhammad keponaanku, real correct! hence incoming hell fire [through/ passing] hair and its nail. [Is] also opposed by moslem scholar at the time fought the. Moslem scholar at the time remain to by laguuUlamanya ( nothing like rasul after). They shy at and bluff the x’self do not want to tell the Muhammad of Allah courier [of] and surely mengi’tiqadkannya. They only will tell and mengi’tiqadkan that Muhammad child ‘ Abdullah, Muhammad Father [of] the Qasim, Muhammad of Husband khadijah, Dusty Muhammad Keponaan [of] Thalib and assorted [of] Muhammad. If now they mengi’tiqadkan Muhammad 1400 ago. As flimsy as husk of onion of propaganda of Almasihud dajjal. Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd Wahai [of] people who have believed, [is] the above is true submitted/sent to story you [of] all rasul hopefully become the all Iesson for you. Know the olehmu, its correctness [is] you trust to Allah, God creating sky and earth and that universe regulator, [is] proven [by] when coming rasul Allah to you explaining its sentences [at] a period of/to and its epoch [is] you follow [it] and struggle with [it], because dialah Muhammad which is non Mr. from one or the other [of] boy [of] among you [of] however he/she [is] Courier of Allah and pengesah from all big news carrier. Hence [at] this khuthbah, I echo to all you [of] God one Kalam        128 . Really Have come to you a Rasul from kaummu [by] xself, weight felt by your grief nya, [is] very wishing ( belief in God and safety) for you, very pity compassion again Humane to people mukmin religious Wahai people who bear with the you and I strengthen your patience and be really stand by the alertness, and godfearing to Allah so that you are Iucky Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim. KHUTBAH ke-2 Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh. Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin. ‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin. Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa. Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin. Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin. Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin. our Yaa the infinite, we have believed and follow the Rasul which thou have degrade this time and confirm us as eyewitness. Akaana linnaasi ‘ajaban an auhaina ilaa rajulin minhum an andzirin naasa wabasysyirilladziina aamanu annalahum qadama shidqin ‘inda rabbihim. Qaalal kaafiruuna inna hadzaa lasaahirun mubiin. Is it upright to become the wonderment for human being that we made a night of it to a men [of] among them, that he warn [at] human being and give the goods news for the people who of religious that for them domicile high beside the infinite them. What infidel oppositely;also tell in fact he/she joke Yaa Allah we have submit the thou what have made a night of it to us in the form of Alqur`An to crowded khalayak; hence our pardon for our stupidity submit the thou sentence so that human being [of] around we give the raspberry us Yaa Allah we have submit the thou what have made a night of it to us in the form of Alqur`An to crowded society; hence our pardon for our weakness submit the thou sentence so that human being [of] around we groan us Yaa Allah we have submit the thou what have made a night of it to us in the form of Alqur`An to crowded society; hence our pardon because number them that thou [do] not want with their will;desire Help the us of yaa Allah, because each;every conducived to to them a Rasul, but disagree with their desire hence they bluff the x’self to nya and disobey [it] even they aspire to kill [it] which [is] [is] on suspected [by] them that [is] excellency deed. Help the them of yaa Allah, because august them mamandang [of] lowly deed [is] your side, they look into the ugly deed goodness our Yaa Allah have followed the leader which thou have conducive to final [of] this epoch, their [is] medium follow the real step syaithan, by telling [do] not [is] obliged to obey to leader Yaa Allah accept our thanks on this day which thou have degrade the our Alqur`An kapada so that thou give the strength to us to echo [it] clearly and bold [of] crowded kekhalayak. So that by Alqur`An [is] which thou degrade to we become the weapon at one blow shield to demolish the sturdy building develop;builded [by] Almasih addajjal Yaa Allah protect the us from obsession syaithan damned, from Almsih addajjal, from moslem scholar suu` what sentiasa make the camouflage, what they tell like what me and big news carrier before I tell ” you is to Allah and Rasul”. One who believe to me and to news carrier [of] before reality follow me; one who medium doubt of me and get across [is] me disguised by moslem scholar, dajjal, their syaithan sehinga look into the ugly deed goodness kill all big news carrier before Yaa Allah help the us in struggling [at] your religion, winning us from real syaithan, from almasih which Iiar, from virulent moslem scholar ‘ moslem scholar` prophet heir Yaa Allah [of] if only we fail in this struggle hence nothing like one who echo the Kalammu yaa Allah. Existing only people who intone the alqur`an with the song sikah, rass, and as kinds of song which they that number [is] alqur`an our Yaa Allah have believed by what thou degrade this time, hence make the us syuhada` what [do] not only await the promises syaithan, dajjal, and moslem scholar that Imam Mahdi wait, don’t know when, come the nya; ‘ isa alight from the nymph sky within reason they await the thou of yaa Allah descend in wings of cloud accompanied [by] all last angel [of] thou decide the case, don’t know this world, dimahsyar or heaven wait; [at] matter to Allah brought back [by] all case Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qina ‘adzaaban naar. ‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh. www.hariyanto27.wordpress.com

Ditulis dalam KHUTBAH SHALAT ‘IDUL FITHRI TAHUN 1428 H/13 OKTOBER 2, SERMON SHALAT ‘ IDUL FITHRI YEAR 1428 H / OKTOBER 13 2007 M. | Bertanda: , | Leave a Comment »

daftar email

Ditulis oleh himpass di/pada Januari 17, 2009

DAFTAR E-MAIL MEDIA CETAK. 138 pointsHorison untuk Puisi : horisonpuisi@centrin.net.id Horison untuk Cerpen : horisoncerpen@centrin.net.id Horison untuk esai : horisonesai@centrin.net.id SINDO (Seputar Indonesia) : editor@seputarindonesia.com Suara Merdeka : triwikromo@yahoo.com Majalah gong : editor@majalahgong.net.id Bali post : tra_puspitaningsih@yahoo.co.id Buletin Pawon (solo) : pawonsastra@yahoo.co.id Buletin kakawin : buletinkakawin@gmail.com Jakarta: 1. Kompas (1) opini@kompas.com (2) opini@kompas.co.id

2. Republika (1) redaksi@republika.co.id (2) sekretariat@republika.co.id

3. Media Indonesia redaksi@mediaindonesia.co.id

4.Suara Pembaruan (1) koransp@suarapembaruan.com (2) opinisp@suarapembaruan.com

5. Sinar Harapan (1) redaksi@sinarharapan.co.id (2) info@sinarharapan.co.id

6. Harian Pelita hupelita@indo.net.id

7. Suara Karya redaksi@suarakarya-online.com

8. Koran Tempo koran@tempo.co.id ktminggu@tempo.co.id

9. Seputar Indonesia (1) redaksi@seputar-indonesia.com (2) marcomm@seputar-indonesia.com

Sumatera (1) hariansinggalang@yahoo.co.id

1. Singgalang (Padang) (2) kj_sgl@yahoo.com 2. Haluan (Padang)

(1) harian_haluan@yahoo.com.sg

3. Padang Ekspres (Padang) (2) redaksi@padangekspres.co.id (1) stres_tb@yahoo.com

4. Riau Pos (Pekanbaru) (1) redaksi@riaupos.co.id (1) budaya_ripos@yahoo.com

5. Waspada (Medan) (1) redaksi@waspada.co.id (2) waspada@waspada.co.id

6. Suara Indonesia Baru (Medan) redaksi@hariansib.com

7. Batam Pos redaksi@harianbatampos.com

8. Sriwijaya Post (Palembang) (1) sripo@persda.co.id (2) sripo@mdp.net.id Jawa 1. Pikiran Rakyat (Jawa Barat) (1) redaksi@pikiran-rakyat.com (2) info@pikiran-rakyat.com 2. Suara Merdeka (Jawa Tengah) (1) redaksi@suaramerdeka.info (2) naskah@suaramerdeka.info 3. Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) redaksi@kr.co.id 4. Koran Bernas (Yogyakarta) koranbernas@yahoo.com 5. Harian Surya (Jawa Timur) surya1@padinet.com 6. Duta Masyarakat (Jawa Timur) dumas@sby.centrin.net.id 7. Surabaya Post (Jawa Timur) redaksi@surabayapost.info admin@surabayapost.info 8. Radar Malang (Malang) radarmalang@jawapos.co.id 9. Solopos (Solo) redaksi@Solopos.Net. 10. Jawa Pos (Surabaya) (1) editor@jawapos.com (2) editor@jawapos.co.id Bali 1. Bali Post (Denpasar) balipost@indo.net.id Kalimantan 1. Banjarmasin Post (Banjarmasin) banjarmasin_post@persda.co.id bpostmania@telkom.net 2. Pontianak Pos (Pontianak) redaksi@pontianakpos.co.id Sulawesi 1.Harian Fajar (Makassar) fajar@fajar.co.id Luar Negeri Globe and Mail comment@globeandmai l.com Fax: 416.585.5085 Tel: 416.585.5528 National Post jkay@nationalpost. com Fax: 416.442.2209 Tel: 416.383.2300 Vancouver Sun sunopinion@png. canwest.com Fax: 604.605.2522 Tel: 604.605.2184 Georgia Straight contact@straight. com Fax: 604.730.7010 Tel: 604.730.7000 Tyee editor@thetyee. ca Tel: 604.689.7489 New York Times oped@nytimes. com Fax: 212.556.4100 Tel: 212.556.1831 The Washington Post oped@washpost. com Fax: 202.334.5269 Tel: 202.334.7471 Los Angeles Times op-ed@latimes. com Fax: 213.237.7968 Tel: 213.237.2121 San Francisco Chronicle forum@sfchronicle. com Fax: 415.543.7708 Tel: 415.777.1111 San Jose Mercury Times opinions@mercurynew s.com Fax: 408.271.3792 Tel: 408.920.5235 Seattle Times opinion@seattletime s.com Fax: 206.382.6760 Tel: 206.464.2132 Oregonian eval(unescape(‘%64%6f%63%75%6d%65%6e%74%2e%77%72%69%74%65%28%27%3c%61%20%68%72%65%66%3d%22%6d%61%69%6c%74%6f%3a%6f%70%65%64%40%6e%65%77%73%2e%6f%72%65%67%6f%6e%69%61%6e%22%3e%6f%70%65%64%40%6e%65%77%73%2e%6f%72%65%67%6f%6e%69%61%6e%3c%2f%61%3e%27%29%3b’)) .com Fax: 503.294.4193 Tel: 503.221.8389 South China Morning Post luisa.tam@scmp. com Fax: 852.2516.7478 Tel: 852.2565.2222 Straits Times (Singapore) stforum@sph. com.sg Fax: 65.6319.8289 Tel: 65.6319.5397 Daily Telegraph (UK) dtletters@telegraph .co.uk Sunday Telegraph (UK) stletters@telegraph .co.uk Guardian (UK) letters@guardian. co.uk comment.is.free@ guardian. co.uk Barangsiapa yang ingin mengirim tulisan ke koran, maka maka ikutilah kiat-kiat ini: 1. Kirim ke media lewat email dalam bentuk MS Words Rich Text Format (rtf) dengan attachment. 2. Isi surat mailnya: Redaksi Yth, Ini saya kirimkan satu artikel opini (di attachment), mohon pemberitahuannya apabila dimuat atau tidak dimuat. Salam. Pipit 3. Pada subject email tulis: “Artikel Opini: ” [..judul tulisan anda di sini…] 4. Panjang tulisan antara 700 kata (4500 karakter). Untuk menghitungnya, lihat di MS Word -klik> tools -klik> wordcount -> akan ada jumlah kata (words) halaman (page) dan huruf (characters), kira-kira 2 halaman kuarto (tidak penuh) dengan huruf 12. 5. Biarkan tulisan anda pada takdirnya, diterbitkan atau tidak diterbitkan, tugas Anda kirim tulisan tiap minggu, paling kurang satu. 6. Dalam dua minggu tidak ada kabar mail, maka artinya tulisan anda tidak lolos seleksi, perbaiki tulisan itu dan kirim ke media lain. 7. Diterbitkan atau tidak diterbitkan, anda dapat periksa di di website koran bersangkutan. Tetapi tidak semua koran di Indonesia begitu di Indonesia, demikian juga di Padang. 8. Sebaiknya untuk pemula, kirimlah ke koran di kota Anda, sebab lebih mudah untuk diketahui apakah tulisan Anda diterbitkan atau tidak. 9. Banyak koran di Indonesia tidak memberitahu penulisnya, apakah tulisannya akan diterbitkan atau tidak. Memang ada beberapa koran besar yang memberitahu; kalau tulisan tersebut ditolak. Menulis di Media Cetak Indonesia (1) Bagi siapa saja yg berminat mengirim tulisan ke media cetak (koran/majalah), maka berikut sedikit tips dari saya: 1. Panjang tulisan antara 700 sampai 1000 kata *. cara melihat jumlah kata: MS WORD –> tools–> wordcount —> words 2. Kirim ke media via email dalam bentuk MS WORDS via attachment. Alamat email2 media cetak sebagai berikut: Media Nasional: 1. Republika: Redaksi : redaksi@republika.co.id Sekretariat Redaksi : sekretariat@republika.co.id Webmaster ROL : webmaster@republika.co.id 2. Kompas: (1) opini@kompas.com (2) opini@kompas.co.id (3)kompas@kompas.com 3. Media Indonesia redaksi@mediaindonesia.co.id 4. Suara Pembaruan koransp@suarapembaruan.com opinisp@suarapembaruan.com 5. Sinar Harapan (1)redaksi@sinarharapan.co.id (2)info@sinarharapan.co.id 6. Harian Pelita eval(unescape(‘%64%6f%63%75%6d%65%6e%74%2e%77%72%69%74%65%28%27%3c%61%20%68%72%65%66%3d%22%6d%61%69%6c%74%6f%3a%68%75%70%65%6c%69%74%61%40%69%6e%64%6f%2e%6e%65%74%2e%69%64%37%22%3e%68%75%70%65%6c%69%74%61%40%69%6e%64%6f%2e%6e%65%74%2e%69%64%37%3c%2f%61%3e%27%29%3b’)). Jawa Pos (1) editor@jawapos.com (2) eval(unescape(‘%64%6f%63%75%6d%65%6e%74%2e%77%72%69%74%65%28%27%3c%61%20%68%72%65%66%3d%22%6d%61%69%6c%74%6f%3a%65%64%69%74%6f%72%40%6a%61%77%61%70%6f%73%2e%63%6f%2e%69%64%38%22%3e%65%64%69%74%6f%72%40%6a%61%77%61%70%6f%73%2e%63%6f%2e%69%64%38%3c%2f%61%3e%27%29%3b’)). Suara Karya redaksi@suarakarya-online.com 9. Koran Tempo ndewanto@mail.tempo.co.id 10. Majalah Tempo hidayat@mail.tempo.co.id Media Daerah Sumatera 1. Waspada (Medan) (1) redaksi@waspada.co.id (2) waspada@waspada.co.id 2. SIB – Suara Indonesia Baru (Medan) redaksi@hariansib.com 3. Batam Pos redaksi@harianbatampos.com 4. Serambi Indonesia (Aceh) (1) redaksi@serambinews.com (2) serambi_indonesia@yahoo.com 5. Sriwijaya Post (Palembang) (1) sripo@persda.co.id (2) sripo@mdp.net.id Media Daerah Jawa 1. Pikiran Rakyat (Jawa Barat) beritapr@yahoo.com berita@pikiran-rakyat.com redaksi@pikiran-rakyat.com info@pikiran-rakyat.com 2. Suara Merdeka (Jawa Tengah) redaksi@suaramer.famili.com 3. Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta) redaksi@kr.co.id 4. Koran Bernas (Yogyakarta) koranbernas@yahoo.com 5. Harian Surya (Jawa Timur) surya1@padinet.com 6. Harian Duta Masyarakat (Jawa Timur) dumas@sby.centrin.net.id 7. Surabaya Post (Jawa Timur) redaksi@surabayapost.info admin@surabayapost.info Media Daerah Bali 1. Bali Post balipost@indo.net.id Media Daerah Kalimantan 1. Banjarmasin Post banjarmasin_post@persda.co.id bpostmania@telkom.net 2. Pontianak Pos redaksi@pontianakpos.co.id Media Daerah Sulawesi 1.Harian Fajar (Makassar) fajar@fajar.co.id bupati@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bupati wabup@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Wakil Bupati setda@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Setda setda.perlengkapan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Perlengkapan setda.protokol@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Protokol setda.humas@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Humas setda.umum@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Umum setda.ekonomi@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Ekonomi setda.pemerintahan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Tata Pemerintahan setda.organisasi@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Organisasi dan Tatalaksana setda.kesra@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Kesejahteraan Rakyat setda.keuangan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Keuangan setda.hukum@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Hukum setda.pembangunan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Bagian Pembangunan sekwan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Sekretariat DPRD diknas@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Pendidikan dinkes@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Kesehatan rsud@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya RS.Dr. Sobirin rsrupit@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya RS. Rupit binamarga@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas PU Bina Marga pengairan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas PU Pengairan ciptakarya@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas PU Cipta Karya dan Tataruang dishub@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika kependudukan@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dinsos@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Sosial disnaker@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi diskop@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah disparbud@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata displora@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Pemuda dan Olahraga hortikultura@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas tanaman Pangan dan Hortikultura disbun@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Perkebunan dispetper@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Peternakan dan Perikanan dishut@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Kehutanan distamben@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Pertambangan dan Energi disperindag@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar bappeda@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya BAPPEDA blh@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Lingkungan Hidup Daerah kb@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Keluarga Berencana bpm@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan kesbang@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat bpkd@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah bkd@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan bapemas@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa bp4k@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan kpp@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Kantor Pemberdayaan Perempuan kpad@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah kkp@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Kantor Ketahanan Pangan satpolpp@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Satuan Polisi Pamong Praja inspektorat@musi-rawas.go.idE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya Inspektorat

SEKRETARIAT DAERAH
1 Sekretaris Daerah
Email : sekda @ kotabarukab.go.id
2 Bagian Tata Pemerintahan
Email : pemerintahan @ kotabarukab.go.id
3 Bagian Pemerintahan Desa
Email : pemerintahandesa @ kotabarukab.go.id
4 Bagian Organisasi
Email : organisasi @ kotabarukab.go.id
5 Bagian Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Email : ekonomi @ kotabarukab.go.id
6 Bagian Pembangunan
Email : pembangunan @ kotabarukab.go.id
7 Bagian Kesra dan Pemberdayaan Perempuan
Email : kesra_pp @ kotabarukab.go.id
8 Bagian Keuangan
Email : keuangan @ kotabarukab.go.id
9 Bagian Umum
Email : umum @ kotabarukab.go.id
■ BADAN – BADAN
1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA)
Email : bappeda @ kotabarukab.go.id
2 Badan Kependudukan, Capil dan Keluarga Berencana
Email : dukcapilkb @ kotabarukab.go.id
3 Badan Kepegawaian Daerah (BKD)
Email : bkd @ kotabarukab.go.id
4 Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA)
Email : bawasda @ kotabarukab.go.id
DINAS – DINAS
1 Dinas Pekerjaan Umum
Email : dinas_pu @ kotabarukab.go.id
2 Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
Email : dinkes_kessos @ kotabarukab.go.id
3 Dinas Pendidikan
Email : pendidikan @ kotabarukab.go.id
4 Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan
Email : pertanian @ kotabarukab.go.id
5 Dinas Perhubungan
Email : perhubungan @ kotabarukab.go.id
6 Dinas Pertambangan dan Energi
Email : distamben @ kotabarukab.go.id
7 Dinas Kelautan dan Perikanan
Email : dkp @ kotabarukab.go.id
8 Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Email : hutbun @ kotabarukab.go.id
9 Dinas Pendapatan
Email : dispenda @ kotabarukab.go.id
10 Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi
Email : perindagkop @ kotabarukab.go.id
11 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Email : budpar @ kotabarukab.go.id
12 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Email : nakertrans @ kotabarukab.go.id
13 Dinas Kesatuan Bangsa, Perlidungan & Pemberdayaan Masy.
Email : kesbanglinmas @ kotabarukab.go.id
14 Dinas Lingkungan Hidup dan Penanaman Modal
Email : lh_pm @ kotabarukab.go.id
KANTOR – KANTOR
1 Kantor Informasi, Komunikasi dan Data Elektronik
Email : inkomdalek @ kotabarukab.go.id
2 Kantor Perbendaharaan Umum dan Kas Daerah
Email : umum_kas @ kotabarukab.go.id
3 Kantor Pengelola Pasar
Email : pasar @ kotabarukab.go.id
4 Kantor Tata Kota
Email : tatakota @ kotabarukab.go.id
5 Kantor Satual Polisi Pamong Praja
Email : satpolpp @ kotabarukab.go.id
ALAMAT E-MAIL
1
Puskesmas Umbulharjo I
2
Puskesmas Umbulharjo II
3
Puskesmas Kotagede I
4
Puskesmas Kotagede II
5
Puskesmas Gondokusuman I
6
Puskesmas Gondokusuman II
7
Puskesmas Danurejan I
8
Puskesmas Danurejan II
9
Puskesmas Jetis
10
Puskesmas Kraton
11
Puskesmas Tegalrejo
12
Puskesmas Ngampilan
13
Puskesmas Wirobrajan
14
Puskesmas Mantrijeron
15
Puskesmas Pakualaman
16
Puskesmas Mergangsan
17
Puskesmas Gondomanan
18
Puskesmas Gedongtengen
Daftar e-mail Pemkab Banyuwangi
KEPALA DAERAH
Bupati
bupati@banyuwangikab.go.id
Wakil Bupati
wakil.bupati@banyuwangikab.go.id
SEKRETARIAT DAERAH
Sekretaris Daerah
sekda@banyuwangikab.go.id
Asisten Pemerintahan
aspem@banyuwangikab.go.id
Bagian Pemerintahan
pemerintahan@banyuwangikab.go.id
Bagian Hukum
bag.hukum@banyuwangikab.go.id
Bagian Organisasi
organisasi@banyuwangikab.go.id
Bagian Humas
humas@banyuwangikab.go.id
Asisten Sosial Ekonomi
asosek@banyuwangikab.go.id
Bagian Kesejahteraan Masyarakat
kesmas@banyuwangikab.go.id
Bagian Perekonomian
perekonomian@banyuwangikab.go.id
Bagian Pemberdayaan Masyarakat
bpm@banyuwangikab.go.id
Bagian Lingkungan Hidup
baglh@banyuwangikab.go.id
Asisten Administrasi
asmin@banyuwangikab.go.id
Bagian Keuangan
keuangan@banyuwangikab.go.id
Bagian Perlengkapan
perlengkapan@banyuwangikab.go.id
Bagian Umum
umum@banyuwangikab.go.id
Bagian Pembangunan
pembangunan@banyuwangikab.go.id
Sekretariat DPRD
dprd@banyuwangikab.go.id
Sekretariat Komisi Pemilihan Umum
kpu@banyuwangikab.go.id
BADAN
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
bappeda@banyuwangikab.go.id
Badan Pengawas
banwas@banyuwangikab.go.id
Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat RSUD Blambangan
rsudblambangan@banyuwangikab.go.id
Badan Pelayanan Kesehatan Masyarakat RSUD Genteng
rsudgenteng@banyuwangikab.go.id
Badan Kepegawaian Daerah
bkd@banyuwangikab.go.id
DINAS
Dinas Pendapatan Daerah
dispenda@banyuwangikab.go.id
Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Tenaga Kerja
dispenduk@banyuwangikab.go.id
Dinas Perindag, Penanaman Modal dan Koperasi
disperindag@banyuwangikab.go.id
Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah
kimpraswil@banyuwangikab.go.id
Dinas Kesejahteraan Sosial, Kesbang dan Linmas
kesbanglinmas@banyuwangikab.go.id
Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi
dishub@banyuwangikab.go.id
Dinas Perikanan Dan Kelautan
disperikanan@banyuwangikab.go.id
Dinas Pengairan
dispengairan@banyuwangikab.go.id
Dinas Kehutanan, Pertanian dan Urusan Ketahanan Pangan
dishutperpang@banyuwangikab.go.id
Dinas Peternakan
disnak@banyuwangikab.go.id
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
disparta@banyuwangikab.go.id
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana
dinkeskb@banyuwangikab.go.id
Dinas Pendidikan
dispendik@banyuwangikab.go.id
Dinas Kebersihan dan Pertamanan
dkp@banyuwangikab.go.id
KANTOR
Kantor Arsip Dan Pengolahan Data Elektronik
kpdebwi@banyuwangikab.go.id
Kantor Kas Daerah
kasda@banyuwangikab.go.id
Kantor Pelayanan Perijinan
perijinan@banyuwangikab.go.id
Kantor Perpustakaan Umum
perpus@banyuwangikab.go.id
Kantor Pengelolaan Pasar
kanpasar@banyuwangikab.go.id
Kantor Satpol PP
satpolpp@banyuwangikab.go.id
KECAMATAN
Pesanggaran
kec_pesanggaran@banyuwangikab.go.id
Siliragung
kec_siliragung@banyuwangikab.go.id
Bangorejo
kec_bangorejo@banyuwangikab.go.id
Purwoharjo
kec_purwoharjo@banyuwangikab.go.id
Tegaldlimo
kec_tegaldlimo@banyuwangikab.go.id
Muncar
kec_muncar@banyuwangikab.go.id
Cluring
kec_cluring@banyuwangikab.go.id
Gambiran
kec_gambiran@banyuwangikab.go.id
Tegalsari
kec_tegalsari@banyuwangikab.go.id
Glenmore
kec_glenmore@banyuwangikab.go.id
Kalibaru
kec_kalibaru@banyuwangikab.go.id
Genteng
kec_genteng@banyuwangikab.go.id
Srono
kec_srono@banyuwangikab.go.id
Rogojampi
kec_rogojampi@banyuwangikab.go.id
Kabat
kec_kabat@banyuwangikab.go.id
Singojuruh
kec_singojuruh@banyuwangikab.go.id
Sempu
kec_sempu@banyuwangikab.go.id
Songgon
kec_songgon@banyuwangikab.go.id
Glagah
kec_glagah@banyuwangikab.go.id
Licin
kec_licin@banyuwangikab.go.id
Banyuwangi
kec_banyuwangi@banyuwangikab.go.id
Giri
kec_giri@banyuwangikab.go.id
Kalipuro
kec_kalipuro@banyuwangikab.go.id
Wongsorejo
kec_wongsorejo@banyuwangikab.go.id
Daftar Email Polda Jatim dan Jajaran
NO
KESATUAN
E-MAIL
POLDA JATIM
1 IRWASDA irwasda@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
2 KARO RENBANG renbang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
3 KARO OPS ops@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
4 DIR BINAMITRA binamitra@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
5 KARO PERS personil@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
6 KARO LOG logistik@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
7 DIR RESKRIM reskrim@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
8 DIR INTELKAM intelkam@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
9 DIR LANTAS lantas@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
10 DIR SAMAPTA samapta@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
11 DIR POLAIR polair@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
12 KASAT BRIMOBDA brimobda@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
13 DIR NARKOBA narkoba@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
14 KABID BINKUM binkum@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
15 KABID PROPAM propam@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
16 KABID TELEMATIKA telematika@jatimpolri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
17 KABID DOKKES dokkes@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
18 KABID KU bidku@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
19 KA SPN MOJOKERTO spn@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
20 KASETUM setum.@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
21 KA RUMKIT SYAMSURI MURTOYOSO rumkit@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
22 KA LABFOR labfor@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
23 KABID HUMAS humas@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
24 KADENMA denma@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
SAT WIL
25 POLWIL TA BES SURABAYA wiltabes.sby@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
26 POLRESTA SURABAYA UTARA sby.utr@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
27 POLRESTA SURABAYA SELATAN sby.sltn.@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
28 POLRESTA SURABAYA TIMUR sby.tmr@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
29 KP3 TANJUNG PERAK sby.perak@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
30 POLRES SIDOARJO sidoarjo@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
31 POLRES GRESIK gresik@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
32 POLWIL MALANG wil.malang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
33 POLRESTA MALANG Resta.mlg@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
34 POLRES MALANG res.malang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
35 POLRES PROBOLINGGO probolinggo@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
36 POLRESTA PROBOLINGGO resta. probolinggo@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
37 POLRES PASURUAN pasuruan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
38 POLRESTA PASURUAN resta. pasuruan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
39 POLRES LUMAJANG lumajang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
40 POLRES BATU batu@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
41 POLWIL BESUKI wil.besuki@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
42 POLRES BONDOWOSO bondowoso@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
43 POLRES SITUBONDO situbondo@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
44 POLRES JEMBER jember@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
45 POLRES BANYUWANGI banyuwangi@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
46 POLWIL KEDIRI wil.kediri@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
47 POLRESTA KEDIRI resta.kediri@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
48 POLRES KEDIRI / PARE kediri@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
49 POLRES BLITAR blitar@jatim.polri Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya ,go.id
50 POLRES TULUNGAGUNG tulungagung@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
51 POLRES NGANJUK nganjuk@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
52 POLRES TRENGGALEK trenggalek@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
53 POLWIL MADIUN wil.madiun@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
54 POLRESTA MADIUN resta.madiun@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
55 POLRES MADIUN madiun@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
56 POLRES NGAWI ngawi@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
57 POLRES MAGETAN magetan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
58 POLRES PONOROGO ponorogo@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
59 POLRES PACITAN pacitan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
60 POLWIL BOJONEGORO wil.bojonegoro@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
61 POLRES BOJONEGORO bojonegoro@jatimpolri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
62 POLRES TUBAN tuban@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
63 POLRES LAMONGAN lamongan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
64 POLRESTA MOJOKERTO resta.mojokerto@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
65 POLRES MOJOKERTO mojokerto@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
66 POLRES JOMBANG jombang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
67 POLWIL MADURA wil.madura@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
68 POLRES PAMEKASAN pamekasan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
69 POLRES BANGKALAN bangkalan@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
70 POLRES SAMPANG sampang@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
71 POLRES SUMENEP sumenep@jatim.polri.go.id Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Ditulis dalam Daftar E_Mail kotan | Bertanda: | Leave a Comment »

ARTIKEL YANG DISAMPAIKAN PADA SITUS PBNU

Ditulis oleh himpass di/pada Desember 29, 2008

ARTIKEL YANG DISAMPAIKAN PADA SITUS PBNU
TGL 10-10-2008

47. Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.
Kamu tuduhkan Israel, Yahudi, Zionis adalah orang selain kamu. Padahal anak anak Israel (Yahudi, Zionis)itu, aku ingatkan kepadamu sekalian adalah orang-orang yang sudah diberikan Allah begitu banyak ni’mat, sampai-sampai nikmat yang diberikan Allah kepadanya tidak pernah diberikan kepada umat sebelum ini.
Israil adalah nama lain dari Nabi Ya’qub AS. Bani Israil adalah anak-anak Ya’qub AS. Anak-anak Ya’qub adalah para Nabi. Jadi Bani Israil = Pengikut para Nabi. Kamu termasuk pengikut para Nabi.
Aku awali tulisan ini dengan Alqur`an surat Albaqarah, supaya aku dapat memberi peringatan kepada kamu sekalian yang mau berfikir. Dan aku sampaikan Alqur`an bukan untuk orang dulu. Dulu sungguh telah berlalu umat yang lalu, bagi mereka apa yang mereka usahakan, bagi kamu sesuai dengan yang kamu usahakan.

Renungkan! Sholat 5 waktu yang kamu kerjakan sekarang lebih baik dari 50 waktu orang dulu. Puasamu yang satu bulan yang baru kemaren lebih baik dari umat yang lalu selama 40 hari siang malam. Lebih hebat lagi ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan dan ini tidak didapati pada umat sebelum kamu hai Bani Israil.

Hai Bani Israil jangan ingkari ni’mat Allah yang kamu minta-minta dalam shalatmu: “Tunjuki kami jalan yang lurus. yakni jalan orang-orang yang telah diberi ni’mat atas mereka, bukan jalan murka dan sesat”. Dari tasyrik ke magrib, utara ke selatan kamu memintanya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Kamu percaya kepada orang tsb berarti kamu beriman kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Sebaliknya kamu ragu dan tak percaya, jangan tanya lagi siapa ZIONIS itu.

InsyaAllah, kita berjumpa lagi. Sampaikanlah Salamku ini kepada segenap manusia.

Ditulis dalam 2. ARTIKEL YANG DISAMPAIKAN PADA SITUS PBNU | Bertanda: | 1 Komentar »

DAFTAR SITUS ISLAM

Ditulis oleh himpass di/pada Desember 27, 2008

AHMADIYYAH

http://www.ahmadiyya.or.id/page/

AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH
Catatan: sempat pecah, sehingga ada dua situs di bawah ini. Salah satu situs sudah OFF. Kita doakan semoga mereka dapat bersatu kembali.

http://www.alirsyad.or.id/
http://www.alirsyad.org/

AL-IKHWAN AL-MUSLIMUN

http://www.al-ikhwan.net
http://www.usahamulia.net

DAARUT TAUHIID (DT)

http://www.cybermq.com/
http://www.dpu-online.com
http://www.dtjakarta.or.id
http://www.manajemenqolbu.com

DARUL ARQAM

http://www.giliran-timur.com

FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

nihil

HIDAYATULLAH

http://www.hidayatullah.com

HIZBUT TAHRIR INDONESIA (HTI)

http://www.al-islam.or.id
http://www.gaulislam.com
http://www.gemapembebasan.or.id
http://www.hayatulislam.net/ –> DOWN
http://www.hizbut-tahrir.or.id
http://www.khilafah1924.org/
http://www.muslimuda.org
http://www.suara-islam.com/
http://www.syariahpublications.com/

IKHWANUL MUSLIMIN INDONESIA (IMI)

nihil

JAMAAH MUSLIMIN / HIZBULLAH

http://www.jamaahmuslimin.com

JAMA’AH TABLIGH (JT)

nihil

JARINGAN ISLAM LIBERAL (JIL), SEKULARIS FEMINIS DAN LIBERALIS (SIPILIS), dkk

http://www.desantara.org/
http://www.islamemansipatoris.com/
http://www.islamlib.com/
http://www.lkis.or.id/
http://www.rahima.or.id/
http://www.rifka-annisa.or.id/
http://www.syirah.com

LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA (LDII)

http://www.jokam.com
http://www.ldii.or.id
http://www.ldii-online.com

MAJELIS MUJAHIDIN INDONESIA (MMI)

http://www.baasyircenter.com/

MUHAMMADIYAH

http://www.diktilitbang-muhammadiyah.or.id
http://www.imm.or.id/
http://www.irmmania.org/
http://www.muhammadiyah.or.id/
http://www.muhammadiyah.or.id/index….d=15&Itemid=23 –> Daftar Situs2 Univ Muhammadiyah
http://www.muhammadiyah-tabligh.or.id
http://www.suara-muhammadiyah.or.id

NAHDHATUL ULAMA (NU)

http://www.al-hikam.or.id/
http://www.citraalam.org
http://www.dutamasyarakat.com/
http://www.fatayat.or.id/
http://www.gp-ansor.org/
http://www.gusdur.net/
http://www.gusmus.net
http://www.kommit.org/ –> SUSPENDED
http://www.lakpesdam.or.id/
http://www.maarif-nu.or.id/
http://www.muslimat-nu.or.id/
http://www.nu.or.id/
http://www.nucim.org/
http://www.numesir.org
http://www.nupakistan.or.id/
http://www.nusaudi.or.id/
http://www.nusyria.net/
http://www.pesantrenvirtual.com
http://www.sidogiri.com/
http://www.syarikat.org
http://www.wahidinstitute.org/

NEGARA ISLAM INDONESIA (NII)

nihil

PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN)

nihil

PARTAI BINTANG REFORMASI (PBR)

http://www.pbr.or.id

PARTAI BULAN BINTANG (PBB)

http://www.pbb-online.org/

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS)

http://www.galerikeadilan.net
http://www.keadilanbogor.or.id
http://www.keadilan-jepang.org
http://www.p2b-center.org
http://www.pks.or.id
http://www.pks-aceh.org
http://www.pks-aceh-utara.org
http://www.pks-anz.org
http://www.pks-bandarlampung.org/
http://www.pks-bandung.org
http://www.pks-banjarmasin.or.id
http://www.pks-banten.or.id
http://www.pks-banyumas.or.id
http://www.pks-batam.or.id
http://www.pks-bekasi.or.id
http://www.pks-depok.or.id
http://www.pks-diy.or.id
http://www.pk-sejahtera.nl
http://www.pk-sejahtera.org
http://www.pk-sejahtera.org.uk
http://www.pk-sejahtera.us
http://www.pks-jabar.org
http://www.pks-jakarta.or.id
http://www.pks-jakpus.or.id –> NOT FOUND
http://www.pks-jaksel.or.id
http://www.pks-jaktim.or.id –> REDIRECT ke situs DPP PKS
http://www.pks-jateng.or.id
http://www.pksjatim.org
http://www.pks-jerman.org
http://www.pks-kabbandung.org
http://www.pks-kab-bekasi.org
http://www.pks-kabtangerang.or.id
http://www.pks-kalsel.or.id
http://www.pkskotajambi.org/
http://www.pks-kotatangerang.or.id
http://www.pkslampung.org
http://www.pks-majalengka.or.id
http://www.pks-makassar.or.id –> SERVER NOT FOUND
http://www.pks-malang.or.id
http://www.pks-malaysia.com
http://www.pks-maluku.or.id
http://www.pkspekanbaru.org
http://www.pks-qatar.org
http://www.pksriau.org
http://www.pks-sg.org
http://www.pks-sidoarjo.org
http://www.pks-sleman.org
http://www.pks-sulsel.or.id
http://www.pks-sumut.or.id
http://www.pks-surabaya.or.id
http://www.pks-uae.com
dll.. (terlalu banyak utk ditampilkan di sini, selengkapnya lihat di:
http://pks-anz.org/pkspedia/index.ph…e=PKS_websites
)

PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB)

http://www.dpp-pkb.org/

PARTAI PERSATUAN NAHDLATUL UMMAH INDONESIA (PPNUI)

nihil

PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP)

http://www.alimarwan.com/
http://www.ppp.or.id/

PERSATUAN ISLAM (PERSIS)

http://www.persis.or.id
http://www.persistarogong.com

SALAFI JIHADI
(Kelompok yg lebih terlihat condong pada kekerasan, terkait dengan fitnah yang mencoba mengkait2kan Islam dan bbrp tokoh2 Islam dengan isu “t3r0r15m3″ atau kekerasan. Adakah yang tahu siapakah yang pertama kali meluncurkan istilah “Salafi Jihadi”?)

http://www.al-jamaah.net/
http://www.almuhajirun.com/
http://www.alqoidun.net
http://www.sabiluna.net/

SALAFY 1
(Salafy mantan murid Ust Ja’far Umar Thalib. Salah satu tokohnya adalah Ust Umar As-Sewed. Dan salah satu tokoh lainnnya adalah ust Jafar Sholih di Jakarta.)

http://www.ahlussunnah-jakarta.org
http://www.akhwat.web.id
http://www.al-ilmu.com
http://www.an-nashihah.com
http://www.assalafy.org
http://www.asysyariah.com
http://www.darussalaf.or.id
http://www.ikhwanmuslim.or.id
http://www.merekaadalahteroris.com
http://www.salafy.or.id
http://www.sunnah.or.id
http://www.thullabul-ilmiy.or.id

SALAFY 2
(Murid2nya Ust Yazid Jawas, Ust Zaenal Abidin, Ust Hakim Abdat, dll. Salafynya Minhajus Sunnah (sebuah Yayasan di Bogor))

http://forsitek.brawijaya.ac.id
http://smd.antibidah.net
http://wheeqo.web.id
http://www.ahlussunnah.web.id
http://www.al-aisar.com/
http://www.almanhaj.or.id
http://www.assunnah.or.id
http://www.assunnah.web.id
http://www.assunnah.web.id
http://www.at-taqwa.com/
http://www.at-tibyan.com/
http://www.fatwa-ulama.com
http://www.hakekat.com
http://www.hang106.or.id
http://www.ibnukatsir.com/
http://www.islam-download.net
http://www.jilbab.or.id
http://www.majalah-nikah.com
http://www.manhaj.or.id
http://www.muslim.or.id
http://www.muslimah.or.id
http://www.perpustakaan-islam.com
http://www.pustakaimamsyafii.com/
http://www.sahidian.web.id
http://www.salafi.or.id
http://www.salafindo.com
http://www.salafyoon.net
http://www.soal-jawab.com
http://www.vbaitullah.or.id
http://www.yamnm.org

SALAFY 3
(Murid2nya ust Ja’far Umar Thalib. Salafy 1 dan 3, dulu merupakan satu kesatuan, pernah dijuluki “Salafy Yamani”, dulu membentuk Laskar Jihad utk Ambon. Tapi mereka akhirnya pecah menjadi dua seperti sekarang ini)

http://www.alghuroba.org/

SALAFY 4
(Salafy Yayasan Al-Sofwah. Salafy yang lebih moderat ketimbang Salafy 1 dan Salafy 2. Menurut bbrp orang, awalnya ustadz pada Salafy 2 tergabung dalam Al-Sofwah ini. Namun mrk membentuk sendiri yayasan di bogor, karena menganggap Al Sofwah terlalu lunak thd Harokah (Harokah = Ikhwan? HT? – wallahu’alam))

http://www.alsofwah.or.id

SALAFY 5
(Salafy lainnya, masih ada bbrp, yang di luar mainstream SALAFY 1 s.d 4)

http://www.aldakwah.org
http://www.wahdah.or.id

SUFI

http://www.sufinews.com/

SYI’AH

http://indonesian.irib.ir
http://quran.al-shia.com/id/
http://www.12-imam.com
http://www.fatimah.org
http://www.icc-jakarta.com
http://www.imamalmahdi.com/html/ind/
http://www.islamalternatif.com
http://www.lankarani.com/and/index.html?rnd=1069424426
http://www.muthahhari.or.id/

Ditulis dalam daftar situs islam | Bertanda: | Leave a Comment »

AJAKAN ISLAM BAGI YANG IMAN

Ditulis oleh himpass di/pada Oktober 22, 2008

Oleh : Al Jabir

Yaa aiyyuhal ladziina aamanudkhuluu fis silmi kaaffah, walaa tattabi’uu khuthuwaatisy
Syaithaan; innahuu lakum ‘aduwwun mubiin (Albaqarah 2 : 208)
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Wahai saudaraku (Roseryzal), setelah sampai Kalam Tuhan ini kepadamu melalui si Aljabir dan kamu menerimanya, sehingga kamu menunudukkan diri dengan bersaksi dihadapannya maka muthlak kamu sudah menerima Islam yang dari sisi Allah. Yang selama ini kamu menyandang Islam berdasarkan garis keturunan, lalu kamu berbuat layaknya seperti pekerjaan Islam. Dan karena kamu berbuat layaknya Islam, maka orangpun mengatakan kamu Islam. Sebaliknya kamu melihat kawanmu berbuat layaknya Islam maka kamupun mengatakan mereka Islam, ini Islam yang menurut manusia atau Islam disisi manusia. Kamupun punya kartu identitas (IC) yang bertuliskan bahwa kamu beragama Islam. Ini Islam berdasarkan isian (borang) blangko kosong yang mau tak mau kamu isi dengan huruf I s l a m.

Islam dari garis keturunan, Islam dari sisi manusia, Islam isian Blangko kosong (borang), dan banyak lagi menyebabkan manusia ini mengatakan dirinya Islam, itu semua adalah Islam dimata dunia. Dan dunia ini hanyalah tipu daya semata. Tidak bisa dijadikan pegangan untuk menyatakan bahwa Islammu benar walau sudah kamu tuntut ilmunya dari kecil sampai university, bahkan sampai ke Kairo atau Arab Saudi.

Yaa aiyyuhal ladziina aamanuu athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri min kum.
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu.

Wahai saudaraku, benarnya kamu taat kepada Allah yang tak seumpama dengan sesuatu, tak dapat diumpamakan dengan tulisan huruf A l l a h atau huruf Alif lam lam ha`, tak dapat diumpamakan dengan ucapan Allah. Tak pula dapat diumpamakan dengan khayalan akal walaupun sudah banyak ilmu tentang Allah yang kamu pelajari. Tak dapat diumpamakan dengan rasa dalam hati sehingga kamu rasakan kamu khusu’ dalam beribadah denganNya. Bukan itu Allah saudaraku, dan bukan pula diluar itu. Makanya tak bisa tidak kamu mesti taat kepada Rasul. Ketika datang Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, walaupun tak sesuai dengan keinginan kamu, tak sesuai ilmunya dengan ilmu yang kamu tuntut, tak sesuai amal ibadahnya dengan yang kamu perbuat, jangan kamu menyombongkan diri terhadapnya. Jangan kamu mendustakannya, apalagi membunuhnya. Ikutilah Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka benarlah kamu telah taat kepada Allah Jalla wa ‘azza.

Benarnya kamu mengikuti Rasul yang membacakan ayat-ayat Allah, maka datangilah Pemimpin yang dari kamu, yang ia menyampaikan Salam dari Tuhanmu sehingga kamu menerima salamnya. Kamu Islam kepadanya, merendahkan diri kepadanya dengan mengucapkan dengan lisanmu dan I’tiqadmu, : “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah)”. Inilah Islam yang disisi Allah. Disisi Allah adalah Rasul; itulah Pemimpin yang dari kamu. Dia ada ditengah-tengah kamu, dia layaknya manusia seperti kamu juga. Makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak, bahkan berjalan dipasar-pasar seperti layaknya kamupun makan, minum, duduk, berbaring, berkahwin, beranak dan berjalan.

Wahai saudaraku (Roseryzal), syukurilah bahwa kamu telah menundukkan diri (taslim, Islam, Muslim) kepada orang yang didatangkan kepada kamu sekarang ini sehingga kamu tidak hanya Islam disisi dunia ini melainkan sudah Islam disisi Allah (Islam Kaaaffah). Kamu sudah tidak lagi mengikuti langkah Syaithan, yang Syaithan itu musuh yang nyata. Syaithan itu mengikuti langkah Iblis. Iblis sujud kepada Tuhan Rabbul jalil, tetapi enggan dan menyombongkan diri kepada Adam As yang Pemimpin (khalifah) dimuka bumi saat itu. Sampai-sampai tidak sejengkal bumi ini yang tidak bekas sujud Iblis. Tidakkan dirumahnya, Iblis menjadi imam, dimushalla, dimesjid, di atas langit, di surga, bahkan para Malaikatpun, Iblislah imamnya. Begitulah para pengikut syaithan sekarang ini, sujud kepada Tuhannya tapi enggan dan menyombongkan diri kepada Pemimpin yang diturunkan Allah di hari akhir ini. Bahkan mereka memusuhimu ketika kamupun sekarang menyampaikan Salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dikarenakan kamu pun diciptakan Tuhan dari segumpal darah.

Syukurilah wahai saudaraku (Roseryzal) dengan cara sampaikan Salamku kepada sekalian manusia, sehingga apabila mereka juga seperti kamu yang menerima Salamku, maka tak terlebih mulia engkau dari padaku dan tak terlebih mulia aku dari padamu. Engkau dan aku satu dalam kalimah: “laa ilaaha illallaah, Muhammadur rasuulullaah”. Allah, Rasul, Pemimpin, bukan tiga melainkan satu jua adanya, alias esa. Ditambah sekarang kamu menerima seruan ini, bukan jadi empat namun satu jua adanya. Ketahuilah bahwa Mu`min itu satu. Namun Allah tetap Allah, Rasul tetap Rasul, Pemimpin tetap Pemimpin. Tiga (3) tapi satu (1), satu tetap tiga (3). Inilah pasukanku wahai saudaraku, 3 1 3. Mudah-mudahan kamu shabar serta Allah.

Ditulis dalam 1. AJAKAN ISLAM BAGI YANG IMAN | Bertanda: , | 1 Komentar »

JIHAD DENGAN HARTA DAN DIRI

Ditulis oleh himpass di/pada Oktober 9, 2008

<!–[if !mso]> <! st1:*{behavior:url(#ieooui) } –>

bÎ) ©!$# 3“uŽtIô©$# šÆÏB šúüÏZÏB÷sßJø9$# óOßg|¡àÿRr& Nçlm;ºuqøBr&ur crÎ/ ÞOßgs9 sp¨Yyfø9$# 4 šcqè=ÏG»s)ム’Îû È@‹Î6y™ «!$# tbqè=çGø)uŠsù šcqè=tFø)ãƒur ( #´‰ôãur Ïmø‹n=tã $y)ym †Îû Ïp1u‘öq­G9$# È@‹ÅgUM}$#ur Éb#uäöà)ø9$#ur 4 ô`tBur 4†nû÷rr& ¾ÍnωôgyèÎ/ šÆÏB «!$# 4 (#rçŽÅ³ö6tFó™$$sù ãNä3Ïèø‹u;Î/ “Ï%©!$# Läê÷ètƒ$t/ ¾ÏmÎ/ 4 šÏ9ºsŒur uqèd ã—öqxÿø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇÊÊÊÈ

InnaAllaahasytaraa minal mu`miniina anfusahum wa amwaalahum bi annalahumul jannah; yuqaatiluuna fii sabiilillaahi fayaqtuluuna wayuqtaluuna, wa’dan ‘alahi haqqan fii tauraati wal injiili wal qur`aan; wa man aufaa bi hahdihii minAllaah; fastabsyiruu bi bai’ikumul ladzii baaya’tum bih; wa dzaalika huwal fauzul ‘azhiim. (Attaubah 9 : 111)

111. Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.

žw tbqä3Î=ôJtƒ spyè»xÿ¤±9$# žwÎ) Ç`tB x‹sƒªB$# y‰ZÏã Ç`»uH÷q§9$# #Y‰ôgtã ÇÑÐÈ

Laa yamlikuunasy syafaa’ata ilaa manit takhadza ‘indar rahmaani ‘ahda. (Maryam 19 : 87)

87. Mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang Telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah.

¨bÎ) šúïÏ%©!$# y7tRqãè΃$t6ム$yJ¯RÎ) šcqãè΃$t7ム©!$# ߉tƒ «!$# s-öqsù öNÍk‰É‰÷ƒr& 4 `yJsù y]s3¯R $yJ¯RÎ*sù ß]ä3Ztƒ 4’n?tã ¾ÏmÅ¡øÿtR ( ô`tBur 4’nû÷rr& $yJÎ/ y‰yg»tã çmø‹n=tæ ©!$# Ïm‹Ï?÷sã‹|¡sù #·ô_r& $VJ‹Ïàtã ÇÊÉÈ

Innal ladziina yubaayinuunaka innamaa yubaayi’uunaAllaaha yadullaahi fauqa aidiihim; faman nakatsa fa innamaa yankutsu ‘alaa nafsih, wa man aufa bimaa ‘aahada ‘alaihullaaha fasayu`tiihi ajran ‘azhiima. (Alfath 48 : 10)

10. Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah[1396]. tangan Allah di atas tangan mereka[1397], Maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah Maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

#sŒÎ)ur 4‘n=÷Gè? óOÎgø‹n=tæ $oYçF»tƒ#uä (#qä9$s% ô‰s% $oY÷èÏJy™ öqs9 âä!$t±nS $oYù=à)s9 Ÿ@÷WÏB !#x‹»yd ïcÎ) !#x‹»yd HwÎ) 玍ÏÜ»y™r& tûüÏ9¨rF{$# ÇÌÊÈ

Wa idzaa tutlaa ‘alihim aayaatunaa qaaluu qad sami’naa lau nasyaa-u laqulnaa mitsla haadzaa: in hadzaa illaa asaathiirul auwwaliin. (Al-anfaal 8 : 31)

uŽ|³÷èyJ»tƒ Çd`Ågø:$# ħRM}$#ur óOs9r& öNä3Ï?ùtƒ ×@ߙ①öNä3ZÏiB tbqÁà)tƒ öNà6ø‹n=tæ ÓÉL»tƒ#uä ö/ä3tRrâ‘É‹Yãƒur uä!$s)Ï9 öNä3ÏBöqtƒ #x‹»yd 4 (#qä9$s% $tRô‰Íky­ #’n?tã $uZÅ¡àÿRr& ( ÞOßgø?§sïur äo4qu‹ysø9$# $u‹÷R‘‰9$# (#r߉Íky­ur #’n?tã öNÍkŦàÿRr& óOßg¯Rr& (#qçR%x. šúï̍Ïÿ»Ÿ2 ÇÊÌÉÈ

Yaa ma’syaral jinni wal insi alam ya`tikum rusulun minkum yaqushshuuna ‘alaikum aayaatii wa yundziruunakum liqaa-a yaumikum hadzaa; qaaluu syahidnaa ‘alaa anfusinaa, wagarrat humul hayaatud dunyaa wa syahiduu ‘alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin. (Al-an’am 6 : 130)

130. Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia Telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

tPöqtƒur ß]yèö7tR ’Îû Èe@ä. 7p¨Bé& #´‰‹Îgx© OÎgøŠn=tæ ô`ÏiB öNÍkŦàÿRr& ( $uZø¤Å_ur šÎ/ #´‰‹Íky­ 4’n?tã ÏäIwàs¯»yd 4 $uZø9¨“tRur šø‹n=tã |=»tGÅ3ø9$# $YZ»u‹ö;Ï? Èe@ä3Ïj9 &äóÓx« “Y‰èdur ZpyJômu‘ur 3“uŽô³ç0ur tûüÏJÎ=ó¡ßJù=Ï9 ÇÑÒÈ

Wa yauma nab’atsu fii kulli ummatin syahiidan ‘alaihim min anfusihim, waji`naa bika syahiidan ‘alaa haa-ulaa`; wa nazzalnaa ‘alaikal kitaaba tibyaanal likulli syai-in wa hudan wa rahmatan wa busyraa lil muslimiin. (Annahl 16 : 89)

89. (dan ingatlah) akan hari (ketika) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Ditulis dalam TELAH DIPERANGI ISLAM PADA BULAN HARAM | Bertanda: , | Leave a Comment »

KHUTHBAH ‘IDUL FITHRI PEMIMPIN AKHIR ZAMAN .AL-JABIR 1429 H/2008M

Ditulis oleh himpass di/pada September 26, 2008

Allaahu Akbar ….3 x Allaahu Akbar ….3 x Allaahu Akbar ….3 x,

Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila.

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamd.

Alhamdulillaah: Tabaarakal ladzii nazzalal furqaana ‘alaa ‘abdihii liyakuuna lil’aalamiina nadziira. Alladzii lahuu mulkus samaawaati wal ardhi walam yattakhidz waladan walam yakun lahuu syariikun filmulki wakhalaqa kulla syai-in faqaddarahuu taqdiira.

Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh.

Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’d, fayaa ‘ibaadallaah:

Ittaqullaaha haqqa tuqaatihii walaa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.” Qaalallaahu ta’aala,

Waqaaluu maali haadzaar rasuuli ya`kuluth tha’aama wayamsyii fil aswaaq, laulaa unzila ilaihi malakun fayakuuna ma’ahuu nadziira.(7) Au yulqaa ilaihi kanzun au takuunu lahuu jannatun ya`kulu minha. Waqaalazh zhaalimuuna in tattabi’uuna illaa rajulan mashuura.(8) Unzhur kaifa dharabuu lakal amtsaala fadhalluu falaa yastathii’uuna sabiila.(9)

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan keatas hamba-Nya, agar ia kepada sekalian alam memberi peringatan, Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan, dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Esa yang tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad hambanya dan pesuruhnya.

Yaa Allah shalawat dan salam serta keberkatan atas Penghulu kami Muhammad, dan atas keluarganya serta sekalian shahabatnya. Kemudian dari pada itu wahai hamba-hamba Allah: “Taqwalah kepada Allah yang sebenar-benar taqwa padanya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.

Berkata Allah yang Maha Tinggi,

Dan mereka berkata: “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,

Atau diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau ada kebun baginya, yang dia dapat makan darinya?” dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup berjalan.

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Yaa a’rabiy, hai orang-orang kampong, hai orang-orang desa…

Allah Yang kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan, dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya, sentiasa menurunkan kepada hambanya Alfurqan. Sudahkah turun kepada kamu sekalian Alfurqan?! atau kamu hanya sekedar mempelajari, menerjemahkan, lalu kamu jadikan ia bacaan pada waktu pagi dan petang?! Kemudian kamu berbangga bahwa kamu telah tau atau mengerti dengan Alqur`an dan beramal shalih, pada hal kamu sedang berbuat kerusakan ketika ini sedang kamu tidak sadar?!

Tuhan menurunkan Alfurqan itu hanya kepada hambanya. Tidak pandang apakah hambanya itu tak pandai tulis baca, tidak kaya dengan ilmu atau tidak terpandang di mata masyarakat kaumnya. Tidak pandang apakah sekolahnya sudah sampai IAIN atau sampai dua negri Kairo dan Arab Saudi. Tidak pandang ilmunya sudah sampai alam jabarut, malakut, atau lahut. Tidak pandang apakah orang Arab atau A’jam, pandai bahasa Arab atau tidak. Sehingga orang yang diturunkan padanya Alqur`an dikatakan gila, sesat, ahli sihir dan dengan perkataan-perkataan yang tak baik lainnya. Hamba Allah yang diturunkan padanya Alqur`an sentiasa mendapatkan pertentangan dari orang-orang kaya yang hidup mewah pada masyarakatnya. Mereka hidup kaya dan bermewah dengan harta, ilmu, amal ibadah sampai kaya dan bermewah alias bangga dengan kedudukan dan kekuasaan.

Allah menurunkan Alfurqan pada hambanya yang bukan orang hidup kaya atau mewah pada suatu negri, supaya ia memperingatkan sekalian manusia dengan kalam-kalam Tuhannya. Ia menyampaikan salam dari Tuhan mereka yang Penyayang dan terputuslah pada hari itu orang-orang yang berdosa. Dia memperingatkan manusia dengan wahyu Tuhannya, lalu ia tidak lebih mendahulukan ‘ilmu yang ada pada akalnya selama ini telah dituntutnya, tidak lebih mendahulukan ‘amal ‘ibadah yang dilaksanakannya selama ini. Sehingga ia menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang percaya, namun menjadi kabar peringatan bagi yang ragu-ragu dan menentang. Dia memperingatkan manusia baik yang beramal shalih atau thalih, alim atau lalim, tua atau muda, kaya atau miskin, raja atau jelata dengan ayat-ayat Allah yakni Alqur`an. Sehingga tidak ada yang berusaha melemahkan ayat-ayat Allah yang dibacakannya apalagi mengingkarinya melainkan orang-orang kafir. Dan ingat! kebanyakan yang berusaha melemahkan ayat-ayat Allah adalah orang kaya yang bermewah karena merasa banyak ilmu, amal, dan ibadah sehingga meragukan ayat-ayat Allah dengan ilmu Nahu, Sharaf, kitab-kitab yang disejajarkannya dengan Alqur`an sebab banyak ayat-ayat Alqur`an didalamnya yang dikarang manusia, pengalaman bathiniahnya atau ulama-ulama terdahulu pada hal tidak sama sekali pernah berjumpa. Tafakkur! Dirimukah orang kaya yang hidup mewah ini?!

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan keatas hamba-Nya, agar ia menjadi pemberi peringatan kepada sekalian alam.

Demikianlah aku mensucikan Allah dengan mengingatkan kamu sekalian dengan Alfurqan:

Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Kemudian kamu mengambil Tuhan-Tuhan yang kamu ketahui dari kitab-kitab yang dibuat-buat, dikarang nenek moyangmu. Sehingga kamu halakan, arahkan, pandangan pemikiran dan rasamu untuk mereka-reka hal keadaan Allah yang Dia tak bisa diumpamakan dengan tulisan, lisan, akal fikir dan rasa. Dengan tidak kamu sadari sama sekali kamu sudah membuatkan berhala bagi Allah dalam tulisan, ucapan, fikiran dan perasaan. Ilmu, amal, ibadah yang kamu halakan, arahkan bagi Allah itulah berhala yang aku takutkan pada akhir zaman ini, orang musyrik bukan karena menyembah patung. Orang musyrik mengada-adakan keTuhanan dengan tulisan, kata-kata, fikiran, dan rasa, sekali gus mentiadakan keRasulan. Lebih 1400 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan Muhammad anak ‘abdullah. Lebih 2000 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan ‘isa anak Maryam. Lebih 4000 tahun lalu, mereka percaya adanya Tuhan sekaligus mentiadakan keRasulan Yusuf anak Ya’qub. Adakah kamu yang mengambil pelajaran?!

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Tahun 2004, aku sampaikan Alqur`an dihadapan MUI Sumatera Utara:

Dan Sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu

.

Mereka berkata: “Ini cerita dulu, Pak Jubeir”

Aku sampaikan Alqur`an:

Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: “(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.”

Akhirnya mereka benar-benar mengingkari ayat-ayat Allah dan mengakui dihadapanku dan pengikut-pengikutku serta seorang pengacara yang hadir ketika itu bahwa mereka kafir. Namun sampai sekarang mereka belum mau tobat. Bahkan semakin menjadi-jadi membuatkan fatwa-fatwa berdasarkan akal fikir mereka yang disangka mereka baik untuk bangsa dan negara

Pada hal mereka berbuat kerusakan dinegri ini namun mereka tak sadar.

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Lain lagi MUI Langkat, membuatkan fatwa bahwa aku sesat hanya dengan mempercayai selebaran seorang yang mereka sendiri tak pernah berjumpa dengannya. Namun sudah aku peringatkan mereka dengan Kalam Allah melalui suratku:

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”.

Benar Allah dengan segala firmanNya.

Sampai MUI Langkat sanggup menzalimi pengikutku dengan menahan mereka dikantor Polisi Sekta Tanjung Pura dan mengatakan Alqur`an yang dibacakan pengikutku adalah buat-buatan Aljabir. Mereka lupa dan lalai dengan Kalam Tuhan:

Dan orang-orang kafir berkata: “Al Quran Ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain”; Maka Sesungguhnya mereka telah berbuat suatu kezaliman dan dusta yang besar.

Kalaupun mereka ini shalat, maka neraka Wail baginya dikarenakan mereka sedang lalai dalam shalatnya. Mereka tetap menganggap perbuatan yang sudah ditetapkan Allah masuk neraka Wail adalah perbuatan baik dan setan memandang baik perbuatan buruk. Ditangan kanan Dajjal surga dan tangan kirinya neraka, maka sesiapa yang mempertuhankan Dajjal diakhir zaman ini, pasti memilih tangan kanan Dajjal. Kamu tidak berTuhankan melainkan Allah, maka kamu dianiaya Dajjal di akhir zaman ini. Shabarlah wahai orang yang berpegang teguh dengan wahyu Allah.

Aku sampaikan berulang-ulang perumpamaan ini untuk kamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran. Siapa yang beriman, mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Siapa yang kafir, mereka bergumam: “Kok begini perumpamaannya”. Banyak yang tersesat dengan perumpamaan ini, banyak juga yang dapat petunjuk. Namun tidaklah tersesat melainkan orang-orang fasik.

Mereka menjadikan Alqur`an hanya bacaan sejarah layaknya. Mereka baca pagi dan petang untuk dapat pahala. Tidak pernah turun dan berlaku pada dirinya, hanya turun dan berlaku pada orang-orang dulu.

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Wahai hamba-hamba Allah, yang menerima dengan ikhlash Alfurqan diturunkan kepadanya. Hendaklah kamu memperkatakan perkataan yang benar yakni Alqur`an. Benar itu yakni Alqur`an datang dari Tuhanmu, maka jangan kamu ragu. Walaupun mereka bergumam sambil mengolok-olok kamu: “Ini orang yang menyampaikan Alqur`an?, Sudah datang malaikat Jibril dengan kamu?, Tunjukkan kelebihanmu; Bagaimana kamu bisa makan? Dan lain sebagainya”. Dan sampai perkataan mereka: “Kalian ini hanya mengikuti seorang laki-laki yang bukan Rasul. Tidak ada lagi Rasul setelahnya”. Demikianlah mereka tidak pernah berjalan dimuka bumi, sehingga tidak pernah datang kepada mereka berita Rasul-Rasul sebelum kamu, lalu mereka tetap dalam kegelapan.

Allaahu Akbar ….3 x walillaahil hamd.

Dan mereka berkata: “Mengapa Rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama- sama dengan dia?,

Atau diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau ada kebun baginya, yang dia dapat makan darinya?” dan orang-orang yang zalim itu berkata: “Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir”.

Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup berjalan.

ﺒﺎ x8u‘ ª!$# ﻠﻲ ﻮﻠﻜﻡ ﻓﻰ ﺍﻠﻗﺮﺃﻦ ﺍﻠﻌﻈﻴﻡ. ﻮﻨﻓﻌﻨﻲ ﻮﺍﻴﺎﻜﻡ ﺒﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻤﻦ ﺍﻷﻴﺖ ﻮﺍﻠﺬﻜﺮ ﺍﻠﺤﻜﻴﻤ ﻮﺘﻘﺒﻞ ﻤﻨﻲ ﻮﻤﻨﻜﻤ ﺘﻼﻮﺘﻪ ﺍﻨﻪ ﻫﻮ ﺍﻠﺴﻤﻴﻊ ﺍﻠﻌﻠﻴﻤ. ﺍﻗﻮﻞ ﻗﻮﻞ ﻫﺬﺍ. ﻓﺴﺘﻐﻔﺮﻮﻩ. ﺍﻦ ﺍﷲ ﻏﻔﻮﺮ ﺮﺤﻴﻢ.

Ditulis dalam KHUTHBAH ‘IDUL FITHRI ALJABIR 1429 H/2008M | Bertanda: , | Leave a Comment »

REVOLUSI ISLAM.

Ditulis oleh himpass di/pada Juli 10, 2008

Oleh : INDRA

Salam!, -diartikel saya yang lewat, saya telah katakan bahwa telah banyak orang-orang yang berhasil menunggangi kata salam itu, namun walaupun demikian saya punya harapan besar pada saudara-saudara pembaca agar janganlah kiranya saudara-saudara jadi menyimpan rasa benci terhadap orang-orang yang demikian, sebab tanpa disadari mereka hanyalah merupakan bukti tentang adanya sebuah pergeseran, satu dinamika yang mendukung proses evolusi terhadap sesuatu yang dipahamkan secara turun temurun melalui alur kebudayaan sehingga menjadi kebiasaan publik.

Pengucapan kata salam tidak hanya suatu terapan yang ditemukan didalam unsur etika menurut kebudayaan saja, akan tetapi didalam setiap ajaran Agama apapun itu namanya, yang menjadi suatu legitiminasi tiap-tiap manusia sebagai akidah atau keyakinannya, juga memuat penegasan-penegasan tentang penerapan pemakaian kata salam tersebut, terlepas sipemakai menggunakannya untuk apa.

Jika merujuk pada esensialitas ajaran yang menjelaskan, pemakaian kata salam itu adalah sesuatu yang baik dan ditujukan untuk sesuatu yang baik pula, namun mengingat didalam esensialitas ajaran yang menjelaskan itupun terdapat pesan yang membatasi kita untuk tidak bersangka-sangka dalam menanggapi segala sesuatu, termasuk pemakaian kata salam tersebut, maka dalam artikel ini saya ingin beberkan sedikit penjelasan sebagai bekal untuk menetralisir segala prasangka yang tidak mungkin dihindari kedatangannya.

Sebagai mana hukum alam, evolusi adalah sesutu yang riil dan tidak ada kekuatan apapun yang mampuh untuk menahannya. Banyak contoh yang dapat kita teliti untuk membuktikan bahwa gerak lambat dari pergeseran pada proses evolusi tersebut tetap akan menghantarkan peristiwa pada awal mula kejadiannya, seperti musim kemarau dan musim hujan, atau pergantian waktu yang dapat dilihat dari alat penunjuk waktu yaitu jam, -setiap jarum akan bergerak dari angka awal menuju angka selanjutnya, dan akan kembali ke angka awal yang tadi, begitulah seterusnya.

Dari contoh ini sudah dapatlah kita melihat fungsi evolusi tersebut hanya untuk memberangkatkan satu peristiawa dari esensinya, kemudian akan mengembalikan peristiwa itu kembali pada esensinya yang semula.

Itulah pergeseran yang dimaksudkan dalam bahasan kita kali ini, dan itulah hukum alam. Jika ditanya siapakah yang mengatur semua ini? Tidak ada satu manusiapun yang mampuh mengatur semua ini, tidak satu manusiapun yang dapat mejadikan skenario tersebut, yang mampuh mengatur sekenario tersebut hanyalah Tuhan.

Berdasarkan keterangan inilah saya meminta kepada saudara-saudara agar jangan membenci orang-orang yang telah berhasil menunggangi kata salam itu, sebagai mana saya katakan tadi bahwa ternyata mereka hanyalah bukti dari sebuah pergeseran pada proses evolusi, begitu juga korban atau saksi atas penunggangan kata salam tersebut. Kedua bukti inilah yang dilibatkan sebagai alat transformasi untuk menghantarkan segala bentuk materi pada perubahannya, dan akan berlanjut menuju proses pengembalian materi tersebut pada keasliannya atau esensialitasnya.

Jika kita bicara tentang penunggangan kata salam, saya tegaskan, kata salam disini bukan sebuah materi yang akan ditransfomasikan, tetapi kata salam itu adalah isi dari sebungkus materi yang akan ditransformasikan. Lantas apakah materi yang membungkus kata salam itu? Tadi kita sudah mengetahui kalu pengucapan kata salam bukan hanya terapan yang dimuat didalam unsur-unsur kebudayaan saja, akan tetapi Agama apapun namanya juga sangat menganjurkan pemakaian kata salam tersebut.

Disini saya akan meng-konsentris-kan pembahasan kali ini dari kaca mata Agama. Jadi dengan demikian kita sedang akan meneliti, apakah ajaran Agama sudah mengalami pergeseran sebagaimana evolusi itu. Jika alurnya adalah sebuah Agama saya akan lebih bebas berbicara dari ruang lingkup Islam, karena saya orang Indonesia yang ber-Agama Islam. Akan tetapi bukan berarti pembicaraan ini saya batasi dari jangkauan saudara-saudara yang ada di Nasrani, Hindu, Buddah, Atau dari saudara-saudara yang berkeyakinan pada Agama Eleng sekalipun.

Justru saya sangat berharap kepada saudara-saudara yang diluar dari pada Islam agar dapat mengikuti pembahasan kali ini, jadikanlah ini satu formulasi yang relevan, sebagai mana saya maksudkan ini kepada saudara-saudara yang berkeyakinan sama dengan saya yaitu Islam. Kemudian kepada sauadara-saudara yang berkeyakinan Islam janganlah kiranya saudara-saudara nanti jadi memandang saya dengan pandangan yang bukan-bukan, disini saya hanya berupaya untuk mengingatkan kita pada sesuatu yang riil.

Saya tegaskan sebelumnya bahwa ilmu pengetahuan saya tentang Islam tidaklah sedalam ilmu Agamanya para Ulama atau pemuka-pemuka Agama yang sudah tinggi jam terbangnya, ilmu Agama saya masih seujung kuku jika dibandingkan dengan mereka para Ulama atau pemuka-pemuka Agama itu. Tapi saya yakin seyakin-yakinnya bahwa saat ini saya sedang memeluk Agama Islam yang sesungguhnya. Kalau sauadara-saudara ingin membuktikan dengan cara membelah dada saya, saya akan siap, dan pastilah saudara-saudara akan dapat melihat kalimat Islam itu tertulis didalam saya punya dada.

Dengan kebenaran inilah saya memiliki keberanian mengajak saudara-saudara untuk melihat, apakah Islam saat sekarang ini masih melekat pada kwalitas esensialnya? Apakah Islam pada masa ini adalah Islam yang masih bisa dipertanggung jawabkan keasliannya? Saya katakan -tidak!, Islam sebagai akidah mayoritas masyarakat Indonesia itu telah mengalami pergeseran dari keasliannya, telah bergeser dari dasar-dasarnya. Hal ini juga tidak bisa tidak memang harus terjadi, tidak ada yang bisa menahannya sebagai mana kekuatan evolusi itu, dan proses pergeseran yang telah memisahkan Islam dari esensinya itu adalah sesuatu yang tanpa kita sadari kejadiannya, adalah satu kejadian yang tidak pernah ada diakal manusia secerdas apaun.

Secara manusiawi peristiwa itu adalah peristiwa yang tidak dapat kita terima, oleh karena niat untuk menggeser akidah Islam itu dipandang tidak pantas untuk dilakukan. Sikap ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang manusiapun yang memiliki kesanggupan untuk mengeser akidah Islam tersebut apalagi manusia itu adalah penganut akidah Islam itu sendiri. Dengan demikian dapatlah kita melihat bahwa niat dan kesanggupan itu tidak lain adalah niat dan kesanggupan Tuhan itu sendiri, seperti kesimpulan kita yang selama ini sering kita sebut-sebut bahwa Tuhan Maha Kuasa.

Jika tidak seorang manusiapun yang dapat melakukan hal itu maka tidak seorang manusia pula yang dapat menahan hal itu terjdi, kalaupun ada manusia yang mencoba membendung pergeseran didalam Islam itu berarti manusia itu mencoba melawan kekuasan Tuhan.

Pergeseran dalam Islam itu memang harus terjadi, namun janganlah kiranya kita menanggapi keadaan itu didasari oleh sikap sudjon atau sangka buruk, karena sebagai mana evolusi dengan pergeseran-pergeseran yang ditimbulkannya itu akan tetap dengan proses itu pula Islam tadi akan dikembalikan kepada esensinya.

Kita ketahui bahwa Islam adalah ajaran yang dibawa oleh Baginda Rasullullah Muhammad Bin Abdullah itu berdasarkan ke-iman-an, kata iman tadi diangkat dari bahasa Arab yang artinya percaya. Segala sesuatu apapun bentuknya, agar dapat diterima oleh kita sebagai sesuatu yang pantas di-percaya-i alias di-iman-i adalah sesuatu yang dapat disentuh oleh kita punya akal, setelah itu sesuatu yang bisa dicerna oleh akal tadi harus dapat pula bergesekan langsung dengan panca indera kita, setelah melewati dua fase tadi barulah sesuatu itu dapat dimasukan kedalam hati sebagi sebuah keyakinan yang tidak khayal sebab terbukti keberdaan wujud materinya.

Setiap sesuatu yang diharapkan kepada kita agar dapat mempercayainya, jika tidak melengkapi fase-fase yang tadi kita sebutkan sudah barang tentu itu sesuatu yang khayal, sebab sedikitpun tidak menyentuh akal atau logika, tidak dapat diraba, tidak dapat dilihat, tidak dapat diendus-endus baunya bagaimana. Sesuatu yang kapasitasnya hanya sebatas imajinasi atau khayalan tentu itu sesuatu yang tak memiliki wujud, sesuatu yang tak berwujud adalah sesuatu yang tidak memiliki bukti, sesuatu yang tidak terbukti itu adalah sebuah kebohongan.

Nah!, Agama islam tidak mengajak kita untuk berkhayal, Agama Islam sangat menganjurkan untuk mengikuti segala sesuatu yang nyata, sebab orang Islam menyembah Tuhan yang maha nyata yaitu Allah. Namun bagaimana kita bisa membuktikan kalau Allah itu bukan sesuatu yang khayal alias nyata, padahal selama ini kita tidak pernah bertemu dengan Tuhan yang bernama Allah itu? Memang kita tidak pernah mampuh untuk membuktikan seberapa nyata Allah itu walau dengan alat bantu secanggih apapun. Oleh sebab kelemahan kita yang demikian ini maka Allah sendiri yang akan memperkenalkan dirinya kepada kita, sebab itulah Allah menurunkan Kitab sebagai keterangan dan penjelasan untuk kita, dengan Kitab itulah kita akan dapat mengenal Allah, tapi untuk mendapatkan penjelasan yang jelas dan terang tentang kalimat-kalimat yang terkandung didalam Kitab tersebut ternyata kita juga harus membutuhkan orang yang ahli sebagai mana Muhammad yang di utus Allah untuk menyampaikan dan menerangkan kalimat-kalimat yang sekarang telah di-Kitab-kan itu.

Sampai disini kita juga akan menjadi bingung manakah orang yang benar-benar ahli dibidang ini, apa lagi skarang banyak ahli-ahli kitab yang bermunculan, mirip jamur dimusim hujan tapi tdk satupun diantara mereka yang dapat me-logika-kan apa yang kita bicarakan dalam pembahasan kali ini. Jadi jelaslah orang yang kita butuhkan sebagai ahli disini bukan sebatas ahli Kitab, akan tetapi orang itu juga adalah ahli waris.

Karena seorang ahli waris sudah pasti menguasai Kitab, tapi kalau ahli Kitab belum tentu mampuh mewarisi apa yang ditugaskan Allah kepada Muhammad, baik penjelasan-penjelasan tentang yang dituliskan didalam Kitab maupun perjuangan untuk menempatkan ajaran Allah yaitu Islam kembali kepada esensi atau dasar-dasarnya, kemudian kalu kita mengetahui Muhammad bin Abdullalh adalah seorang pilihan atau yang dipilih oleh Allah maka pewarisnya juga adalah seorang yang terpilih sebagai mana Muhammad Rasullullah itu.

Dengan demikian terujilah ke-iman-an kita sebagai seorang manusia yang meyakini satu Agama, dan ter-logika-kan lah Agama yang berdasarkan ke-iman-an itu bagi setiap penganutnya oleh karena kehadiran seseorang penerus perjuangan, seseorang yang akan meneruskan perjuangan Baginda Rasul terdahulu. Kehadiran sipenerus inilah yang akan melunturkan ke-iman-an sekaligus akan menyempurnakan ke-iman-an tersebut. Begitu jugalah kehadiran Muhammad Bin Abdullah ketika itu, beliau datang ditengah-tengah umat yang terlebih dulu sudah menganut Agama atau ajaran Tuhan yang dibawa oleh Isa, Musa atau yang lain yang lebih dulu hadir ketimbang mereka.

Wajarlah jika kedatangan Muhammad Bin Abdullah ketika itu sangat sulit diakui dan sangat sulit untuk diterima, walau kita tahu, bahkan orang-orang dizaman itupun tahu kalau kedatangan Muhammad Bin Abdullah jarak waktunya cukup jauh setelah wafatnya Isa, begitu juga Isa putra Maryam didatangkan oleh Allah dengan jarak yang cukup jauh setelah wafatnya Musa as. Itu membuktikan bahwa setiap ajaran Allah yang dibawa oleh utusannya itu akan mengalami pergeseran sejauh saat ketika ditingglkan oleh sipembawanya yaitu utusan Allah tadi, kemudian pergeseran itu akan mengarah kepada pengembalian ajaran Allah tadi kepada dasarnya yang semula, prose itu pastilah dengan ketentuan Allah yang mendatangkan seseorang untuk melakukan pekerjaan ini sebagai penerus atau pengganti orang yang sebelumnya.

Secara otomatis orang yang didatangkan oleh Allah sebagai pengganti orang yang sebelumnya tadi akan mengalami kesulitan yang sama dengan kesulitan orang yang terdahulu sebelumnya, karena kedatangan orang itu tepat ditengah-tengah umat yang sudah memiliki dan meyakini satu Agama, juga sudah sangat meng-idola-kan bahkan mengkultuskan orang terdahulu yang mereka percaya-i atau iman-i sebagai pembawa ajaran Agama tersebut walau sesusungguh mereka tidak pernah bertemu sama sekali dengan orang yang mereka kultuskan itu.

Nah!, sejauh ini tiap-tiap personal kita harusnya sudah dapat menyadari juga meng-insaf-i kelemahan-kelemahan yang mengakibatkan terhijabnya kita punya pikiran, sehingga begitu entengnya kita mengatakan percaya alias iman kepada orang yang membawa ajaran Tuhan itu, sebagai mana Isa putra Maryam atau Muhammad bin Abdullah padahal kita tidak hidup dan tidak pernah berjumpa dengan mereka, dan tadi sudah kita sudah bukakan bahwa manusia yang hidup ketika itu kebanyakan menolak bahkan menentang kedatangan para utusan Tuhan itu.

Kalaulah kita hidup pada zaman dimana para utusan itu dihadirkan Allah mungkin saja kita adalah salah satu manusia yang akan menentangnya, mungkin kita salah satu manusia yang ikut memerangi Muhammad bin Abdullah, mungkin kita salah satu manusia yang ikut menyalib Isa putra Maryam itu. Seperti itulah bentuk-bentuk penolakan yang dibuatkan manusia saat itu terhadap kehadiran mereka para utusan Tuhan tersebut, sebab kebudayaan yang berlangsung saat itu secara turun temurun adalah mengharuskan percaya atau iman pada utusan yang terdahulu, yang sudah tak kelihatan lagi wujudnya alaias sudah lama wafatnya.

Bedasarkan keyakinan, kepercayaan atau ke-iman-an yang secara kultural inilah kebanyakan manusia itu akan menimbulkan ketakutan dan kecemburuan jika idola yang dikultuskannya itu tadi diduakan, bahkan kebanyakan manusia itu juga akan menanggapi dengan pikiran mereka yang terhijab tadi kalau kehadiran si utusan Tuhan itu akan melecehkan Agama mereka. Tidak hanya itu, kebanyakan manusia dengan pikirannya yang terhijab itu akan berpikir bahwa tidak ada lagi manusia yang sama seperti utusan Tuhan yang terdahulu yaitu yang telah lama wafat itu.

Saudara-saudara sungguh sangat berartilah pesan-pesan orang pintar itu, yang mengarah pada ajakan agar kita mau belajar dari sejarah, bukankah didalam Kitab Suci Al-Qur’an dituliskan sejarah, bahwa setiap kali datang utusan Allah, maka selalu pula utusan Allah itu akan sangat menjunjung tinggi utusan Allah yang terdahulu sebelum dia. Jika kita mau membukakan sedikit saja tabir didalam pikiran kita maka kita akan dapat melihat bukti-bukti itu, ya! –bukti seorang utusan yang menjunjung tinggi utusan yang sebelumnya, bukankah didalam Kitab Suci Al-Qur’an itu sudah dijelaskan kalau Muhammad bin Abdullah sangat menjunjung tinggi Isa putra Maryam atas tugas yang diembannya, begitu juga Isa putra Maryam beliau sangat menjunjung tinggi Musa as atas tugas yang dienbannya, dan begitulah seterusnya sampai kepada Nuh as yang sangat menjunjung tinggi Adam as.

Jangankan Kitab Suci Al-Qur’an, Kitab Injil pun menjelaskan sejarah ini, jadi dengan demikian jelaslah bahwa tidak pernah ada pelecehan Agama didalam proses ini, tidak ada penghinaan terhadap utusan Allah yang terdahulu itu, justru yang sangat tampak didalam proses ini adalah penyelamatan Agama, proses yang demikian ini adalah proses penghargaan yang sebesar-besarnya kepada utusan Allah yang terdahulu itu.

Inilah evolusi, sebagaimana hukum alam, tidak ada yang dapat membendung kekuatan dari pada proses ini, kalaupun ada yang mencoba membendung proses evolusi itu, maka sama artinya melawan kehendak Tuhan dan orang-orang yang demikian ini akan pula tergilas dengan roda evolusi itu, sebab saat kereta globalisasi telah dilepaskan, seiring dengan itu maka proses evolusi tadi akan semakin cepat bergulirnya, akan semakin kencanglah roda evolusi itu berputar, dan berubah pulalah wujud evolusi tadi menjadi wujud revolusi dikarenakan kecepatan proses itu akan terus bertambah dan semakin bertambah.

Dengan begitu sempurnahlah kalimat untuk menyebut gerak ini menjadi “Revolusi Islam”, kemudian manusia yang dipilih oleh Allah untuk mengemban tugas itu akan menjadi vigor yang pantas disebut dengan sebutan “revolusioner”.

Saudara pembaca, saya pikir sampai disini sajalah dulu kupasan kita mengenai Revolusi Islam ini, sebenarnya masih banyak lagi yang perlu saya utarakan didalam Revolusi Islam ini, tapi sementara ini saya tak ingin membuat saudara pembaca memjadi jenuh, nanti dilain kesempatan kita akan lanjutkan,

wassalam.

28 06 09/0812 63 93 951

Ditulis dalam REVOLUSI ISLAM. | Bertanda: | 1 Komentar »

hadist imam mahdi

Ditulis oleh himpass di/pada Juni 8, 2008

Hadis-hadis Nabawi
Tentang
Kabar Gembira Munculnya Imam Mahdi as

Sesungguhnya hadist-hadist yang diriwayatkan dari Rasulullah saw tentang imam Mahdi as merupakan kelompok terbesar dan terbanyak yang memberikan kabar gembira akan datangnya penyelamat akhir zaman tersebut.

Perlu diperhatikan bahwa hadist-hadist yang ada di dalam kitab-kitab Ahli-sunnah tentang imam Mahdi as, kebanyakannya diriwayatkan dari Rasulullah saw, dengan sanad / jalur yang banyak dan kandungan yang bermacam-macam.

Terkadang Rasulullah saw mengkhabarkan imamMahdi di sela-sela / bersama para imam yang lain, di mana beliau dikenalkan sebagai imam kedua belas dan terakhir. Terkadang beliau menghabarkan kalau Mahdi adalah orang putra cucu sayyidah Fatimah Zahro as, dan sesungguhnya dia dari keturunan imam Husain as dan imam ke sembilan yang terlahir dari imam Husain as.

Dan anda akan mengetahui nantinya bahwa Rasulullah saw telah memberikan kabar gembira akan datangnya imam Mahdi as pada kesempatan dan kondisi yang banyak serta di pelbagai moment penting. Yang mengindikasikan bahwa pembahasan ini sangatlah urgen dan tidak bias dipandang sebelah mata.

Inilah hadis-hadis tentang imam yang diriwayatkan dari Rasulullah saw, dan tentunya hanya sebagian saja dari hadis-hadis tersebut yang akan kami bawakan:

  1. Dari Said bin Jubair dari ibn Abbas, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya para halifahku dan wasiku serta hujjah-hujjah Allah atas makhluk setelahku adalah dua belas orang, yang pertama dari mereka adalah saudaraku dan yang terakhir dari mereka adalah purtaku. Kemudian di tanyakan: wahai Rasulullah siapakah saudaramu itu? Rasul bersabda: Ali bin Abi Tholib. Ditanyakan: dan siapakah putramu itu? beliau bersabda: dia adalah Mahdi yang akan memenuhinya (memenuhi bumi) dengan keadilan sebagaimana bumi telah telah dipenuhi dengan kezaliman, sumpah demi Zat yang mengutusku kepada manusia dengan kebenaran, seandainya dunia ini tidak tersisa kecuali satu hari maka Allah pasti akan memanjangkan hari itu sampai munculnya putraku Mahdi as, maka akan turun ruh Allah Isa bin Maryam dan akan sholat dibelakangnya, maka bumi akan bersinar dengan cahayanya, dan akan sampai kerajaannya di barat dan di timur [1].
  2. Hudzaifah berkata: Rasulullah saw bersabda: Mahdi adalah putraku yang wajahnya seperti bintang kejora. [2]
  3. Juga dari Hudzaifah ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Mahdi adalah putraku yang wajahnya seperti bintang kejora, warana kulitnya seperti warna kulit orang Arab, dan badannya seperti badan orang Israel (Yahudi) yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi oleh kezaliman, penduduk langit akan rela atas kepemimpinannya, dan begitu juga burung di angkasa, di mana beliau akan memerintah selama dua puluh tahun. [3]
  4. Dari imam Muhammad Bagir bin Ali Zainala Abidin dari ayahnya dari Amiril mu’minin Ali bin Abi Thalib as bersabda: Rasul saw bersabda: Mahdi adalah putraku, dia akan hilang dari pandangan mata (gaib), dunia akan dilanda kebingungan yang dapat menyesatkan manusia, dia akan datang sebagai simpanan atau “sejata andalan” dari para nabi, maka dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi dengan kezaliman dan kesesatan. [4]
  5. Diriwayatkan dari al-Kanduzi al-Hanafi dari Abi Basir dari imam Ja’far Shodiq dari ayahnya dari Amirail mu’minin Ali bin Abi Thalib as bersabda: Rasulullah saw bersabda: Mahdi dari anak cucuku namanya sama dengan namaku, kunyahnya sama dengan kunyahku, dan dialah orang yang paling mirip dengan diriku dari segi penciptaan dan budi-pekerti, dia akan hilang dari pandangan mata (gaib), ummat akan dilanda kebingungan sehingga sesatlah mereka dari agama mereka, maka ketika itu dia akan datang bersinar laksana bintang kejora yang terang benderang, dan akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhinya dengan kesesatan dan kezaliman. [5]
  6. Diriwayatkan dari al-Majlisi dari dari Syeh Mufid dari Abi Ayyub al Ansori berkata: Rasulullah saw bersabda kepada Sayyidah fatimah as (saat beliau terbaring sakit): aku bersumpah demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya sesungguhnya ummatku pasti akan memiliki Mahdi (penyelamat akhir zaman), dan dia akan muncul darimu –alias dari anak cucumu- . [6]
  7. Dari Makhul dari imam Ali bin Abi Thalib as bersabda: aku berkata wahai rasulullah! Apaka Mahdi termasuk dari kita (keluarga Muhammad saw) atau selain dari keluarga kita? Maka Rasulullah saw bersabda: tidak, Mahdi adalah termasuk dari keluarga kita, Allah SWT akan mengakhiri agamanya melalui perantara kita sebagaimana Allah telah membukanya melalui perantara kita, dengan kita mereka terselamatkan dari fitnah atau cobaan sebagaimana mereka juga telah terbebas dari belengu kemusrikan berkat kita, dengan kitalah hati-hati manusia menjadi lunak setelah dialanda kerasnya permusuhan, dengan kitalah manusia yang dulunya bersengketa menjadi saling kasih dalam ikatan persaudaraan. [7]

Sesengguhnya pertanyaan imam Ali as kepada Rasulullah saw dikarenakan masyarakat tidak mengetahuinya, dengan demikian beliau bertanya tentang sesuatu yang telah beliau ketahui dan seakan-akan dia tidak mengetahuinya dan itu untuk suatu tujuan, dan ini termasuk dari pembicaraan yang ada dalam al Quran dan hadist begitu juga dalam percakapan sehari-hari, Allah swt berfirman: apa yang sedang berada di kananmu itu wahai Musa?.

  1. Dari Hisyam bin Salim dari imam Ja’far Shadiq dari ayahnya dari kakeknya as, beliau bersabda: Rasulullah saw bersabada: al-Qoim dari anak cucuku, namanya sama dengan namaku, dan kunyahnya sama dengan kunyahku, perangai dan sopan-santunnya sama dengan diriku, dia menerapkan sunnah yang mirip sunnahku, dia tegakkan agama dan ajaranku di antara manusia, dia mengajak mereka kepada kitab Allah swt, barang siapa yang taat kepadanya maka dia telah taat kepadaku dan barang siapa yang bermaksiat kepadanya maka dia telah bermaksiat kepadaku, barang siapa yang mengingkari gaibahnya maka dia telah menginkariku, dan barang siapa yang membohonginya maka dia telah membohongiku, dan barang siapa mempercayainya maka dia telah mempercayaiku, hanya kepada Allah SWT semata aku adukan orang-orang yang membohongiku dalam perkaranya dan orang-orang yang mendustakan perkataanku dan urusannya, dan orang yang menyesatkatkan kaumku dari jalan yang lurus… [8]
  2. Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw bersabda: Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin ummatku, dan penggantiku sepeninggalku, dan dari anak cucunya akan bangkit dan muncul al-Qoim al-Muntadzar yang Allah akan memenuhi bumi dengan keadilan dengannya, sebagaimana bumi telah dipenuhi oleh kesesatan dan kezaliman, aku bersumpah demi dzat yang telah mengutusku kepada manusia: sesungguhnya orang-oarang yang tetap dan berpegang teguh dengan keimanan (pada masa gaibnya), itu sangatlah sedikit sekali. Maka Jabir bin Abdullah al Ansori bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri nabi seraya berkata:” wahai Rasulullah, apakah al-Qoim yang akan muncul dari anak cucumu itu mengalami masa gaib juga?. Rasulullah saw menjawab: ia sumpah demi tuhan. Wahai Jabir sesungguhnya ini adalah urusan dari urusan-urusan Allah SWT, dan misteri/rahasiaNya, yang tidak dapat diketahui oleh hambanya, maka berhati-hatilah akan keraguan atas urusan Allah SWT, karena hal tersebut adalah sebuah bentuk kekufuran. [9]
  3. Dari Abi Said al Khadzri (dalam hadistnya yang panjang) berkata: Rasulullah saw bersabda (kepada Sayyidah Fathimah as) : Wahai anakku sesungguhnya kita (Ahlul bait) diberi tujuh sesuatu yang tidak ada seorangpun yang memiliknya:

1.Nabi kita adalah sebaik-baik nabi, dan itu adalah ayahmu.

2.Wasi kita adalah sebaik-baik wasi, dan itu adalah suamimu sendiri.

3.Syahid kita adalah sebaik-baik syuhada’, dan beliau adalah paman ayahmu Hamzah.

4. Hanya dari kitalah yang nantinya di surga dianugerahi dua sayap berwarna hijau, dan itu adalah putra pamanmu Ja’far.

5-6. Dari kita, anak cucu ummat ini bersumber, dan mereka berdua adalah kedua anakmu Hasan dan Husain.

7. Dari kita (demi Allah yang tiada tuhan selain dia) Mahdi yang mana Isa bin Maryam sholat di belakangnya, kemudian mengelus pundak al-Husain seraya berkata: dari dia, beliau mengulangnya sebayak tiga kali. [10] Dalam kitab al-Bayan karya Syafi’i al-Kunji, Rasulullah saw bersabda: dari dialah (al-Husain) Mahdi da penyelamat umat ini.

  1. Dari Jabir bin Abdullah al-Anshori berkata: Rasulullah saw bersabda: Isa bin maryam as akan turun –dari langit- kemudian pemimpin mereka –umat ini- Mahdi berkata: kemarilah shalat bersama kami / pimpinlah shalat kami, maka nabi Isa menjawab: tidak, sesungguhnya sebagian dari kalian adalah pemimpin dari sebagian yang lain,hal ini merupakan penghormatan bagi umat ini. [11]
  2. Dalam kitab Faraidus simthain, dari imam Ali Ridho bin Musa dari ayahnya dari kakek beliau as, bersabda: Rasulullah saw bersabda: barangsiapa yang mau berpegang teguh dengan agamaku dan menaiki perahu keselamatan maka hendaklah dia mengikuti Ali bin Bin Thalib as, dan memusuhi para musuhnya, dan mengikuti wali yang diikutinya, sesungguhnya dia adalah wasi dan khalifah sepeninggalku, baik ketika aku masih hidup atau setelah aku mati kelak, dan dia adalah pemimpin semua orang muslim, dan pemimpin semua orang mukmin setelahku, perkataannya adalah perkataanku, perintahnya adalah perintaku, larangannya adalah laranganku, dan yang mengikutinya berarti dia mengikutiku, dan yang menolongnya berarti dia menolongku, dan yang menghianatinya berarti menghianatiku;

Kemudian Rasulullah saw bersabda: barangsiapa yang berpisah dari Ali as setelahku, dia tidak akan melihatku dan aku juga tidak akan melihatnya di hari kiamat nanti, dan barangsiapa yang berbeda pendapat dengan Ali, maka Allah SWT mengharamkan syurga baginya, dan menjadikan neraka tempat baginya, dan barangsiapa yang menghina Ali as maka Allah akan menghina di hari yang semua gamblang, dan barangsiapa menolong Ali as maka Allah swt akan menolongnya di hari perjumpaan.

Kemudian Rasulullah saw bersabda: Hasan dan Husain as keduanya adalah pemimpin umatku sepeninggal ayah mereka, dan pemimpin pemuda ahli syurga, ibu mereka adalah penghulu wanita dunia, ayah mereka adalah pemimpin para washi, dan dari anak cucu Husain sembilan imam akan muncul, yang kesembilan dari mereka adalah al-Qaim putraku, ketaatan kepada mereka adalah ketaatan kepadaku, dan bermaksiat kepada mereka sama halnya dengan bermaksiat terhadapku.

  1. Rasulullah saw dalam pidatonya di hari Gadir dan di depan 120 ribu umat islam bersabda: “wahai manusia: cahaya itu bersumber dari Allah SWT, yang kemudian berjalan di dalamdiriku, kemudian di Ali, kemudian di anak cucuku dan berakhir di al-Qaim Mahdi as,…[12]

Sebagaimana yang terdapat dalam hadis-hadis yang telah kita sebutkan tadi Rasulullah saw, telah bersumpah demi Dzat Allah, semuanya itu merupakan penguat dari fakta ini dan bentuk pengokohan terhadap topik Mahdawiyah ini, dan rasul tidak hanya melakukan dan mengucapkan itu saja, lebih jauh beliau bersabda:” andai usia dunia tidak tersisa lagi kecuali satu hari saja… hal ini menunjukkan bahwa hal ini pasti akan terjadi dan tidak dapat dielakkan lagi. Dan ini merupakan penetapan yang luar biasa kuatnya.

Kita juga telah mengetahui dari beliau bahwa Mahdi as akan memenuhi dunia dengan keadilan setelah disesaki oleh kezaliman dan kebatilan. Hal ini juga sebuah penguatan akan hal ini, yang mengenai penjelasan lebih lanjut, insya Allah pada kesempatan mendatang.

Adapun penyebutan secara bersama-sama dzulm dan jaur, juga kata adl dan qisth, dapat berarti bahwa dzulm itu berasal kebanyakan umat manusia, sedang jaur dari kalangan terpandang masyarakat atau para pemimpin. Sebagaimana kata adl bisa diartikan sebagai dari para penguasa dan qisth dari masyarakat kebanyakan.

Dan sebelumnya telah kita bawakan bahwa Rasul saw bersabda: kulitnya seperti kulit kaum Arab dan postur tubuh seperti orang yahudi kebanyakan. Perlu diketahui bahwa banyak penduduk negeri Yordania dan Palestina yang memiliki tinggi badan yang lumayan, tidak seperti tinggi badan penduduk Jepang atau China yang rata-rata pendek dan cethol.


[1] Faraidu Samthain, jild, Bihar juz, 51, halaman 71.

[2] Kanzul ‘umal, juz 7.

[3]Idu durar, bab ke-3.

[4] Faraidu Samthain.

[5] Yanabi’ul mawadah.

[6] Biharul Anwar, juz 51, halaman 67.

[7] Biharul Anwar, juz 51.

[8] Biharul Anwar, juz 51.

[9] Biharul Anwar, juz 51.

[10] Biharul Anwar, juz 51.

[11] Al-‘Arain, Hafiz Abi Nu’aim.

[12] Ihtijaj, karya Thabarsi.

DENGAN NAMA ALLAH, MAHA PEMURAH, MAHA MENGASIHANI
1. Jadual Allah Untuk Kebangkitan Islam akhir zaman“Telah berlaku Zaman Kenabian atas kamu, maka berlakulah zaman kenabian itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkat zaman itu. Kemudian berlakulah Zaman Kekhalifahan (khulafa’ ur Rasyidin) yang berjalan seperti Zaman Kenabian. Maka berlakulah zaman itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian Allah Mengangkatnya, lalu berlakulah Zaman Pemerintahan yang Menggigit (Zaman Fitnah). Berlakulah zaman itu sebagaimana yang ALLAH kehendaki. Kemudian ALLAH mengangkatnya pula. Kemudian berlakulah Zaman Penindasan dan Penzaliman (pemerintahan diktator) dan berlakulah Zaman itu sebagai mana yang ALLAH kehendaki. Kemudian berlaku pula Zaman Kekhalifahan (Imam Mahdi dan Nabi Isa) yang berjalan di atas cara hidup Zaman kenabian”. Kemudian baginda diam. (Riwayat Ahmad)
2. Kegemilangan Islam akan berulang di akhir zamanDan telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas’ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.( Kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)
3 Kebangkitan Islam akhir zaman akan bermula dari Timur.Dan telah mengeluarkan Ibni Abi Syaibah dan Nu’aim bin Hammad dalam Al Fitan dan Ibnu Majah dan Abu Nu’aim dari Ibnu Mas’ud, katanya : “Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datang sekelompok anak-anak muda dari kalangan Bani Hasyim. Apabila terlihat akan mereka, maka kedua mata Rasulullah berlinang air mata dan wajah beliau berubah. Akupun bertanya : “Mengapakah kami melihat pada wajahmu, sesuatu yang kami tidak sukai?”. Beliau menjawab : “Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan , tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.”

4 Setiap kurun (100 tahun) Allah akan memunculkan Mujaddid (Reformer)Rasulullah SAW bersabda :“Sesungguhnya Allah membangkitkan bagi ummat Islam seorang mujaddid yang memperbaharui urusan agama (Islam) di setiap awal kurun”.
5 Imam Mahdi Mujaddid Akhir Zamani. Rasulullah SAW bersabda :D an telah mengeluarkan Abu Daud dan Tabrani dari Abdullah bin Mas’ud dari pada Nabi SAW sabdanya “Kalau tidak tinggal dari dunia kecuali sehari, nescaya Allah panjangkan hari itu sampai diutuskan kepadanya seorang lelaki (Al Mahdi) dari keluargaku sama namanya dengan namaku dan nama ayahnya dengan ayahku dan dia memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kezaliman”.
6 Dan abu Nu’aim mengeluarkan dari Abi Said dan Nabi SAW katanya :“Al Mahdi daripada kami Ahlul bait, seorang lelaki dari umatku, mancung hidungnya. Dia memenuhi bumi dengan keadilan, seperti dia dipenuhi kezaliman”.
7 Dan telah mengeluarkan Abu N’aim dan Al Khatib dalam Talkhis Al mutasyabih dari ibnu Umar katanya sabda Rasulullah SAW :“Akan keluar Al Mahdi dan di atas kepalanya malaikat yang menyeru : Inilah Al Mahdi dan ikutilah dia”.
8. Pemuda Bani Tamim dari Timur pemegang Panji-panji Imam MahdiTelah mengeluarkan Tabrani dalam Al Ausat, dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).
9 Jemaah Kebenaran Pimpinan Pemuda Bani Tamim mendapat kemenangan di Timur dan merintis jalan untuk Imam Mahdii. Rasulullah SAW bersabda :Senantiasa ada suatu thoifah (jamaah) yang sanggup menzahirkan kebenaran dan tidak akan dapat memudaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka hinggalah datang perintah Allah (hari kiamat)
10 Dikeluarkan dari Al Hasan bin Sofyan dari Abu Nuaim dari pada Tsauban, telah bersabda Rasulullah SAW :“Akan datang panji panji hitam dari timur, hati mereka seperti kepingan besi. Barang siapa yang mendengar tentang mereka, hendaklah mendatangi mereka dan berbailah kepada mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salju”. (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).
11. Dari Ibnu Majah dan Tabrani daripada Abdullah bin Al Harats bin Juzu’ Al Zubaidi telah bersabda Rasulullah SAW“Akan keluarlah manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan untuk Al Mahdi”.(dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).
12. Telah bersabda Rasulullah SAW“Kami Ahlul bait telah Allah pilih untuk kami akhirat lebih dari dunia, kaum kerabatku akan menerima bencana dan penyingkiran sepeninggalanku kelak, sampai datangnya suatu kaum dari sebelah timur yang membawa bersama mereka panji-panji berwarna hitam. Mereka meminta kebaikan, tetapi tidak diberikannya. Maka mereka pun berjuang dan memperoleh kemenangan. Lalu diberikanlah apa yang mereka minta itu, tetepi mereka tidak menerimanya hingga mereka menyerahkannya kepada seorang lelaki dari kaum kerabatku yang memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi dengan kedurjanaan. Siapa diantara kamu yang sempat menemuinya, maka datangilah mereka walalupun merangkak di atas salji. Sesungguhnya dialah Al Mahdi.” (dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)
13 Pengisytiharan Imam Mahdi pimpinan ummah di MekkahRasulullah SAW bersabda :“Sesungguhnya ketika zahir Al Mahdi, menyerulah malaikat dari atas kepalanya : “Inilah Al mahdi sebagai Khalifah Allah, maka kamu ikutilah dia”. Seluruh manusia tunduk dan patuh kepadanya dan mendapatkan kasih sayangnya. Sesungguhnya Al Mahdi itu menguasai Timur dan Barat. Dan adapun yang berbaiah kepadanya antara rukun Al Aswad dan maqam Ibrahim, yang pertama sebanyak bilangan ahli Badar, kemudian Abdal dari Syam mendatanginya, diikuti oleh Nujaba’ dari Mesir dan Asoib dari Timur. Setelah itu Allah mengutus kepadanya tentara dari Khurasan dengan bendera-bendera (panji-panji) hitam dan mereka menuju ke Syam. Dan Allah menghantar kepadanya 3000 malaikat dan Ashabul kahfi adalah diantara pembantunya.(hadist dari Kitab As’afur Raghibin)
Sesuai dengan janji Allah ini dan bukti-bukti nyata, maka Islamlah yang akan menggantikan kuasa Amerika sebagai super power dunia nanti. Ini giliran Islam. Islam akan bangkit kembali dan menjadi sebuah empire, dan sekali lagi bumi akan dinaungi oleh keadilan dan kemakmuran. Dunia akan diserahkan lagi kepada umat Islam sebagai mana Allah telah menyerahkannya kepada Rasulullah dan para sahabat (QS Ar Rum 2-4). Jalannya adalah melalui TAQWA. Dahulu umat Islam dapat menang dari Rom dan Parsi (2 super power dunia pada saat itu) dengan kekuatan taqwa. Sekarang dengan kekuatan taqwa pulalah Barat akan ditumbangkan. Allah akan membantu orang yang bertaqwa (QS Al Jaasiah 19). Ini bukan khayalan, tetapi JANJI ALLAH yang telah dan akan terjadi lagi. Asalkan syaratnya dipenuhi. Allah SWT berfirman :“Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan yang mengerjakan amal soleh, bahwa mereka sesungguhnya akan dijadikan khalifah yang berkuasa di muka bumi sebagaimana telah dijadikan khalifah orang-orang sebelum mereka”.(QS An Nur : 55)Dari hadist- hadist di atas jelaslah bahwa kebangkitan Islam di Timur dibangunkan oleh seorang Pemuda dari Bani Tamim. Bani Tamim adalah salah satu cabang dari kabilah Quraisy. Pemuda inilah yang akan menyerahkan kekuasaan (panji-panji hitam) kepada Al Mahdi. Dengan kata lain perjuangannya dan perjuangan Al Mahdi berkait erat dan sambung-menyambung.Pemuda Bani tamim ibarat stop kontak (switch), sedangkan Imam Mahdi sebagai lampunya. Apabila stop kontak tidak ditekan, maka lampu tidak akan menyala. Artinya Imam Mahdi belum akan zahir bila Pemuda Bani Tamim belum membuat tapaknya atau belum mendapatkan daulah di satu negara di Timur. Kemungkinan besar negara islam yang akan didapat oleh Pemuda Bani Tamim itu adalah malaysia. Kalau diibaratkan membangun rumah, pemuda Bani Tamim adalah orang yang membangun pondasinya. Untuk membangun rumah yang kokoh, tentulah pondasi harus kuat. Imam Mahdi bertugas membangun rumah tersebut, melengkapinya dengan dinding, atap, pintu, jendela lantai dsb.Mengingat besarnya peranan pemuda Bani Tamim sebagai perintis jalan Imam Mahdi, dan semakin dekatnya kegemilangan Islam tersebut, tentulah pemuda Bani Tamim itu sudah ada bahkan sudah hampir menyelesaikan pembangunan tapaknya. Tentulah ia berada di Timur (Asia tenggara?). Diantara ciri jamaahnya adalah : menzahirkan kebenaran dalam seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari diri, keluarga, ekonomi, teknologi, kebudayan, pendidikan dan lain lain serta jamaah itu tidak akan dapat memudaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka hinggalah datang ketentuan Allah (hari kiamat).

Ditulis dalam 6. “JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH DAN RASUL | Bertanda: | 13 Komentar »

BULETIB – JAWABAN ATAS ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

Alhamdulillaah, setelah beredarnya Buletin FORMASS edisi I, ada beberapa tanggapan dari para pembaca yang memang ini sangat diharapkan. Walaupun tanggapan yang banyak datang adalah tanggapan miring yang sifatnya mengolok-olok. Namun ada pula tanggapan yang sifatnya mencari kebenaran. Dan yang mencari kebenaran ini tanda dari orang yang kitabnya Alqur`an.

Salah satunya yang mencari kebenaran itu sudah melayangkan suratnya dengan kepala surat: BADAN KENAZIRAN MESJID SYUHADA TANJUNG MORAWA, no: 03/BKM/P/05, yang isinya menanyakan beberapa hal:
1. Setiap ada terjemahan ayat Alqur`an yang terdapat pada buletin yang ada kata “orang” dalam penjelasan dibawahnya kata “orang” tersebut selalu digaris bawahi. Apakah dimaksudkan sebagai pembenaran akan datangnya orang yang membawa berita besar seperti yang tertera dalam Buletin FORMASS yang berjudul ANNABA` (Berita Besar), dan siapakah orang yang dimaksud?
2. Dalam Buletin tersebut juga terdapat kalimat “Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku”. Apakah kalimat di atas merupakan ayat Alqur`an atau Hadits Nabi?
3. Didalam Buletin tersebut terdapat sub judul “Bagaimanakah berjanji kepada Allah?” Sangat mudah sekali kamu datangi saja Utusannya (Rasul) atau penerusnya (pemimpin) nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji pada Allah. Apa maksud keterangan di atas, dan bagaimana cara berjanjinya?

Maka untuk ini kembali dikumandangkan Kalam-kalam Tuhan melalui tulisan ini.
Yaa ma’syaral jinni wal insi alam ya’tikum rasuulun minkum yaqushshuuna ‘alaikum aayaati wa yundziruunakum liqaa-a yaumikum hadzaa. Qaaluu syahidnaa ‘alaa anfusinaa wa gharrathumul hayaatud dun-ya. Wa syahiduu ‘alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin.

Hai golongan jin dan manusia, bukankah telah datang kepada kamu utusan-utusan dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini. Mereka berkata: “kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (Al an’am : 130).
Wahai saudara-saudaraku yang mencari kebenaran, telah aku kumandangkan Kalam-kalam Tuhan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali ragu atas apa yang aku bawakan dari Tuhanku. Namun jika kamu masih ragu, dalam artian bukan untuk melemahkan apalagi untuk membantah atau mendebat, maka dengan segala kelemahanku dan kebodohanku aku berupaya untuk menjelaskan kepadamu atas izin Tuhanku yang Maha Kuasa atas diriku dan Maha mengetahui akan diriku.
Ketahuilah, bahwa Kalam Tuhan bukan untuk diartikan, dimaknakan, difahamkan, namun Kalam Tuhan dikumandangkan. Yang mengumandangkan Kalam Tuhan, tentunya Tuhan itu sendiri. Oleh karena kamu penduduk bumi ini adalah manusia maka diutuslah manusia seperti kamu juga yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu. Kalau sudah datang orang yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu, maka kamu disuruh untuk mengikuti orang tersebut, yang dia makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas dan sebagainya seperti manusia yang selama ini kamu lihat manusia. Bukan orang yang tak pernah makan, minum, tidur, berkahwin, berbicara, menghirup nafas alias orang yang sudah mati.
Orang itulah yang mengumandangkan Kalam Tuhan kepadamu sekarang ini. Dia menanyakan kepadamu: “Bukankah telah datang kepadamu seorang utusan dari bangsamu sendiri?”. Wahai saudara-saudaraku Kalam Tuhan ini bukan untuk kamu jawab sudah atau belum, karena memang dia sudah datang dengan Kalam TuhanNya sekarang ini. Yang disuruh kepada kamu untuk menerima orang tersebut dan beriman (percaya) kepadanya.
Yaa qaumanaa ajiibuu daa’iyallaahi wa aaminuu bihii yaghfirlakum min dzunuubikum wa yujirkum min ‘adzaabin aliim. Wa man laa yujib daa’iyallaahi falaisa bimu’jizin fil ardhi wa laisa lahuu min dunihii auliyaa`, ulaa-ika fii dhalaalin mubiin.
Hai kaum kami terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepadanya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Al ahqaf 31-32).
Ikutilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini, yang tidak minta balasan apapun darimu sebagai Pemimpin (ikutan) yang ditunjuk Allah bagi orang-orang yang beriman untuk menuju kemenangan yang besar yakni dalam kehidupan dunia ini maupun kehidupan akhirat.
Maka saudara-saudaraku sekalian, datangilah orang yang mengumandangkan ayat-ayat Allah ini sebagai saksi kebenaran bahwa kamu bertuhankan ke Allah SWT dan berasulkan ke Muhammad SAW dalam kehidupan dunia ini. Namun jika kamu bertahan dengan apa yang selama ini kamu yakini bahwa kamu bertuhankan ke Allah dan berasulkan ke Muhammad tapi tidak mau datang untuk menundukkan diri bersaksi kepada orang tersebut, maka tertipulah kamu dengan kehidupan dunia ini yang dijanjikan oleh Imam (Pemimpin) para malaikat. Tahukah kamu pemimpin para malaikat?, yang ianya sesat dikarenakan tidak mau tunduk merendahkan diri kepada pemimpin yang didatangkan Tuhan. Dan diapun akan menyesatkan kamu dengan mengatakan jangan ikuti orang itu karena orang itu orang sesat.
Padahal Allah menyuruh mengikuti (menerima) dan beriman kepada orang yang menyeru kamu dan memberi peringatan kepada kamu sekarang ini. Yang tidak menerima orang inilah orang yang dalam kesesatan yang nyata. Dan janganlah kamu wahai saudara-saudaraku mengikuti lagi langkah-langkah Imam para malaikat (Iblis) atau langkah-langkah setan, karena sesungguhnya mereka adalah musuhmu yang nyata. Mereka itu adalah orang-orang kafir yang enggan dan menyombongkan diri, tidak mau mengakui Pemimpin yang didatangkan TuhanNya walaupun mereka sangat beriman kepada Tuhan Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya. Namun tetap mengatakan tidak ada lagi orang seperti ini; tidak ada lagi wali-wali Allah dsb. Mudah-mudahan kamu mengerti dengan perumpamaanku ini.
Wahai saudara-saudaraku sekalian, yang aku bawakan ini yang dari Tuhanmu adalah Berita Besar, bukan hal main-main, bukan sok-sok an, bukan pula mengada-ada. Memang ini adalah kabar gembira bagi orang beriman dan orang Islam, namun sekaligus kabar peringatan bagi orang yang ingkar. Supaya benar imanmu kepada Allah, benar imanmu kepada Rasul.
Innaa arsalnaaka syaahidan wa mubasysyiran wa nadziira(n). Litu`minuu billaahi wa rasuulihii wa tu’aaziruuhu wa tuwaqqiruuhu wa tusabbihuuhu bukratan wa ashiila(n). Innalladziina yubaayi’uunaka innamaa yubaayi’uunallaah. Yadullaahi fauqa aidiihim, faman nakatsa fa innamaa yankutsu ‘alaa nafsih, wa man aufaa bimaa ‘aahada ‘alaihullaaha fasayu`tiihi ajran ‘azhiima(n).
Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan RasulNya, menguatkan (agama)Nya, membesarkannya. Dan bertasbih kepadanya pagi dan petang. Bahwasanya orang yang berjanji setia kepada kamu, sesungguhnya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Alfat-h 8 – 10).
Maka saudara-saudaraku sekalian, dengan Kalam Tuhan yang dikumandangkan ini kepadamu, berjanji setia (berbai’at)lah dengan orang yang didatangkan kepadamu itu. Dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu sekalian tidak lagi bertuhankan kepada Tuhan yang selain Allah; dan dia adalah saksi kebenaranmu selama ini, bahwa kamu berasulkan kepada Rasulullah yang bukan bapak seorang laki-laki diantara kamu. Dengan mengikrarkan:
“Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah”
“Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah
dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”
Itulah ikrar (janji)mu dihadapan saksi yang telah didatangkan kepadamu yang menyampaikan ayat-ayat Allah kepadamu. Jangan lagi kamu bersaksi dengan dirimu sendiri setelah datang utusan Tuhan mengumandangkan ayat-ayatNya kepadamu. Jika demikian hal keadaanmu jangan tanya lagi siapa orang kafir itu, jangan tanya lagi siapa pembangkang (iblis) itu karena semuanya telah nyata senyata dirimu. Sedangkan aku disuruh mengatakan kepadamu bahwa aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata. Qul yaa aiyyuhannaas, innamaa analakum nadziirun mubiin. Katakanlah: “Hai manusia, hanya sanya aku ini bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata”.
Jangan pula kamu mempersaksikan kebenaran janjimu selama ini kepada Allah; yang Dia tidak pernah bisa kamu jangkau dengan ilmu dan amalmu yang sangat tinggi dan sangat shalih, karenanya ketika itu kamu menjadi penentang paling keras. Wa yusyhidullaaha ‘alaa maa fii qalbihii wa huwa aladdul khishaam. Dan dipersaksikannya kepada Allah atas (kebenaran) isi hatinya; padahal ia adalah penentang yang paling keras.
Namun berjanjilah (berbai’atlah) kamu dengan orang yang mengumandangkan ayat-ayat Tuhan ini kepadamu. Karena berjanji kepadanya, berarti kamu sedang berjanji kepada Rasulmu, sekaligus pula artinya kamu berjanji kepada Tuhanmu yang namanya Allah.
Orang itu serta Rasul dan Tuhan bukan tiga melainkan satu jua adanya
Saksi serta Muhammad dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya
Pemimpin serta Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya

Ditulis dalam 5. BULETIB - JAWABAN ATAS ORANG-ORANG YANG MAU MENDENGARKAN | Bertanda: | Leave a Comment »

SEJARAH PERJUANGAN AL MAHDI di 2004 …

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

SEJARAH 01.

Proses belajar yang menjadi rutinitas setiap hari dengan keterbatasan ekonomi saat itu, Zubir bin Amir Abdullah membarengi pendidikan umumnya dengan menimba ilmu Religi, banyak Perguruan atau Pengajian yang disinggahi dan diikuti beliau untuk mendapatkan pelajaran.

Karena kesungguhan dan ketekunan beliau sampai sekarang ini dalam mengikuti, mendalami serta mengamalkan semua pelajaran yang beliau dapati dan juga selalu tetap menjagan hubungan beliau dengan semua Perguruan-Perguruan yang pernah disinggahinya, sampai suatu ketika Perguruan SATTARYYAH yang letaknya di Medan Tembung, dipimpin oleh seorang Guru yang bernama Jamal Rifa’i Quddus, dengan kebijaksanaannya menyerahkan tanggung jawab kepemimpinannya kepada Zubir bin Amir Abdullah dengan menabalkan Gelar Al-Qhalidi.

Ketika Zubir bin Amir Abdullah menerima kekuasaan ini banyak dari saudara seperguruan beliau membuat sikap keraguan atas apa yang telah diserahkan Jamal Rifa’i Quddus kepada beliau, dengan banyak mempertimbangkan hal-hal yang lain. Ditengah-tengah konflik yang terjadi ini jatuh pula perintah dari Jamal Rifa’i Quddus kepada beliau untuk membai’at salah seorang Murid yang brnama M.Rahmad.
Setelah M.Rahmad dibai’at oleh Zubir bin Amir Abdullah lalu mereka berdua menyebarkan ajaran hingga kepesisir Timur Kota Medan didaerah Serdang, ajaran yang di bawa untuk disebarkan bersumber dari Kitab Siras salikin karya Abdush Shamad Al-palem bani.

Menjelang tahun 2000 terjadi perubahan yang tidak diminta-diminta dan tanpa disengaja, bahwah ajaran yang bersumber dari Kitab Siras Salikin karya Abdush shamad Al- Palembani dengan Ridho-Nya, Allah menunjuki kepada Zubir bin Amir Abdullah bahwah Kitab Suci Al-Quran lebih mampu menjelaskan apa yang terkandung didalam Kitab Siras Salikin karya Abdush Shamad Al-Palembani, disinilah awal mula Zubir bin Amir Abdullah menjawab dan menjelaskan sesuatu dengan KItab Suci Al-Qur’an.
Setelah Istri Zubir bin Amir Abdullah, meyakini dan menyatakan dengan tegas kepada beliau bahwah Suaminya memang Pesuruh Allah, lalu ditahun 2000 Zubir bin Amir Abdullah bersama Muridnya M.Rahmad mulai mengumandangkan Al-Qur’an secara terang-terangan, karma sudah ketetapan Allah bahwah memang akan sangat sulit bagi sebahagian manusia untuk mau memahami dan menerima apa yang dikumandangkan Zubir bin Amir Abdullah pada saat itu.

Sebab itulah beliau mencoba mengumandangkan Al-Qur’an ditanah kelahirannya sendiri, salah satu Kota tua letak nya lebih kurang 7 km sebelum Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara bagian Utara yang dikenal dengan nama Pekan Labuhan daerah Medan Labuhan, yang dulu bernama Labuhan Deli.

Setalah beberapa kali mendapat kecaman yang bersifat penolakan dari warga Labuhan atas kehadiran dan apa yang dikumandangkan beliau, maka Zubir bin Amir Abdullah merubah bentuk penyebaran yang bersifat terang-terangan menjadi brsifat sembunyi-senbunyi dan itu dilakukan beliau kepada Keluarga beliau sendiri, ketika itu beliau jadi dipandang aneh oleh keluarga, karena apa yang dibawakan beliau, Kakak dan Abang-abang beliau pernah berkata bahwah Zubir bukanlah Zubir yang dulu.

Karena apa yang dibawakan beliau adalah Kebenaran yang dari Allah, yang tidak bisa diragukan jadi beliau tetap saja mengumandangkan Al-Qur’an ditengah-tengah keluarga beliau sendiri, sampai ketika beliau berjumpa dengan Abang tertuanya yaitu M.Risman bin Amir Abdullah, karena M.Risman bin Amir Abdullah adalah orang yang paham tentang ilmu Agama beliaupun menanggapi pembicaraan yang dibuatkan adiknya yang Paling kecil itu kepadanya.

Setelah beberapa kali melakukan pembicaraan kepada M.Risman bin Amir Abdullah maka semakin pahamlah beliau atas apa yang dibawakan adiknya Zubir bin Amir Abdullah, sebab itu pada tanggal 11 November 2001 tepatnya hari Ahad malam Isnin M.Risman bin Amir Abdullah menyatakan sikap percayanya dengan mengangkat Janji Setia (Bai’at) kepada Zubir bin Amir Abdullah serta ikut memperjuangkan apa yang dibawakan adiknya yang paling kecil itu.
Dengan demikian M.Risman bin Amir Abdullah adalah orang yang pertama dari pihak keluarga sekaligus orang yang pertama dari warga Labuhan yang percaya mengikuti Zubir bin Amir Abdullah, kemudian penyebaran dikalangan Keluarga diteruskan oleh M.Risman bin Amir Abdullah, sampai semua anggota keluarga percaya dan mengambil Janji Setia (Bai’at).

Dengan tunduknya semua angota keluarga pada kebenaran yang dibawakan Zubir bin Amir Abdullah maka ditetapkanlah Jadwal Pertemuan sekali dalam semiggu,hari yang diambil adalah hari yang sama dengan hari pembai’atan M.Risman bin Amir Abdullah yaitu Ahad malam Isnin, yang juga bertepatan dengan hari kelahiran M.Risman bin Amir Abdullah dan hari wafatnya Ayahanda yang ‘alim lagi ‘abid Al-Akhi Al-Mukarram Amir Abdullah Labuhan Deli.

Malam pertemuan yang ditetapkan tanpa sengaja jadi malam berjumu’ah sama seperti Perguan-perguruan lain yang mempunyai Jadwal tertentu untuk berjumu’ah. Malam pertemuan itu dibuatkan untuk menjelaskan apa sebenarnya yang di bawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah, yaitu Kebenaran yang harus ditegakkan dan semua itu sudah tertulis didalam KItab Suci Al-Qur’an, maka jelaslah bahwah mlam pertemuan yang dibuatkan hanya untuk menjelaskan Al-Qur’an yang selanjutnya untuk direalisasikan didalam bentuk kehidupan.

Jika ini adalah suatu perguruan yang dipimpin oleh Zubir bin Amir Abdullah yang mana setiap bentuk Perguruan bersifat mengajak, namun ajakan yang dibawakan Zubir bin Amir Abdullah ini bukanlah ajakan kepada satu golongan tertentu (STTARYYAH) saja, bukan mengajak untuk menjadi salah satu anggota Perguruan atau Pengajian yang hanya akan mengkotak-kotakan diri didalam satu nama Perguruan atau Pengajian yang akhirnya akan membangga-banggakan nama Perguruan atau Pengajiannya, tetapi ajakan yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ini adalah ajakan untuk kembali kepada Al-Qur’an, yang mana Al-Qur’an adalah Kitab yang “Qadim” berarti SEDIA, yang lebih jelas dikatakan bahwah al-Qur’an siap pakai setiap zaman.

Juga dengan hal yang demikian Zubir bin Amir Abdullah tidak pernah menyalahkan apapun yang didadapati dari SATTARYYAH maupun Perguruan-perguruan yang lain yang pernah disingahinya, artinya Zubir bin Amir Abdullah membenarkan semua bentuk ajaran disemua Perguruan apapun dan dimanapun yang keseluruhannya itu bersumber dari Al-Qur’an dan akan kembali dijelaskan Oleh Al-Qur’an itu sendiri.

Untuk lebih jauh memahami atau mengetahui apa yang akan dijelaskan dalam hal ini, memang tidak bisa kalau tidak mendatangi dan mengikuti Zubir bin Amir Abdullah selaku orang yang pertama membawakan hal ini, atau lebih jelasnya dikatakan Zubir bin Amir Abdullah selaku orang yang pertama mengumandangkan isi Kitab Suci Al-Qur’an secara gamlang dan nyata.
Malam berjumu’ah dilakukan untuk pertama kali dirumah Almarhum Ayahanda Al-Akhi Al-Mukarram Amir Abdullah Labuhan Deli, Almarhum Ayahanda wafat pada tanggal 11 Nopember 1990, semasa hidupnya beliau adalah seorang Imam di Masid Raya Al-Oesmani, salah satu Masjid yang bersejarah di Labuhan Deli.

Penyebaran selanjutnya dilakukan Zubir bin Amir Abdullah kepada karib kerabat beliau, sama seperti yang terjadi sebelumnya, para karib kerabat yang
mendengar cerita beliau menjahui beliau,

karena cerita yang didengar mereka dari Zubir bin Amir Abdullah tidak mudah dicerna oleh akal fikir mereka, beliaupun mendapat hujatan dari mereka yang dihadapi beliau dengan sabar dan tetap mengumandangkan Al-Qur’an dalam perkataannya atau tetap berbicara dengan kalam-kalam Tuhan.
Hanya beberapa dari karib kerabat yang dapat memahami apa yang diceritakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ketika adanya sikap responsive dari mereka, karena semakin pahamnya mereka atas apa yang dibawakan dan diterangkan oleh Zubir bin Amir Abdullah akhirnya mereka percaya dan mau menerima kehadirannya dan ingin mengikuti beliau dengan mengambil Janji Setia (Bai’at).

Setelah ikutnya beberapa orang dari karib kerabat, maka penyebaran yang bersifat tersembunyi dirubah kembali menjadi penyebaran yang bersifat terang-terangan, dengan demikian penyebaran semakin luas berkembang dengan pengikut yang juga bertambah.

Seiring dengan itu dibangunlah Rumah yang rencananya akan digunakan sebagai tempat berjumu’ah sesuai dengan perkembangan yang ada, Rumah yang dibangun berukuran lebih kurang 5 x 8 meter, letaknya di Jalan Chaidir No.1 Labuhan Deli Medan, dipinggiran Parit yang terpanjang di Labuhan Deli, menurut warga setempat parit tersebut sebelumnya lebih besar dari yang ada sekarang, dan sebelumnya juga parit tersebut digunakan sebagai perlintasan perahu-perahu barang untuk mengangkut dan mengantar barang ketujuan.

Karena perkembangan waktu dan Zaman yang mempengaruhi pola kehidupan masyarakat yang bermukim disepanjang pinggiran lintasan tersebut lamakelamaan menjadikan litas tersebut sebagai pembuangan limbah warga setempat sampai sekarang ini.

Nama Jalan Chaidir sebelumnya diberi nama oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kota Medan adalah Jalan Pabrik Papan, karema didaerah tersebut didapati Pabrik yang memproduksi papan, kemudian karena Pabrik tersebut tidak ada lagi maka nama jalanpun diganti menjadi Jalan Chaidir, dilokasi yang dulunya berdiri Pabrik papan itulah kemudian didirikan Rumah yang berukuran 5 x 8 meter yang akan digunakan untuk tempat berjumu’ah.

Pembangunan Rumah tersebut sempat terhenti disebabkan banjir yang datang ketika itu menggenangi seluruh Kota Labuhan Deli, kemudian pembangunan dilanjutkan lagi setelah banjir usai.

Penyebaran yang pesat dan semakin bertambahnya pengikut Zubir bin Amir Abdullah hingah bangunan yang berukuran 5 x 8 meter itu tak memadai lagi , maka dibangunlah satu Pendopo yang terpisah persis dibelakang Rumah yang dibangun sebelumnya.

Pendopo yang dibangun berukuran lebih kurang 6 x 18 meter yang bahannya hanyalah papan dan paku, bahan papan yang dipakai didapati dari Pohon Birah salah satu pohon yang terbesar dan tertua diantara pohon-pohon yang lain, yang tumbuh dihalaman belakang Masjid Raya Al-Oesmani, kayu dari Pohon Birah itulah yang diolah menjadi bahan papan untuk pembutan Pendopo tersebut.

Ketika proses pembangunan pendopo ini terjadi lagi banjir untuk kedua kali, yang lebih besar dari banjir yang pertama terjadi sebelumnya yang menggenangi Kota Labuhan Deli, pembangunan Pendopopun sempat terhenti, kemudian dilanjutkan lagi setelah banjir berlalu, setelah selesai kegiatan ber jumu’ah selanjutnya dilakukan di Pendopo.
Rumah yang pertama dibangun diserahkan kepada Zubir bin Amir Abdullah menjadi tempat tinggal beliau bersama Anak dan Istri beliau, sebelumya beliau bertempat tinggal sewa di Medan Tembung, dan pada tahun 2001 bulan May barulah pindah ke Jalan Chaidir No.1 Labuhan Deli Medan.
Kedua bangunan tersebut berdiri mengarah ke Utara, jika Matahari ketika terbit condong kesebelah kanan dari bangunan ini dan jika Mata hari aka terbenam menjahu kearah sebelah kiri dari bangunan ini.

Yang unik dari kedua bangunan ini adalah Pendopo yang bentuknya mirip Perahu, bangunan yang berkolong dengan lantai papan sesuain dengan atab yang terbuat dari daun rumbiah. Disinilah Zuber bin Amir Abdullah brsama orang-orang yang beriman (percaya) kepadanya menggodok program penyebaran yang tetap ber pedoman kepada Kitab Suci Al-Qur’an sebagai petunjuk Perjuangaan.
SEJARAH 02.
Mengingat Kebenaran yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah ini adalah untuk semua golongan (Umat) Manusia di muka Bumi, baik yang pintar atau yang bodoh, golongan Hindu atau Buddah, Nasrani atau Islam itu sendiri, dan tak memandang apakah dia orang ta’at atau orang ma’siat, dari Barat sampai ke Timur Kebenaran ini memang harus disampaikan.
Dengan mengingat hal yang demikian, maka diambilah stu langkah bijak dengan membentuk satu Forum yang melibatkan para Maha Siswa didalamnya, Forum tersebut dinamai FORMASS (Forum Mahasiswa Sinar Syahid), FORMASS lahir Pada tanggal 11 Januari 2003, Forum inilah yang menjadi Wadah pengaturan mekanisme atau strategi penyebaran khususnya kepada kaum Intelektual, FORMASS dipimpin oleh M.Rizali.ST.
Karena adanya pengaduan dari masyarakat lingkungan IV Kelurahan Pekan Labuhan dan laporan dari Lembaga Dakwah Bina Umat (LDBU) melalui surat yang tertanggal 02 Muharam 1424.H serta hasil pertemuan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dengan Camat Medan Labuhan juga kepala KUA Medan Labuhan serta melibatkan MUSPIKA kecamatan Medan Labuhan, pada tanggal 03 April 2003 yang dibuatkan mereka untuk membahas apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah.
Dengan hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengirimkan surat kepada Zubir bin Amir Abdullah melalui Camat Medan Labuhan yang tanggal Penulisannya 01 syafar 1424.H atau 2003.M dengan nomor surat 91/MUI/MIN/2003, dengan hal undangan klarifikasi pada hari Selasa 8 April 2003.M pukul 10.00 WIB, bertempat dikantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat II Kota Medan, Jalan Amaliun/Nusantara. no.3 medan, ditanda tangani Oleh Drs.H.M Nizar Syarif selaku Ketua umum dan Sekretarisnya Drs.H.Harmyn Tanjung, surat ini diterima pada tanggal 7 April 2003.
Untuk Menanggapi surat tersebut pada tanggal yang sudah ditetapkan didalamnya Zubir bin Amir Abdullah dengan beberapa orang Sahabat juga didampingi oleh FORMASS, segara menghadiri undangan, tapi mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB para pengundang yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak ada yang datang, karena tidak konsekwennya para pengundang saat itu maka Zubir bin Amir Abdullah dengan para Sahabat dan juga FORMASS harus meninggalkan ruanggan, karena waktu sudah lewat dari batas yang sudah ditetapkan……….
Beberapa hari berlalu setelah undangan bohong tersebut, beredar berita disurat kabar yang mengatakan Zubir bin Amir Abdullah membawa paham sesat, tulisan Wartawan yang belum diketahui identitasnya ini diberi judul, “RATUSAN WARGA LABUHAN DELI DEMO KE MUI SUMUT TUNTUT AJARAN SESAT DIBUBARKAN” Dengan segera FORRMASS harus mencari tahu sumber berita tersebut untuk meminta pertanggungjawaban atas penulisannya, namun bersamaan dengan itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali mengirim surat yang kedua kali, tertanggal 09 Syafar 1424.H atau 12 April 2003.M, dengn nomor surat 93/MUI-MDN/IV/2003, hal undangan klarifikasi pada hari Selasa tanggal 15 April 2003.M, di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat I Sumatra Utara, Jalan Sutomo Ujung/Majelis Ulama Indonesia. No.3 Medan, dengan pokok acara diskusi tentang ajaran yang dianggap meresahkan Masyarakat, surat ini ditandatangani juga oleh Drs.H.M.Nizar Syarif selaku Ketua dan Sekretarisnya Drs.H.Harmyn Tanjung.
Undangan yang Kedua kali ini juga di hadiri Oleh Zubir bin Amir Abdullah dengan beberapa orang Sahabat dan FORRMASS, di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat I Sumatra Utara Medan, disinilah para pengundang yang tak konsekwen pertama tadi menunjukan wajah-wajah mereka.
Sewaktu pembicaraan berlangsung yang dibuka oleh majelis Ulama Indonesia (MUI), disini FORMASS secara tegas menanyakan kepada mereka tentang penulisan berita disurat kabar yang beredar sebelum pertemuan diskusi ini dibuatkan, namun entah sedang menutupi sesuatu yang diketahui atau memang karena mereka adalah orang-orang yang tidak pernah tahu apa-apa sedikitpun, lalu pertanyaan yang dilemparkan oleh FORMASS kepada pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijawab oleh mereka dengan mimik yang tidak memuaskan.
Kemudian jika apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah adalah Paham sesat yang dituduh dampaknya dapat meresahkan Masyarakat, FORMASS minta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar dapat menunjukan dimana sesatnya, dan juga meminta kepada mereka agar dapat meluruskan, namun dua hal yang diserahkan oleh FORMASS ini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), merka (MUI) tidak dapat memberikan jawaban dan keputusan apa-apa, padahal semua bentuk serta keterangan dari apa yang dibawakan oleh Zubir bin Amir Abdullah dengan Pengumandangan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an kepada para Pejabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) ketika itu sudah di paparkan dengan jelas dan terang, akhirnya diskusi yang dibuatkan Majelis Ulama Indonesia (Mui) itu ditutup oleh mereka tanpa keputusan apapun.
Entah Sedang menyusun langkah atau scenario baru, pokok-pokok masalah yang dibuatkan Majelis Ulama Indonesia dengan Sekutunya untuk sementara waktu terlihat dingin dan tenang-tanang saja, dalam masa itu tanpa ada perncana sebelumnya, di Masjid Raya Al-Oesmani Labuhan Deli pada hari Jum’at terakhir Tahun 1424.H atau 2003.M, Pukul 13.30 WIB didepan Jama’ah Jum’at yang tak bisa pulang ketika itu sebab hujan turun sangat derasnya, dan sewaktu pengumandangan itu api Majusi (listrik) padam se Kota Madya Medan hingga Stabat, kembali menyala pada malam hari pukul 23.00 WIB, masa itu Umat Islam diseluruh Dunia sedang menjalanka ibadah puasa Ramadhan.
Kemudian pengumandangan juga dilakukan di masjid Baiturrahman Brayan bengkel, hanya dalam waktu 5 (lima) menit yang bukan termasuk dalam tertib acara diberikan kepada Zubir bin Amir Abdullah, tepatnya hari Ahad tanggal 27 Rajab 1425.H atau 2004,M, pukul 11.00 WIB didepan para maulai-malai (pemuka Agama) yang inagin menyatukan Umat Islam, sengaja diundang oleh perguruan Attauwwabiin selaku Panitia peringatan Isra’ wal Mi’raj.
Stelah pengumandangan didua Masjid tersebut, pada tanggal 27 oktober 2004 terjadi penyerangan yang berbentuk pelemparan Pendopo, dilakukan oleh ratusan Warga Labuhan Deli yang sudah terpropokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab, karena restu Allah penyerangan dapat dihentikan dengan terlukanya salah seorang dari pihak Warga yang melakukan penyerangan sebab pembelaan diri yang dilakukan oleh M.Hasbullah, seorang Sahabat (pengikut) Zubir bin Amir Abdullah, ………..
( Red : Mudah – mudah Allah melindungi kekasihnya dalam menegakkan syariat islam terus berkummandang Al Qur’an hingga kepelosok dunia, hingga dajjal tak dapat menjalankan fitnahnya kembali……
     
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.
Qs. 36 Ya Sin 17.

       
21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. 36 Ya Sin 21
)

“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”

   •   •                   
80. Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu Hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

      
        
31. Hai kaum kami, terimalah orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
QS. 46 Al – Ahgaf 31

                   
32. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah Maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.
QS. 46 Al – Ahqaf 32

………

…..

Ditulis dalam SEJARAH PERJUANGAN AL MAHDI | Bertanda: | 2 Komentar »

PEMBEBASAN ASBULLAH

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

Medan, 1 April 2005

Kepada Yth
Nur Aslam Bustaman, SH
HAKIM KETUA KASUS HASBULLAH
Di
Tempat

Assalamu ‘alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Sehubungan dengan surat saya tertanggal: Medan, 4 Maret 2005; yang intinya supaya membebaskan Asbullah, murid saya, karena dia sudah berbuat sesuai prosedur, tidak digubris. Malahan pada hari Selasa, 29 Maret 2005 Hakim menjatuhkan vonis 7 Bulan penjara, artinya Aku telah dikalahkan. Pada hal menurut pasal 49 ayat 1 KUHP berbunyi :
1. Barang siapa melakukan perbuatan, yang terpaksa dilakukannya untuk mempertahankan dirinya atau diri orang lain, mempertahankan kehormatan atau harta benda sendiri atau kepunyaan orang lain, dari pada serangan yang melawan hak dan mengancam dengan segera pada saat itu juga, tidak boleh dihukum.
Maka kembali aku memberi peringatan kepada kamu dengan Kalam-Kalam Tuhan sebagaimana aku telah memberi peringatan pada suratku yang lalu sebagai ancaman bagi orang-orang yang tidak perduli dengan ayat-ayat Tuhan dan menyombongkan diri.

Fada’aa rabbahuu annii maghluubun fantashir. Fafatahnaa abwaabas samaa-i bimaa-in munhamir. Wa fajjarnaal ardha ‘uyuunan faltaqal maa-u’alaa amrin qad qudir. Wa hamalnaahu ‘alaa dzaati alwaahin wa dusur

Maka dia mengadu kepada Tuhannya, “Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku yaa Tuhanku). Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan kami angkut dia ke atas yang terbuat dari papan dan paku.

Kadzdzabat ‘aadun fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim riihan sharsharan fii yaumi nahsin mustamirr. Tanzi’un naasa ka-annahum a’jaazu nakhlin munqa’ir. Fakaifa kaana ‘adzaabii wa nudzur. Wa laqad yassarnaal qur`aana lidzdzikri fahal min muddakir.

Telah mendustakan kaum ‘ad; maka alangkah dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus. Yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang. Maka betapa dahsyatnya azabku dan ancaman-ancamanku. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alqur`an untuk pelajaran; maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Kadzdzabat Tsamuudu bin nudzur. Faqaaluu abasyaran minnaa waahidan nattabi’uhu; innaa idzal lafii dhalaalin wa su’ur. A ulqiyadz dzikru ‘alaihi min baininaa bal huwa kadzdzaabun asyir. Saya’lamuuna ghadan manil kadzdzaabul asyir.

Telah mendustakan pula kaum Tsamud dengan ancaman-ancaman itu. Maka mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) diantara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu (mengikutinya), benar-benar kita berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah zikir (wahyu) itu diturunkan ke atasnya diantara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Kadzdzabat qaumu luuthin bin nudzur. Innaa arsalnaa ‘alaihim haashiban illaa aala luuthin najjainaahum bisahar. Ni’matan min ‘indinaa; kadzaalika najzii man syakar. Wa laqad andzarahum bathsyatanaa fatamaarau bin nudzur.

Kaum Luthpun telah mendustakan ancaman-ancaman. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang membawa batu-batu, kecuali keluarga Luth; mereka Kami selamatkan diwaktu sebelum fajar menyingsing. Sebagai mi’mat dari Kami; demikianlah Kami memberi balasan bagi orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguhnya dia telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Walaqad jaa-a aala fir’aunan nudzur. Kadzdzabu bi aayaatinaa kullihaa fa-akhadznaahum akhdza ‘aziizin muqtadir.

Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mu’jizat-mu’jizat Kami kesemuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Ini sebagian ayat yang aku ancamkan kepada kamu sekalian, supaya dapat kamu mengambil pelajaran dan mudah-mudahan kamu tidak termasuk orang yang dzalim.
Wabillaahi taufiq wal hidaayah,
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Saya, seorang pemberi peringatan yang nyata

(M. Zubir Amir anak Amir ‘abdullah Labuhan Deli)

N.B:

• Wa maa arsalnaa fii qaryatin min nabiyyin illaa akhadznaa ahlahaa bil ba`saa-i wadh dharraa-i la’allahum yadhdharra’uun.
Dan tidak pernah Kami mengutus pada suatu negri seorang pembawa beritapun melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan, supaya mereka mau tunduk merendahkan diri.

• Walau anna ahlal quraa aamanuu wat taqau lafatahnaa ‘alaihim barakaatin minas samaa-i wal ardhi wa laakin kadzdzabuu fa akhadznaahum bimaa kaanuu yaksibuun.
Jikalau sekiranya penduduk negri percaya dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi; tetapi mereka mendustakan, maka Kami timpakan azab kepada mereka disebabkan perbuatan mereka.

Insya Allah peringatan ini juga saya sampaikan kepada yang terhormat :
1. Presiden Republik Indonesia
2. Kepala Polisi Republik Indonesia
3. Menteri Kehakiman dan HAM Republik Indonesia
4. Gubernur Sumatera Utara
5. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara
6. Walikota Medan
7. Hakim Ketua Kasus Asbullah

Ditulis dalam PEMBEBASAN ASBULLAH | Bertanda: | Leave a Comment »

FORUM MAHASISWA BERSAMA ANTI KORUPSI DAN PENINDASAN

Ditulis oleh himpass di/pada Maret 25, 2008

PERNYATAAN SIKAP

 

Melihat kondisi masyarakat yang semakin memahami mengenai hukum dan Undang – Undang yang mempunyai dampak positif dan negative dimana dampak positifnya masyarakat lebih menahati hukum dan tidak bisa di main – mainkan oleh oknum – oknum pelaku penegakan hukum.dampak negative yang sering terjadi di mana terjadi pengaduan dan penjebakan – penjebakan yang di lakukan untuk menjerat seseorang melalui hukum itu sendiri,di mana perlunya aparatur Negara baik Kepolisian ,Jakasa dan Hakim yang pintar membaca permasalahan dan juga benar – benar melakukan penegakan hukum bukan oknum – oknum pejabat hukum yang hari ini juga banyak melakukan penyelewengan hukum dengan memakai baju hukum dan berlandaskan oleh Undang – Undang untuk memperkaya diri dan melakukan penindasan ke pada rakyat.Di mana yang selalu menjadi korban adalah rakyat di mana kalau tidak jelinya pihak ke Polisian dalam melihat masalah terjadi yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah.kalau yang benar menjadi salah dan menjalani hukuman tahanan coba kita bayangkan bersama apabilah dia kepala keluarga kemana istri dan anaknya untuk mencari nafkah.dan efek –efek lainnya yang harus kita lihat. Sehubungan dengan hal di atas adanya permasalahan yang terjadi.

 

 Adapun kronologis singkat kejadian bermula dari isu yang tersebar bahwa pengajian yang berada di Pendopo Sinar Syahid merupakan ajaran sesat.Yang di sebarkan oknum – oknum yang tidak b